Renungan #Yoga Patanjali: Sebagai Pengguna Berbagai Topeng, Masih Waraskah Kita?

Di kantor, tempat ibadah, keluarga, bertemu wanita/pria menarik, topeng yang kita pasang berbeda

buku yoga sutra patanjali

Cover Buku Yoga Sutra Patanjali

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

 

Vita raga visayam va cittam

“Atau dengan memusatkan citta. benih plklran dan perasaan, pada seseorang yang telah bebas darl keterikatan pada objek-objek (indrawi).” Yoga Sutra Patanjali I.37

 

Sutra-sutra semacam ini sangat mengganggu psikis kita yang sudah sangat terpengaruh, sudah terlanjur terpengaruh oleh ide individualitas, oleh ide ego-pribadi—yang sesungguhnya adalah bersifat ilusif.

 

HOLA YANG BERADA DI RUMAH SAKIT JIWA menegur Bola yang datang menjenguknya, “Kamu kenapa masih di rumah sakit jiwa, bergabunglah dengan saya di sini, dengan orang-orang sehat. Nanti, terlalu lama bersama orang-orang gila, kamu bisa jadi gila juga lho!”

Bola agak kaget, “agak”, karena pikir punya pikir, Hola kan gila, dia nggak sadar. Pikir dia, saya yang gila.

Ternyata dalam ketidakwarasannya itu, indra keenam, ketujuh…ketujuhbelas Hola—semua—malah berkembang, “Hei, pikir apa kau, Bola? Kau pikir aku gila? Bola, Bola, bukan aku. Justru kau yang gila, Bola.”

Maka, Bola terpancing untuk menanggapi Hola, untuk meluruskan kedudukannya, “Hola…sobatku, sadarilah ketidakwarasanmu. Kau yang berada di rumah sakit jiwa. Ini rumah sakit. Sementara itu, aku berada di luar, di dunia luar, dunia orang waras.”

Hola ketawa terbahak-bahak, “Ya, ya, ya, orang gila memang selalu menganggap dirinya waras. Memang ada orang gila yang menganggap dirinya gila? Kasihan kau Bola, kasihan deh.”

 

BOLA MENJADI SANGAT BINGUNG. Hola terdengar sungguh meyakinkan. Apa iya justru aku yang gila? pikir Bola lagi.

Baru muncul pikiran Bola itu, Hola langsung berteriak, “Hahaha, aku sudah menangkap pikiranmu Bola, sohibku….

“Betul Bola, kau gila. Sebab itu, tinggalkan dunia gila itu, bergabunglah bersama saya di Rumah Sehat ini.”

Bola mulai meyakini apa yang dikatakan oleh Hola. “Tapi Hola, katakan bagaimana kau bisa menyimpulkan kalau duniaku sekarang ini dunia gila, dan justru tempat ini adalah Rumah Sehat?”

“Sederhana Bola, sederhana sekali.

“Orang buta pun bisa merasakan. Apalagi aku dan kamu bisa melihat, bisa menyaksikan ketidakwarasan di luar.

“Pikirkan, dalam 24 jam terakhir saja sudah berapa kali kau memasang dan melepaskan topengmu? Bersama bos, pakai topeng karyawan yang patuh, baik. Topeng penjilat. Bersama sesama rekan pekerja, kau mencaci maki bosmu. Bersama istri, si Boli, kau memasang topeng suami yang setia. Bersama simpananmu, si Joli, topengmu lain lagi. Itu kan gila, Bola!

“Di sini nggak ada topeng-topengan. Mau teriak, ya teriak. Mau kentut,ya kentut bebas, nggak usah ditahan-tahan segala. Duniamu itu dunia topeng, Bola. Di sini dunia bebas topeng.”

buku yoga sutra topeng banyak

Ilustrasi banyak topeng yang kita pakai di berbagai keadaan

 

COBA ANDA RENUNGKAN KATA-KATA HOLA. Betul nggak? Ada betulnya kan?! Bahkan, sesungguhnya betul. Kita semua—well, mayoritas—hidup di dunia ini dengan bertopeng, dengan berganti topeng setiap saat. Adakah yang hidup tanpa topeng?

Ada.

Tidak banyak. Hanya segelintir. Tapi ada. Nah, Patanjali menasehati kita:

“Jika kau bertemu dengan orang seperti itu, dengan seseorang yang hidup tanpa topeng, maka contohlah kehidupannya. Pusatkan kesadaranmu padanya.

“Perhatikan gaya hidupnya.

“Pelajari pola hidupnya, dan tiru.” Demikian maksud sutra ini.

 

PATANJALI SEDANG MENYENTIL EGO KITA. Ia sedang menunjukkan bila selama ini klta tidak lebih baik daripada Bola. Bola masih bisa memakai dan melepaskan topengnya, kita tidak bisa. Topeng kita terpakai terus, tidak pernah lepas. Di atas satu topeng, kita memakai topeng yang lain. Belum pula lepas topeng ketiga, sudah memakai topeng keempat.

