Maha Mrtyunjaya Mantra Sang Penakluk Kematian dan Penakluk Musuh

buku dvipantara jnana maha mritunjaya

Maha Mrityunjaya Mantra

Bahasa Sanskerta itu bukan bahasa lisan tetapi bahasa program. Bahasa yang dibuat untuk berhubungan dengan dewa. Dalam hal ini dewa bukan makhluk abadi akan tetapi frekuensi yang lebih tinggi. Semuanya frekuensi lebih tinggi disebut dewa. Dan masing-masing frekuensi ada namanya. Kadang kita menyebut sebagai makhluk surgawi, tetapi ini adalah nama-nama dari frekuensi yang lebih tinggi.

Ketika mengucapkan kata dengan bahasa Sanskerta, setiap huruf dalam bahasa Sanskerta terhubung dengan frekuensi yang lebih tinggi. Ke otak, kata tersebut terhubung dengan beberapa bagian dari otak kita. Setiap huruf tertentu merangsang bagian tertentu dari otak kita. Setiap kata yang diucapkan dalam mulut kita dengan totalitas, otak kita dirangsang dan saat otak dirangsang maka seluruh tubuh juga dirangsang. Untuk membaca mantra tidak perlu belajar Sanskerta, cukup membaca mantra dasar misalnya gayatri mantra.

Sumber: terjemahan bebas dari conversation Anand Krishna and Kali Ma in meditation, Spreaker

Berikut Mantra Maha Mritunjaya dalam buku Dvipantara Jnana Sastra:

buku dvipantara jnana sastra

Cover Buku Dvipantara Jnana Sastra

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

|| Ganapati Tattva 56 ||

 

Mrtunjayasya devasya yo namany abhikirtayet

Dirghayusam avapnoti sangramavijayi bhavet

 

“Siapapun yang melantunkan nama Gusti Mṛtyuñjaya,

Aspek Śiva Rudra – Hyang Maha Membahagiakan dan Maha Cemerlang –

sebagai Penakluk Kematian dan Pemberi Anugerah Keabadian,

menikmati kesehatan dan umur panjang, serta meraih kemenangan atas semua musuhnya.”

 

MRTYUNJAYA, SANG PENAKLUK KEMATIAN memberikan anugerah keabadian kepada kita dengan membebaskan kita dari rasa takut akan kematian. Seseorang yang terbebas dari ketakutan tersebut dan tidak lagi takut mati, sesungguhnya, adalah abadi. Orang tersebut tidak lagi terdelusi dengan kesadaran jasmani. Dia senantiasa hidup dalam kesadaran Jiwa, selalu sadar bahwa Jiwa sesungguhnya tidak pernah terpisah dari Sang Jiwa Agung.

Berikutnya, sebagai Penakluk Musuh, Gusti membantu kita menang atas insting-insting dan kecenderungan rendahan kita; menang atas pancaindra dan indra-indra persepsi, menang atas obsesi dan hasrat kita.

Musuh-musuh di luar tiada lain merupakan proyeksi musuh di dalam diri. Begitu kita telah menaklukkan musuh di dalam diri, musuh-musuh di luar akan menghilang dengan sendirinya.

Ada sebuah mantra yang indah, dikenal sebagai Maha Mrtyunjaya Mantra—ini adalah mantra yang sangat kuat, idealnya dilantunkan 100.000 kali dalam 21 hari tanpa terputus sehari pun.

ltu berarti kira-kira 4,800 kali setiap hari selama 21 hari berturut-turut—atau sekitar 45 putaran Japamala, Ganitri, atau rosario yang terdiri dari 108 butir.

Seorang guru spiritual mungkin menyarankan Japamala atau Tasbih yang terbuat dari bahan tertentu. Tanpa bimbingan seperti itu, Anda bisa menggunakan tasbih yang terbuat dari bahan alami seperti kristal, kayu, kerang, apa saja. Hindari bahan-bahan plastik dan sintetis karena kandungan bahan kimianya tidak menunjang sadhana atau laku spiritual kita.

Maha Mrtyunjaya Mantra adalah salah satu mantra yang paling umum dan bisa dilantunkan dengan aman oleh siapa saja. Inilah mantra-nya:

 

om tryambakam yajamahe sugandhim pusti-vardhanam

urvarukam-iva bandhanan mrtyormuksiya mamrtat

 

MANTRA YANG KUAT INI membebaskan kita dari segala keterikatan, segala penyakit, segala kekhawatiran, dan kecemasan.

Merupakan bagian dari Sri Rudram — sebuah himne panjang dalam Yajurveda, mantra ini dianggap sebagai “hati” dari Rudra. Mantra yang paling penting untuk membangkitkan Aspek Rudra Siva dalam diri kita.

Setelah meng-energize Japamala dan menginternalisasi mantra selama 21 hari, kita kemudian bisa melantunkannya rutin setiap hari, sebanyak yang kita mau. Idealnya minimum 3 kali sehari sewaktu masa transisi, 3 sandhya, yaitu pagi hari saat matahari terbit, siang atau tengah hari, dan sore hari saat matahari terbenam.

Dengan melakukannya sebagai bagian dari sadhana, kita bisa menikmati banyak manfaat….. Mari kita coba!

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2016). Dvipantara Jnana Sastra, Jakarta: Centre for Vedic and Dharmic Studies)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s