Renungan Diri: “Mati Sajroning Urip”, Mati Semasa Hidup, Mati bagi Dunia Luar?

buku atmabodha

Cover Buku Atma Bodha

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

 

Ia yang telah menemukan Kedamaian di dalam dirinya terbebaskan

dari keterikatan pada kenikmatan yang dapat diperoleh dari hal-hal luaran yang ilusif.

Bagaikan pelita yang berada di dalam sebuah guci ia menerangi dirinya sendiri. Atma Bodha 51

 

Apa maksud Shankara? Sekarang pun sudah ada “pelita” di dalam diri kita, tetapi cahayanya tersebar ke mana-mana. Ia menerangi badan, pikiran, perasaan, dan masih banyak lapisan kesadaran yang lain. Belum lagi cahaya yang mengalir ke luar….

Untuk melihat sesuatu saja, sudah “ada” yang harus mengalir ke luar. Apa lagi untuk melakukan sesuatu, memikirkan sesuatu, merasakan sesuatu. Kegiatan kita sepanjang hari membutuhkan pengaliran cahaya ke luar diri.

Bila ingin menerangi diri, pelita harus ditempatkan di dalam Ghata, di dalam sebuah guci yang terbuar dari tanah liat, sehingga tidak ada cahaya yang mengalir ke luar.

Kantor-“ku” bcrcahaya, maka “aku” terikat dengan kantor. Keluarga-“ku” bercahaya, maka “aku” pun terikat dengan keluarga. Pacar-“ku”, kekasih-“ku”, harta-benda dan tabungan-“ku” bercahaya dan “aku” terikat pada semuanya.

“Aku” tak sadar bahwa sesungguhnya keterikatan-“ku” hanyalah dengan cahaya yang berasal dari dalam diri-“ku” pula.

Seorang jeevanmukta menyadari hal itu. Dia menyadari “asal-usul”, “sebab-musabab” keterikatannnya. Dan, kesadaran itu membebaskan dirinya dari keterikatan.

Misalnya, “aku” terikat dengan uang dan mencarinya ke mana-mana, sampai ke negeri Paman Sam pun jadi. Pada suatu ketika, aku pulang kampung. Untuk mengisi waktu luang, aku mengolah tanah untuk menanam jagung. Yang “ku”-temukan malah harta karun. Apakah “aku” akan pulang ke negeri orang lagi?

Seorang jeevanmukta sadar bahwa apa yang sedang ia cari ada di dalam dirinya, sudah dari dulu. Tinggal menggali diri saja, maka seluruh kesadarannya dialihkan ke dalam diri. Ini yang dalam bahasa berbagai tradisi disebut “mati sebelum mati”, “mati semasa hidup”. Dengan seluruh kesadaran dialihkan ke dalam diri, seseorang “mati” bagi dunia luar, bagi hal-hal luaran, bagi bayang-bayang di luar diri, bagi segala sesuatu yang bersifat ilusif.

buku atma bodha mati sajroning urip

Ilustrasi Mati Selagi Hidup

Kemudian… kegiatan fisik, mental, emosional dan intelektual hanya berjalan sampai habisnya “energi kehidupan”. Inilah keadaan seorang mesias, nabi, avatar, buddha, wali, murshid, Manusia-Allah atau apa pun sebutannya. Ia sudah mati, and yet ia hidup. Apa pun “hasil” sisa hidup seseorang yang “sudah mati”, itu merupakan berkah bagi umat manusia. Tulisan mereka, ucapan mereka, nyanyian dan bahkan teguran serta omelan mereka adalah murni “hasil kesadaran”. Tak ada susu, madu, apalagi air semurni itu. Itulah “Air Kehidupan”. Take a sip and you are “saved”! Cicipi sendiri seteguk darinya, dan kamu tahu penyelamatanmu sendiri.

Apa yang kita “suci”-kan selama ini bukanlah “hasil perenungan” para suci, tetapi pewujudan dari “sisa kehidupan” yang mereka miliki. Itu yang membuat tulisan mereka berbeda dari tulisan kita. Anda bisa “menulis seperti mereka”, tetapi itu tak akan sama dengan apa yang “tertulis lewat mereka”.

Lewat para nabi, avatar, mesias, buddha, wali dan murshid, Energi Kehidupan sedang mengekspresikan diri. Apa yang mereka katakan bukanlah kata-kata mereka; hanya “keluar” lewat mereka.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2001). Atma Bodha Menggapai Kebenaran Sejati Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

May all be prosperous and happy. May all be free from illness. May all see what is spiritually uplifting. May no one suffer. Om peace, peace, peace

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s