Menemukan Kebahagiaan di Tempat yang Tepat

buku si goblog bahagia

Bahagia

Segala sesuatu di luar Jiwa adalah bagian dari alam benda – termasuk pikiran, emosi, impian, keinginan – semua apa pun juga – semua tanpa kecuali.

Dengarkan petunjuk Krsna, Alam Benda adalah Alam Benda – jangan ikut menjadi  “benda” bersamanya. Jangankan kedudukan, harta-kekayaan, dan sebagainya – identitas kita saat ini – nama pemberian orang tua, latar-belakang keluarga, sosial, pendidikan, dan sebagainya – semua adalah bagian dari alam benda! Ketika kita mengidentifikasikan diri dengan salah satu di antaranya, kita menjadi bagian dari kebendaan.

Inilah keadaan kita saat ini – semuanya karena memaknai diri dengan cara yang salah. Tingkatkan kesadaran, “aku bukan benda, aku bukanlah badan ini, aku adalah Jiwa Abadi!”

Demikian penjelasan Krishna dalam Bhagavad Gita 7:5.

Akan tetapi sampai saat ini kita juga masih mencari kebahagiaan  lewat uang, materi dan pikiran??? Silakan simak sandiwara mental berikut:

buku si Goblok

Cover Buku Si Goblok

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Uang, materi, dan pikiran menurut Buddha Yang Terjaga—adalah “benda”. Dan, seperti benda lainnya, memiliki awal dan akhir. Semua itu hanya temporer, sementara.

Kita berinteraksi dengan ketiganya, dan mendapatkan kenikmatan dari interaksi ini. Akan tetapi, kenikmatan pun hanya ternporer, sementara. Kenikmatan pun tidak bertahan lama. Kenikmatan pun tidaklah abadi.

Lalu, kita pun kecewa.

Padahal, kita sebenarnya mencari kebahagiaan abadi. Kita mencari kebahagiaan spiritual. Kita tidak pernah bahagia, tidak pernah terpuaskan oleh kenikmatan inderawi yang memang hanya sementara. Sayangnya, banyak dari kita tidak menyadari hal ini. Kita tidak menyadari kesalahan kita sendiri, harapan dan ekspektasi yang salah. Bagaimana bisa merasakan kebahagiaan abadi dari materi atau benda yang tidak abadi?

Inilah yang menjadl alasan ketidakbahagiaan kita, kekhawatiran kita, stres dan depresi. Kita senantiasa mencari kebahagiaan, namun hanya segelintir yang menemukan kebahagiaan itu. Karena mereka yang segelintir ini mencari di tempat dan sumber yang tepat. Kebahagiaan itu lebih bersifat rohani dan, oleh karena itu, harus ditemukan di dalam ruh, dan dalam diri masing-masing. Kebahagiaan tidak bisa dicari di luar diri dan benda-benda luar.

Kebahagiaan bukanlah benda. Bukan pula materi. Kebahagiaan itu energi 100% dan 24 karat. Ups, tetapi energi dan rnateri itu relatif; keduanya dikaitkan oleh hukum relativitas yang diteorikan oleh Einstein. Jadi?

“Pemahaman yang benar, kawan,” si wanita tua memotong, “seseorang harus memiliki pemahaman yang benar akan sifat dasar segala hal. Tubuhmu hanya sementara, begitu pun juga dengan benda-benda di sekitarmu, bahkan jiwamu pun hanya sementara. Semua yang kamu bahas, dan siapa pun yang kamu ajak obrol—dua-duanya hanya sementara.”

“Kamu hanya sementara, saya pun demikian. Jiwa dan ruh pun hanya sementara.”

“Jadi, nikmatilah kesementaraan untuk sementara waktu. Jangan harap kesementaraan dapat berlangsung untuk selamanya. Ketika saya memahami ini, saya merasakan sesuatu yang saya sebut kebahagiaan. Tetapi, jujur saja, saya lebih suka menyebut perasaan ini tanpa nama. Saya tidak mau mendefinisikannya. Karena, memang saya tidak bisa mendefinisikannya.”

Upanishad, esensi dari Veda, kitab suci umat manusia ini mendefinisikan ananda atau kebahagiaan sebagai berikut: Seperti mengharapkan orang dungu yang rnenjelaskan manisnya gula.

Bahkan orang tercerdas pun sulit menjelaskan rasa manis gula. Jadi, mereka yang sudah merasakan kebahagiaan akan tetap diam. Mereka yang belum merasakan biasanya petatah-petitih menggambarkan kebahagiaan itu.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2009). Si Goblok, Catatan Perjalanan Orang Gila. Koperasi Global Anand Krishna)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s