Benahi Kekusutan Pikiran Kita Sebelum Melayani Orang Lain! Bagaimana Caranya?

buku sai anand gita miss universe bukan hanya kecantikan dan bentuk tubuh tapi juga kemampuan mental n intelektual

Miss Universe bukan dinilai dari bentuk tubuh dan kecantikan saja, kemampuan berpikirnya (mental dan intelektualnya) diuji dahulu

 

Yang mengaktifkan komputer manusia ini ada tiga unsur utama. Pertama, badan kasat kita. Ini bagaikan hardware. Kedua, pikiran/mind kita. Ini bagaikan software dan tentu saja, ketiga, kesadaran yang merupakan aliran listriknya. Badan kita sewaktu-waktu bisa rusak, bisa berhenti bekerja. Namun software-nya tidak ikut rusak. Pikiran/mind kita masih utuh, masih dapat berfungsi. Software yang sama dapat digunakan, dengan menggunakan hardware baru. Tidak ada memori yang hilang, tidak ada program yang terhapus. Pikiran/mind kita, yang merupakan software, masih dapat digunakan.

Yang lahir kembali itu siapa? Bukan badan kita, karena badan sudah menjadi bangkai, sudah dikubur atau dibakar. Yang berulang kali mengalami kelahiran dan kematian adalah pikiran/mind kita yang begitu kompleks. Keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi, obsesi-obsesi terpendam. Semuanya itu yang menyebabkan terjadinya kelahiran kembali.

Oleh karena itu pikiran begitu penting, bahkan di dalam kehidupan banyak ledakan emosi, banyak penyakit yang disebabkan oleh pikiran.

Kutipan ini mengajak kita untuk membenahi pikiran……….

buku Sai_Anand_Gita

Cover Buku Sai Anand Gita

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

 

Maanasa” bisa berarti “manusia”—termasuk di dalamnya pria,wanita dan di antaranya, umat manusia — dan mind, atau “pikiran”. Kitab-kitab kuno menjelaskan manusia sebagai produk dari pikiran. Pikiran adalah benih yang kemudian tumbuh menjadi manusia.

Jiwa pada dasarnya adalah mind-complex. Pikiran adalah komponen jiwa yang paling penting. Kelangsungan hidup jiwa setelah kematian pada dasarnya adalah kelangsungan hidup dari pikiran (mind). Pikiran yang bertahan inilah yang kemudian menentukan jenis dari kehidupan setelah kematian itu.

Apakah kita percaya pada teori reinkarnasi atau percaya pada masa penantian sampai akhir zaman — komponen jiwa yang berupa pikiran inilah yang akan mengalami kelahiran kembali atau memasuki masa penantian.

Namun, sekarang mari kita bicara tentang kehidupan dulu, bukan tentang kematian…..

 

MANUSIA DIKENAL KARENA PIKIRANNYA

Anda tidak akan bisa memberi kesan kepada orang lain hanya dengan penampilan luar, otot, kekayaan, atau status sosial semata. Kesan seperti itu tidak akan pernah abadi dan tahan lama. Adalah kesan mental dan intelektual yang bertahan.

Wanita tercantik yang menjadi kontestan Miss Universe masih harus membuktikan kemampuan mental dan intelektualnya. Bentuk badan dan kecantikan fisik saja tidak cukup.

Jadi sifat pikiran kitalah sesungguhnya sesungguhnya identitas sejati kita.

Di sini, pesan Swami sangatlah jelas…. “Maanasa — Wahai manusia… Perhatikanlah pikiranmu!”

Bhagavan mengingatkan kita semua untuk……

 

FOKUS PADA PIKIRAN KITA

Ingatlah ini bukanlah akhir, tapi awal dari perjalanan kita… Ini bukanlah ajakan untuk selamanya berada di alam pikiran. Ini adalah ajakan untuk bersiap-siap  untuk suatu perjalanan. Kita baru selangkah dalam perjalanan tersebut, sehingga fokus pada pikiran bukan saja suatu keharusan, namun juga sangat penting untuk dilakukan.

Ini adalah ajakan untuk mengurusi diri sendiri, mengurusi masalah dan persoalan kita sendiri. Biarkan orang lain mengurusi dirinya sendiri — masalah dan persoalannya sendiri.

Ini adalah ajakan untuk agak sedikit “mementingkan diri sendiri” — egois — supaya bisa mengenal “diri” kita sendiri. Keegoisan ini sangatlah penting — setidaknya sebagai permulaan.

Sepanjang hari kita terus-menerus memikirkan urusan orang lain sehingga melupakan urusan sendiri. Kita selalu melihat keluar, lupa untuk melihat ke dalam. Jadi, bila hidupku berantakan, kacau — bukan salah orang lain. Kekacauan ini adalah ciptaanku sendiri.

Pesan pertama Baba ini adalah juga pesan yang telah disampaikan semua avatar, nabi, buddha, Santo, dan para resi.

 

Metanoia

“Kembalilah pada dirimu sendiri!” — kata Yesus, sang Master, Kristus, Juru Selamat. Apa yang kini ditafsirkan sebagai pertobatan, awal mulanya adalah ajakan untuk melakukan U-Turn – kembali pada “diri” sendiri.

Pertobatan akan kehilangan makna dan nilainya bila kita tetap mengulangi kesalahan yang sama berkali-kali. Kesalahan yang diulangi bukan lagi suatu “mis”-take, kekeliruan, – tetapi menjadi “wrongdoing”, perbuatan yang salah. Dan,  at the end of the day, akhimya, kita harus bertanggung jawab atas semua perbuatan salah yang telah kita lakukan.

Yesus, Sang Master, selalu mengingatkan kita bahwa kita akan menuai apa yang kita tanam. Nabi Muhammad menggunakan kata “taubah” — artinya juga satu dan sama yaitu — Kembali! Dalam bahasa Siddhartha, Sang Buddha, disebut “Vipassana”. Sekali lagi, “Lihatlah ke Dalam Diri!” Kemudian inilah…..

 

LANGKAH PERTAMA DALAM SPIRITUALITAS

Sebelum melayani orang lain, layani “diri” sendiri terlebih dahulu. Karena “diri” anda adalah tugas dan tanggungjawab anda yang pertama dan terutama.

Anda tidak akan bisa menyelamatkan orang yang sedang renggelam bila anda sendiri tidak bisa berenang. Jadi, pertama-tama, belajar berenang dahulu!

Perlengkapi diri dengan keahlian terlebih dahulu, hanya dengan demikian anda bisa memanfaatkannya untuk orang Iain. Cintai “diri” anda sendiri terlebih dahulu. Isi “diri” anda dengan cinta, karena hanya dengan demikian anda bisa rnencintai orang lain. Bagaimana anda bisa membagikan cinta pada orang lain, sementara anda sendiri tidak punya cukup cinta?

“Awali harimu dengan cinta”, kata Swami, “Isi harimu dengan cinta, akhiri harimu dengan cinta — inilah jalan menuju Tuhan!” Ini adalah ajakan yang sangat jelas untuk pertama-tama mengalami, merasakan cinta untuk diri sendiri terlebih dahulu, karena hanya setelah itu anda bisa membagikannya kepada orang lain. Anda tidak bisa berbagi sesuatu yang tidak anda miliki atau alami.

Dikutip dari buku (Das, Sai. (2012). Sai Anand Gita Kidung Mulia Kebahagiaan Sejati. Koperasi Global Anand Krishna Indonesia)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

May all be prosperous and happy. May all be free from illness. May all see what is spiritually uplifting. May no one suffer. Om peace, peace, peace

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s