Renungan Diri: Trisula Siva Lambang Inteligensia? Lepaskan Keakuan Diri sebagai Pelaku?

Anggap Gusti sebagai Pelaku Tunggal!

buku dvipantara yoga sastra

Cover Buku Dvipantara Yoga Sastra

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

 

||Sang Hyang Majnana 51 ||

suṣuptasya devatokto rudrarūpaḥ kāladharaḥ

trinetrastriśūlahastaḥ śarvvo vṛṣbhavāhanaḥ

 

“Suṣuptapada atau Keadaan Tidur Lelap tanpa Gangguan/Mimpi

(Keadaan Hidup dan Mati Berkesadaran) adalah alam Rudra Śiva,

Hyang Maha Berkilau, Hyang Maha Membahagiakan

bersama para deva, para makhluk surgawi yang manembah pada-Nya.

 

“Kāla, sang Waktu berada di dalam kendali-Nya.

Ia, yang Bermata-Tiga, memegang Triśūla atau Trisula dan mengendarai seekor sapi jantan.”

 

“LAGI NGAPAIN, HOLA?”

Untuk pertanyaan “standar” seperti itu, jawaban Hola pun standar, “Just killing time.” — “Ngabisin waktu.”

Menghabisi waktu?

Apakah kita sungguh bisa menghabisi waktu? Master selalu mengingatkan kita, “Bukan kalian yang menghabisi waktu. Sesungguhnya adalah waktu, Kala yang Agung yang menghabisi kalian.”

 

RUDRA, HYANG MAHA BERKILAU tidak membunuh waktu, tetapi Ia telah melampaui waktu — Ia tidak dikendalikan oleh waktu. Ia mengendalikan waktu — masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Karena alasan inilah, Ia juga digambarkan bermata tiga. Kemampuan untuk melihat masa lalu, masa kini, dan masa depan sebagai satu kesatuan — inilah arti yang tersirat. Dan inilah bagaimana seseorang bisa sungguh melampaui waktu.

Saat kita mulai melihat masa lalu, masa kini, dan masa depan sebagai satu kesatuan, satu rangkaian, kita terbebaskan dari belenggu waktu. Putus sudah rantai yang rnengikat kita.

Master saya menjelaskan hal ini dengan sangat indah, “Segala sesuatu terjadi dalam ruang dan waktu. Tanpa ruang dan waktu — yang sesungguhnya satu, saling terkait — tiada yang bisa terjadi. Bahkan jika ada yang terjadi, kita tidak bisa mempersepsikannya. Persepsi kita, pengetahuan kita didasarkan pada faktor ruang/waktu.

“Tetapi faktor ruang/waktu tidaklah menciptakan perpisahan antara masa lalu dan masa kini, atau antara masa kini dan masa depan. Pembagian tersebut merupakan produk dari mind kita.

“Para binatang tidak menyadari pembagian ini.

Hari demi hari, setiap hari dalam kehidupan mereka, mereka melalui hidup yang sama. Mereka melakukan rutinitas yang sama. Mereka tidak mengeluh karena mereka tidak mampu memisahkan waktu dan membandingkan masa kini dengan masa lalu, atau kuatir akan masa depan.

 

“MANUSIA HARUS DAPAT MEMPEROLEH KEMBALI KESEDERHANAAN YANG SAMA, tapi tanpa mengorbankan inteligensia mereka. Makhluk-makhluk yang lebih rendah, para binatang tidak sadar akan pembagian waktu karena minimnya inteligensia. Sebaliknya, manusia harusnya tidak terganggu dengan pembagian tersebut karena memiliki inteligensia.

Rudra, sang Siva adalah Perwujudan dari Inteligensia, oleh karenanya Ia mampu melampaui waktu dan mengendalikan waktu.

Tiga pembagian waktu; trisula; tiga mata—semua tiga ini dilampaui oleh Siva — termasuk pembagian antara yang melihat, yang dilihat, dan tindakan melihat itu sendiri.

“Apakah itu mungkin, Master?”

“Ya, mungkin — lepaskan keakuan sebagai pelaku. Apa pun yang kalian lakukan, anggaplah itu terjadi melalui diri kalian, melalui tubuh kalian, melalui indra kalian.

“Anggaplah Gusti sebagai Pelaku Tunggal.

Setelah melakukan itu, tanpa perlu menunggu lama, kalian akan mampu melampaui semuanya. Langkah-langkah lain menjadi begitu mudah dan alami. Tidak perlu berupaya lagi.

“Belajarlah dari…..

buku dvipantara yoga shivanandi

Ilustrasi Siva dan Nandi

 

“NANDI, SAPI JANTAN — KENDARAAN SIVA, perwujudan dari panembahan dan pelayanan. Inilah jalan untuk melepaskan rasa keakuan sebagai pelaku, yang merupakan bahan bakar bagi ego. Tanpa keakuan sebagai pelaku, tiada ego.

“Dan, untuk meraih itu, Iakukan segalanya dalam semangat kepanembahan, sebagai pelayanan kepada Gusti. Lihatlah segala sesuatu dan setiap orang sebagai perwujudan Gusti. Siva bukanlah sekadar gagasan belaka. Siva bukanlah sebuah gambar. Siva adalah identitas kalian, jati diri sejati kalian. Kalian adalah Siva, Sivoham — Akulah Siva. Keadaan Kesatuan tersebut bukan hanya mungkin, tetapi haruslah dicapai, karena itulah takdir sejati dari seluruh umat manusia.”

Dikutip dari (Krishna, Anand. (2015). Dvipantara Yoga Sastra, Jakarta: Centre for Vedic and Dharmic Studies)

 

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

May all be prosperous and happy. May all be free from illness. May all see what is spiritually uplifting. May no one suffer. Om peace, peace, peace

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s