Jangan Terlalu Serius, Bersukacitalah! Keterlibatan di Dunia Penyebab Gelisah

Keterlibatanmu tidak bermakna. Tidak menentukan hasil akhir. Yang menentukan, tetaplah “Dia”! Yakinilah Kebijakan-Nya!

buku tantra happy-old-couple-pasangan-tua

Ilustrasi Jangan serius, bersukacitalah! Sumber google image.

Kita semua sesungguhnya sudah divonis mati dan hanya sekadar menghabiskan sisa waktu sebelum tibanya saat eksekusi. Lalu apa yang harus kita lakukan? Menangisi kematian yang akan datang? Atau menikmati hidup di masa kini?

Seseorang yang dinyatakan mengalami penyempitan pembuluh darah disarankan segera bedah by pass. “Kalau tidak diberitahu, saya masih oke-oke saja, sekarang sudah tahu mengapa saya harus khawatir?” Dia tidak menjalani operasi, makanan diperhatikan, lemak dan daging dikurangi. Dia rajin latihan Yoga di ashram. “Saya sudah tidak berlatih untuk mencari kesembuhan. Tidak sembuh pun aku bersyukur. Setidaknya dengan dengan latihan-latihan ini aku tambah tenang, tambah tenteram. Mati kena serangan jantung itu paling enak, tidak mengalami penderitaan.” Setelah dicheck 3 bulan kemudian, ternyata dia sudah sehat, tidak memerlukan operasi by pass lagi….

buku tantra yoga

Cover Buku Tantra Yoga

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

 

KYE HO! Listen with joy! Investment in samsara is futile; it is the some of every anxiety. Since worldly involvement is pointless, seek the heart of reality! Mahamudra (14)

Dari waktu ke waktu, Tilopa harus mengingatkan Naropa: “Jangan serius!” Saya sering mengirim email kepada teman-teman lama: “Be Joyful and Share Your Joy with Others!” Itulah motto kami di ashram.

KYE HO! Listen with joy!

Kye Ho” berarti bersuka-cita. Degarkan dengan sukacita. Kata-kata ini indah sekali, manis sekali. Kalimat ini bagaikan ayat suci, menyadarkan kita akan Kehadiran-Nya. Di sini dan saat ini juga.

Para pendidik dan pengajar berkata: “Serius dong!”

Para Guru, para Master, para Mursyid berkata: “Untuk apa serius? Santai saja!”

Lihatlah bunga-bunga di taman Seriuskah mereka? Pepohonan dan rerumputan — seriuskah mereka? Mereka pasrah pada Allah. Mereka menerima pemberian-Nya tanpa mengeluh. Binatang di darat dan burung-burung di langit — lihat Naropa…. Lihatlah mereka — Adakah yang serius? Belajarlah dari mereka, lepaskan keseriusanmu. Menari dan menyanyilah bersama mereka…

.

“KYE H0! Listen with joy! Investment in samsara is futile; it is the cause of every anxiety.”

Dengarkan dengan sukacita! Investasimu di dalam dunia ini tidak akan membawa basil. Malah menyebabkan kegelisahan.

Tilopa sedang menegur kita, “Kamu menanam modal dalam bidang usaha yang salah.” Kamu sudah pasti rugi, tetapi ya apa boleh buat? Lain kali jangan merugi lagi.

Dia tidak menakut-nakuti kita, “Eh, lu masuk neraka lho….” Tidak, dia malah memberi semangat, “Kamu memang salah. Tetapi setiap kesalahan bisa diperbaiki. Lain kali lebih berhati-hati. Jangan bermuka masam. Jangan cemberut. Bersukacitalah—Kye Ho!”

Kita berinvestasi dalam “suami”, dalam “isteri”, dalam “anak-anak” Kemudian mereka mengecewakan, dan kita gelisah. lsteri takut sama suami. Suami pun takut sama isteri. Anak takut sama orangtua. Orangtua pun takut sama anak. Yang melandasi hubungan kita hanyalah “rasa takut”. Takut ditinggalkan, takut kehilangan. Sama Tuhan takut. Sama setan takut. Sama manusia takut. Sama jinn takut. Sama kecoa dan nyamuk takut. Investasi kita sudah salah. Kemudian, what do we do?

Meninggalkan mereka semua? Mau pergi ke mana?

Tilopa mengatakan:

“Since worldly involvement is pointless, seek the heart of reality!”

Keterlibatanmu dengan dunia sungguh tak bermakna. Carilah kebenaran di baliknya.

Tilopa tidak mengatakan, “Tinggalkan dunia—bunuh diri saja!” Tidak. Dia mengatakan, “Keterlibatanmu tidak bermakna. Itu yang harus kau sadari.”

Tilopa sadar bahwa kita tidak bisa hidup tanpa “keterlibatan”. Dia tidak mengatakan “Jangan terlibat!” Dia hanya mengatakan, “Sadarlah bahwa keterlibatanmu tidak bermakna.” Silakan “terlibat”, dan melibatkan diri sepenuhnya. Seorang dokter menjalani profesi kedokterannya. Seorang pengacara tetap membela kliennya. Seorang pengusaha menjalankan usahanya. Tetapi sadarlah bahwa keterlibatanmu tidak bermakna. Tidak menentukan hasil akhir. Yang menentukan, tetaplah “Dia”! Yakinilah Kebijakan-Nya. Percayailah Keputusan-Nya.

And that is the heart of reality. Dialah Kebenaran Hakiki di balik segala sesuatu. Bertemanlah, bersahabatlah dengan Dia. Sapa Dia di balik panggung. Salami Dia. Ciumlah tangan-Nya.

Tidak perlu meninggalkan Panggung Dunia. Nikmatilah Pagelaran Hidup. Silakan memilih….. Mau jadi penonton atau pemain — terserah! Asal menyadari keterlibatan diri. Asal bisa membatasi keterlibatan diri. Asal ingat betul bahwa kita sedang bermain sandiwara. Ada adegan di mana anda harus ketawa—monggo. Tapi jangan lupa – permainan adalah permainan. Lagi-lagi Tilopa harus mengingatkan kita: “Jangan serius!”

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2001). Tantra Yoga. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

May all be prosperous and happy. May all be free from illness. May all see what is spiritually uplifting. May no one suffer. Om peace, peace, peace

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s