Tidak Cukup Berbagi Pengetahuan? Berbagilah Gita dengan Penuh Kasih!

buku bhagavad gita krsna di bawah pohon

Ilustrasi Krishna Kecil bermain di bawah pohon bersama teman-temannya

“Lihat! Betapa ramahnya pohon ini, dengan cabang yang menjulur mereka menyiapkan payung bagi yang kepanasan dan kehujanan. Dia tidak mengeluhkan angin topan dan hujan, juga bekunya musim dingin. Manakala didekati untuk suatu kebaikan, mereka tidak pernah mengusir dengan tangan kosong. Daun-daunnya, bunganya, buahnya, bahkan cabang dan tubuhnya mereka persembahkan semuanya. Tanpa diajari kitab suci, sebuah pohon berbagi kasih, jauh lebih baik dibanding yang terbaik diantara manusia.” Demikian ucapan Krishna kecil kepada teman-teman bermainnya saat berteduh di bawah pohon di Bukit Govardhana.

Demikianlah, berbagi apa pun juga perlu nuansa kasih, apalagi berbagi Bhagavad Gita……

Silakan simak penjelasan Bhagavad Gita 18:68 tentang kaitan berbagi Gita dengan penuh kasih dan janji Sri Krishna kepada mereka yang melakoni hal demikian.

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

ya idam paramam guhyam mad-bhaktesv abhidhasyati

bhaktim mayi param krtva mam evaisyaty asamsayah

“Sebaliknya, ia yang berbagi ajaran ini dengan penuh kasih (dan sebagai ungkapan kasihnya pada-Ku), kepada para panembah yang memang sudah siap untuk menerimanya – niscayalah akan mencapai-Ku.” Bhagavad Gita 18:68

Seseorang yang melakoni ajaran ini dan berbagi dengan penuh kasih—sebagai ungkapan kasihnya pada Hyang Tunggal – kepada para panembah yang penuh kasih juga…. Maka, hasilnya ialah Kesempumaan Diri. Hasilnya ialah menyatu dengan-Nya, dengan Sumber Kasih itu sendiri.

Ini penting.

BERARTI, BERBAGI AJARAN SAJA TIDAK CUKUP – kita mesti berbagi dengan kasih, sebagai ungkapan kasih, sebagai persembahan. Berarti, kita tidak berbagi dengan penuh ego, atau sikap “holier-than-thou” – aku lebih tahu, lebih suci, lebih baik, lebih hebat dari mereka.

Berbagi Gita dengan sikap demikian tak akan membawakan hasil apa pun. Sesungguhnya, nasihat ini berlaku juga untuk pendidikan formal maupun informal.

Hubungan antara guru, pengajar, dosen, guru besar dan siswa mesti berlandarkan kasih. Jika guru mengajar karena gaji semata; dan siswa belajar untuk memperoleh ijazah saja — maka hasilnya, ya, seperti sistem pendidikan saat ini.

 

JANGAN MARAH, JANGAN TERSINGGUNG – Tapi, coba renungkan, adakah sistem pendidikan saat ini berhasil memberi Soekarno baru kepada bangsa ini? Tidak. Atau Hatta baru, Sanoesi Pane baru, Sutan Takdir Alisyahbana baru, Syahrir baru, Mohammad Natsir baru? Belum, sistern pendidikan kita, bahkan sudah bergeser jauh dari visi Bapak Pendidikan kita sendiri, Dewantara.

Kenapa? Love is missing.

Ajaran kepercayaan pun tidak berhasil mengembangkan kasih — karena titik beratnya adalah pada akidah, ritus, dan pada kehebatan kepercayaan “kita” dan kekurangan kepercayaan-kepercayaan “lain”. Ditambah lagi dengan pengembangan rasa takut lewat deskripsi neraka! Tidak ada sentuhan kasih!

Di masa penjajahan — dengan segala kelemahan dan diskriminasi, yang sering dibesar-besarkan — pendidikan masih memiliki sentuhan-sentuhan kasih. Ditambah lagi dengan pendidikan non-formal dari orangtua, dari kakek dan nenek, dari warga masyarakat, dan nilai-nilai luhur budaya. Sekarang semua terlupakan. Pendidikan telah menjadi bisnis. Para guru pun mengajar bukan karena suka mengajar, tapi karena gaji semata.

Jadi, anjuran Krsna di sini — bukanlah untuk berbagi ajaran Gita saja — tapi ajaran apa saja, dengan kasih sebagai pengantarnya.

 

 

na ca tasman manusyesu kascin me priya-krttamah

bhavita na ca me tasmad anyah priyataro bhuvi

“Tiada seorang pun yang pelayanannya pada-Ku melebihi pelayanannnya (yang dimaksud ialah seorang yang berbagi ajaran mulia ini dengan penuh kasih kepada mereka yang memang siap untuk mendengarnya). Demikian pula, tiada seorang pun di seluruh dunia yang Ku-cintai lebih darinya.” Bhagavad Gita 18:69

Aha! Di sini Krsna menjelaskan rahasia orang yang paling dicintai-Nya — yaitu seperti yang telah dijelaskan dalam ayat sebelumnya – orang yang berbagi ajaran yang mulia ini dengan penuh kasih, dengan semangat kasih, semangat manembah, semangat melayani, kepada mereka yang layak, yang siap untuk menerimanya.

Orang itu — menurut Krsna — adalah…….

PANEMBAH SEJATI – Siapa saja bisa berbagi receh, nasi kotak, mie instan, pakaian, dan sebagainya. Beramal-saleh dengan cara itu adalah biasa. Berdana-punia dengan cara menyumbang untuk pembangunan ternpat-tempat ibadah pun biasa.

Yang luar biasa, adalah ketika kita berbagi kesadaran dengan penuh kasih, dengan cinta. Adalah tindakan berderma utama, ketika kita berbagi ilmu yang telah kita hayati secara betul dengan semangat manembah. Adalah amal-saleh atau dana-punia yang tertinggi, ketika kita menghaturkan, mempersembahkan ilmu itu, kesadaran itu, sebagai sesajen, bukan sebagai komoditas yang diperdagangkan.

Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s