Agar Lakshmi-Kekayaan Tidak Pergi Perlu Ganesha-Kebijaksanaan dan Sarasvati-Pengetahuan?

Mengungkapkan Pembelajaran dengan Simbol

buku si goblok lakshmi saraswati ganesh

Ilustrasi Lakshmi-Kekayaan Berdiri siap meninggalkan kita, berdayakan diri kita dengan Kebijaksanaan dan Pengetahuan/Ketrampilan agar Lakshmi tidak pergi.

Bhiku Sasana Bodhi Thera dari Kabupaten Gunung Kidul DIY pernah bercerita pada bahwa leluhur kita suka meninggalkan lukisan lambang yang diwujudkan dalam relief Candi. Lukisan tersebut terbuka untuk dimaknai sesuai kesadaran kita. Pada Candi Mendut terdapat banyak relief yang menggambarkan  Buddha (yang Terjaga), Bodhisattva Maitreya (Buddha masa depan) dan Bodhisattva Avalokiteshvara (Kasih). Menurut Bhiku Sasana Bodhi Tera, untuk menjadi Buddha di masa mendatang seseorang harus mengupayakan sifat welas asih. Ada juga yang menggambarkan untuk menjadi Buddha yang akan datang harus mempunyai sifat welas asih (Bodhisattva Avalokiteshvara) dan bijaksana (Bodhisattva Manjushri ). Sebuah penafsiran yang terbuka sesuai tingkat kesadaran manusia.

buku si goblok candi mendut

Patung Buddha di Candi Mendut

Mengenai simbol bintang segi-enam: Segitiga menghadap ke atas merupakan simbol api yang selalu bergerak ke atas, simbol dari upaya. Segitiga menghadap ke bawah merupakan simbol air yang selalu bergerak ke bawah, simbol berkah, karunia. Dengan berupaya sungguh-sungguh, berkah, karunia, hasil baru akan datang.

buku si goblok bintang segi 6

Ilustrasi Simbol Bintang Segi-Enam

Leluhur kita lebih suka menggambarkan Bintang Segi-Enam dalam versi lain. Linga di bawah Yoni di atas, linga bersifat kreatif (Pusat Cakra Kreatif), yoni simbol berkah. Berupayalah dengan sungguh-sungguh dengan penuh kreatif dan berkah, karunia, hasil akan datang.

buku si goblok linga yoni

Ilustrasi simbol Linga-Yoni di Candi Sukuh

Silakan simak penjelasan mengapa Laksmi-Kekayaan sering berdiri siap pergi dan bagaimana mempertahankannnya pada kutipan di bawah ini:

buku si Goblok

Cover Buku Si Goblok

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Chancala atau Lakshmi, sang dewi kekayaan yang nakal. Ia tidak berdiam dalam satu tempat. Ia selalu bergerak.

“Ketahuilah sifat asli Chanchala,” wanita tua itu mengomentari benak pikiran saya, “kamu bisa saja bermain-main dengannya. Bersenang-senang. Tetapi ingat, ia tidak selalu berada di sisimu. “Mengerti?”

Oh ya, saya tahu itu.

Sekarang, saya paham mengapa orang Hindu selalu menempatkan Lakshmi di antara Ganesha, Dewa Kebijaksanaan dan Saraswati, Dewi Pengetahuan dan Keterampilan. Keduanya, Ganesha dan Saraswati biasanya digambarkan dalam posisi duduk, sedangkan Lakshmi berdiri.

 

Lakshmi selalu bersiap-siap untuk beranjak pergi, jadi kita harus memiliki Kebijaksanaan dan Pengetahuan/Keterampilan untuk mendukung kehidupan kita di dunia ini. Kita tidak bisa mengandalkan Lakshmi saja. Kita tidak bisa mengandalkan kekayaan semata.

Uma atau Parvati, dewi ketiga dalam Trinitas Dewi Hindu, mewakili Kesucian. Dan, dia dianggap sahabat baiknya Lakshmi. Parvati bisa membujuk Lakshmi untuk tinggal lebih lama, bahkan selamanya.

buku si goblok parvati lakshmi sarasvati

Saya harus mengingat: Kekayaan, Kebijaksanaan, Pengetahuan/Ketrampilan dan Kesucian—semuanya satu paket. Tentu, saat Kebijaksanaan, Pengetahuan/Keterampilan dan Kesucian berada—Kekayaan juga tak mau ketinggalan.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2009). Si Goblok, Catatan Perjalanan Orang Gila. Koperasi Global Anand Krishna)

Ada seorang pejalan spiritual yang diberi hadiah oleh Gurunya gambar Lakshmi yang duduk. Sampai saat ini dia yakin bahwa hidupnya sejahtera karena berkah Lakshmi yang “duduk” di rumahnya. Tinggal mengupayakan kebijakan, pengetahuan dan kesucian.

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s