Berlapis-lapis topeng identitas palsu menutupi kita. Ketika becermin pun, yang terlihat adalah wajah bertopeng. Wajah asli sudah tertimbun di bawah topeng sosial, topeng ekonomi, topeng akademi, topeng kepercayaan, topeng profesi, dan masih banyak topeng-topeng lain.

Nah, jika belum bisa melepaskan topeng; jika masih sangat terikat dengan topeng, maka pusatkan perhatianmu pada seseorang yang tidak bertopeng. Jika belum bisa melihat wajah diri yang asli, lihatlah wajah-asli seseorang yang tidak bertopeng.

“Seperti itulah wajahmu! Sekarang tentukan pilihan, mau hidup bertopeng seperti badut, atau mau melepaskannya!”

 

“MEMUSATKAN KESADARAN PADA SESEORANG YANG TIDAK LAGI TERIKAT dengan objek-objek indrawi” tidak berarti hanya memandangnya atau memujanya. Tidak. Melihat orang yang tidak bertopeng mesti menggelisahkan diri kita. “Celaka tiga belas setengah, tolol aku, selama ini bertopeng melulu, sampai lupa wajahku tanpa topeng seperti apa!” Kemudian dengan bekal kesadaran itu, lepaskan topeng-topeng yang selama ini telah menutupi wajah kita.

Patanjali mengidentifikasikan bahan baku topeng-topeng yang selama ini kita gunakan. Ia menyebutnya keterikatan atau raga, yang bisa juga diartikan sebagai ketertarikan.

 

BERARTI, BARU TERTARIK SAJA, kita sesungguhnya sudah memakai topeng. Tertarik pada seorang lawan jenis, tingkah laku kita langsung berubah.

Hola boleh berusia 67, tetapi ketika bertemu dengan seorang gadis berusia 17, ia pun menganggap dirinya berusia sama. “Beda tipis!”

Bola mengingatkan, “Hola, beda 50 tahun itu bukan beda tipis. Tipis dari mana?”

Hola melakukan kalkulasi cepat, “Bola, dari apa yang kamu sebut 50 tahun, kurangi dulu dengan hari-hari libur dan Saptu-Minggu, kurang lebih 130-an hari atau 4.5 bulan setiap tahun kali 50 tahun. Berarti sepertiga dari 50 tahun, sisa 33 tahun. Kurang lagi dengan waktu tidur, mandi, kakus segala—taruhlah 12 jam sehari—berarti setengah dari 33 tahun, sisa 16-an tahun.”

Bola pusing tujuh keliling, “Hola, Hola, kamu tidak sadar? Taruhlah sesuai kalkulasimu, kan masih ada perbedaan 16 tahun. Itu beda tipis?”

Hola menjawab secara spontan, “Kamu tidak menghitung waktu yang kusia-siakan bersama Holi? Lima belas tahun menikah ia lari sama sopir…. Enam belas minus lima belas, sisa satu, ya setahun. Beda setahun, beda tipis!”

 

PERHATIKAN JUMLAH TOPENG YANG DIPAKAI HOLA! Dan topeng pertama adalah Topeng Ketertarikan, Raga.

Begitu indra kita tertarik pada sesuatu, maka ia pun menawarkan topeng kepada kita. Dan kita memakainya tanpa berpikir panjang. Ketertarikan indra pada pemicu-pemicu di luar, pada segala sesuatu yang merangsangnya, adalah awal mula dari hidup bertopeng.

Sekali melayani satu indra saja, maka tak henti-henti setiap indra menagih sesuatu, menagih terus. Ketertarikan terjadi pada level citta, benih pikiran dan perasaan. Jika dilayani, akan mengkristal menjadi keterikatan pada level manah atau mind, gugusan pikiran dan perasaan.

Pertemuan dengan seseorang yang sudah bebas dari Vita Raga Visayam, dari ketertarikan rnaupun ketidaktertarikan pada objek-objek duniawi, adalah berkah yang sungguh sangat langka.

Bebas dari Ketertarikan-Ketidaktertarikan, pada Benda-Benda, ataupun Kondisi-Kondisi yang dapat Merangsang Indra adalah ciri seorang Sadguru, seorang Pemandu Spiritual yang telah berhasil mengendalikan citta-nya, menghentikan segala gejolak yang dapat terjadi pada benih pikiran dan perasaan.

Bertemu dengan seorang Sadguru, dengan Pemandu seperti itu menjamin kita tidak akan pernah tersesat dalam perjalanan. Tentu, dengan catatan bila kita mengindahkan panduannya.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

May all be prosperous and happy. May all be free from illness. May all see what is spiritually uplifting. May no one suffer. Om peace, peace, peace

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s