Renungan Diri: Sulit Tidur Nyenyak karena Mikir Uang, Menyimpan Amarah dan Mabuk Nafsu Birahi?

buku Dvipantara Dharma Sastra cover_ED

Cover Buku Dvipantara Dharma Sastra

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

 

Sara Samuccaya 94

Keserakahan atau keinginan untuk memiliki

sesuatu yang merupakan milik orang lain,

tidak pernah membahagiakan manusia,

baik dalam hidup ini maupun setelah kematiannya

(sebab ia akan terobsesi oleh apa yang diinginkannya itu).

Oleh karenanya, seseorang mesti mengejar kebahagiaan sejati

yang hanyalah diperoleh dengan melampaui keserakahan

(termasuk iri hati dan rasa cemburu terhadap orang lain).

 

Sara Samuccaya 95

Hendaknya seseorang selalu bersikap sama terhadap semua makhluk;

tidak serakah, dan tidak merasa iri, pun tidak melayani pikiran atau perasaan

yang tidak realistis dan tidak selaras dengan perbuatannya

(mendambakan, memimpikan, atau menginginkan sesuatu

tanpa ditunjang dengan kerja keras).

 

Sara Samuccaya 96

Kendalikanlah gugusan pikiran serta perasaan dan indra,

supaya tidak terlibat dalam perbuatan-perbuatan tercela;

di luar jangkauan maupun kemampuan; dan bersifat tidak mulia,

yang akhirnya hanyalah menyebabkan bencana.

 

Sara Samuccaya 97

Barangsiapa menaruh rasa iri terhadap harta benda; rupa/penampilan;

kekuasaaan; kelahiran/kebangsawanan; kebahagiaan;

kesejahteraan; dan ketenaran/kemuliaan orang lain —

hanyalah mengalami penderitaan yang tidak pernah berakhir.

buku dvipantara dharma sastra meditasi-ananda-stress-management 

Latihan Mind Culturing (Pengendalian Mind) dalam Neo Ananda Stress Management (Seni Memberdaya Diri 1) sangat membantu laku pengendalian diri seperti nasehat leluhur dalam Kitab Sara Samuccaya.

 

Sara Samuccaya 98

Dunia ini, alam ini adalah milik mereka yang tabah/sabar, dan mudah memaafkan

demikian pula dengan dunia lain, alam lain setelah kematian —

sama-sama milik mereka yang tabah/sabar, dan mudah memaafkan,

dalam pengertian hidup mereka di dunia ini, maupun setelah kematian,

menjadi mudah dan tanpa beban pada Jiwa.

Di dunia ini, mereka dihormati.

Di dunia lain, alam lain, mereka meraih kesempurnaan.

 

Sara Samuccaya 99

Bagi mereka yang ingin memimpin, menjadi penguasa ideal,

tiada kemuliaan dan tindakan yang sehat/baik

melebihi pemaafan dan ketabahan/kesabaran.

 

Sara Samuccaya 100

Tanpa kehadiran mereka yang tabah/sabar seperti bumi, dan mudah memaafkan,

tiada pula persatuan dan persaudaraan di dunia ini.

Angkara-murka, emosi-amarah, ketersinggungan, kekesalan, dan sebagainya

hanyalah menyebabkan perpecahan dan kekacauan.

 

Sara Samuccaya 101

Seseorang disebut manusia sejati,

karena kemampuannya menaklukkan angkara-murka,

dengan cara memaafkan, dan membuang jauh-jauh emosi amarahnya

sebagaimana ular melepaskan kulitnya.

 

Sara Samuccaya 102

Sepanjang hidupnya, jika seseorang membunuh dan berupaya

untuk menaklukkan setiap orang yang memusuhi dan membencinya,

tetaplah ia tidak dapat mengakhiri permusuhan dan kebencian.

Namun, barangsiapa dapat menaklukkan angkara-murka dan emosi-marahnya,

akhirnya terbebaskan dari permusuhan dan kekacauan.

 

Sara Samuccaya 103

Wahai Baginda Raja, Pemimpin Yang Mulia,

taklukanlah angkara-murka; telanlah emosi-amarahmu, jadilah tenang.

Amarah hanyalah menyebabkan rasa pening, walau sesungguhnya badan tidak sakit

Ia — emosi-amarah — merampas segala kemuliaan dan berakibat tidak baik.

Sesungguhnya mereka yang mulia sajalah

yang dapat menaklukkan angkara-murka, menelan emosi-amarah.

 

Sara Samuccaya 104

Seorang pemimpin, atau siapa saja, yang tidak termabukkan oleh kekuasaan

dan dapat menaklukkan emosi amarahnya; serta bersikap terhadap orang lain,

sebagaimana ia bersikap terhadap dirinya sendiri —

senantiasa meraih kebahagiaan dan segala kenikmatan dan kemudahan.

 

Sara Samuccaya 105

Seseorang yang menaruh rasa dendam atau permusuhan

di dalam hatinya, tidak bisa tidur nyenyak.

Pikiran dan perasaamya tidak enak, seolah ada ular berbisa di rumahnya

 

Sara Samuccaya 106

Tiada pula tidur nyenyak bagi mereka yang sakit, takut,

menyimpan emosi-amarah di dalam hati,

memikirkan uang, dan termabukkan oleh nafsu birahi.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Dvipantara Dharma Sastra, Jakarta: Centre for Vedic and Dharmic Studies)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

May all be prosperous and happy. May all be free from illness. May all see what is spiritually uplifting. May no one suffer. Om peace, peace, peace

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s