Sulitnya Mengisi Aplikasi Visa US Online dan Mengisi Kehidupan di Dunia “Nyata”

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

“Tirai Maya, hijab ilusif, yang terbuat dari tiga sifat alam – Sattva yang menenangkan, Rajas yang penuh gairah, dan Tamas yang membuat malas dan membodohkan – memang sungguh menakjubkan dan sulit dilampaui. Hanyalah mereka yang senantiasa berbakti pada-Ku, dan Jiwanya terpusatkan pada-Ku yang akan dapat melampauinya.” Bhagavad Gita 7:14

Maya – kekuatan ilusif ini adalah kekuatan-Nya, yang menimbulkan, memunculkan “kesan ciptaan”. Ya, “kesan ciptaan” – seperti kesan suka-duka, banjir-kering, panas-dingin, kelahiran-kematian, dan sebagainya yang kita peroleh saat menyaksikan sebuah pertunjukan. Semuanya sekadar kesan.

Kelahiran dan kematian; suka dan duka adalah tuntutan “peran” yang dimainkan oleh para pemain di atas panggung. Ketika “peran” itu berakhir, si pemain tidak ikut berakhir dengannya. Ia bisa muncul lagi dalam periode berikutnya, melanjutkan perannya. Atau, bahkan memainkan peran lain. Atau muncul dalam kisah lain.

Memang membingungkan – Kita selalu dibingungkan oleh kisah-kisah yang seolah tidak berkesinambungan, sebagaimana seseorang yang tiba-tiba menonton satu episode sinetron yang sudah berjalan lama. Ia tidak mengetahui kisah awalnya. Ia tidak tahu alur ceritanya seperti apa.

Mengetahui seluruh cerita, menyaksikan sinetron atau serial dari awal pun sesungguhnya hanyalah untuk menghibur diri. Janganlah percaya pada  peran yang dimainkan oleh setiap pemain. Itu bukan karakter mereka, bukan sifat mereka yang sesungguhnya.

Tertipu oleh peran – tertipu oleh karakter-karakter di atas panggung. Kita pun sedang menuju nasib yang sama. Mati secara alami dalam keadaan kecewa atau mati bunuh diri – sama saja. Unsur kekecewaan ada dalam keduanya.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

 

Kehidupan di dunia bersifat Ilusif

Ibarat media sosial facebook, kehidupan di dumay, dunia maya dalam arti dunia online dapat menjadi contoh bagi kehidupan di dunia “yang kita sebut nyata” yang hakikatnya juga merupakan ilusi. Suka duka saat saling berbagi di Facebook, itu hanya akibat pertemanan di dunia maya.

Kalau direnungkan, Tuhan itu ibarat sedang main game, dan kita semua dan alam seisinya adalah ciptaan dalam laptop-Nya. Kita merasa hidup, mengalami suka-duka dalam game laptop ciptaan-Nya. Seandainya, kita tahu bahwa kita hanya hidup dalam game-Nya, kita akan lebih tenang menghadapi gejolak kehidupan. Untuk itu di dunia yang bersifat ilusif pun kita perlu seorang pemandu untuk menunjukkan mana yang ilusif dan mana yang real, nyata. Mengikuti petunjuk pemandu untuk melihat kehidupan kita yang sesungguhnya hanya berada dalam “game” saja. Kadang kita mohon sampai mulut berbusa-busa dan kaki kesemutan dalam duduk bersila memohon sesuatu yang bersifat sementara. Apa yang kita minta bukan hal yang bersifat abadi. Setelah memperoleh pun kita akan disibukkan dengan keinginan lain yang tidak ada habisnya sampai maut menjemput kita.

2 bangkok 16

Foto bersama Mark Zuckerberg Boss Facebook

 

Mengisi form aplikasi Visa US online

Seandainya ada pemandu yang sudah biasa mengisi aplikasi visa seperti biro-biro perjalanan di Jakarta, atau dipandu langsung orang yang sudah pernah bepergian ke US, maka pengisian form aplikasi visa online tidak banyak masalah. Akan tetapi saya sudah tua dan tinggal di Solo, pula jarang berbahasa Inggris dengan kondisi modem laptop yang kadang-kadang lemot, sehingga kisah ini bisa dituliskan. Lucu memang, nggak apa-apa kan?

Pertama sekali kesalahan tentang memuat alamat email dan pemberitahuan ke US Visa Service Desk dan diminta membuat email yang benar. Setelah mengisi dengan alamat email yang benar, kemudian pada step 6, saya membuat kesalahan saat memasukkan “aplicant” sehingga pengisian berhenti. Setelah menanyakan hal tersebut, kemudia saya diminta membuat alamat email baru yang belum pernah dimasukkan ke form DS-160 tersebut.

Selanjutnya, ada satu step yang terlewati sehingga saya dan istri bisa membayar visa fee masing-masing ke CIMB Bank Niaga. Setelah step yang terlewati saya ulangi, ternyata sebetulnya saya diminta membayar atas nama saya untu pembayaran saya dan istri. Kembali saya minta konfirmasi tentang hal yang sudah saya lakukan dan bagaimana agar jadwal pertemuan ke kedubes AS tetap bisa bersama istri. Kemudian ditanggapi bahwa membayar visa fee masing-masing tidak masalah, dan jadwal pertemuan ke kedubes tetap bisa bersama. Selanjutnya kita diminta mengisi Receipt Pembayaran pada form aplikasi online tersebut, dan ternyata nomor yang saya masukkan tidak bisa diterima. Kembali saya bertanya ke US Visa Service Desk dan diberitahu nomor yang harus dimasukkan.

Sebelumya ada tulisan agar ditulis pernah ke Amerika bila pernah. Saya pernah ke Amerika 20 tahun yang lalu bersama Tim Ditjen Pengairan mempelajari pengelolaan wilayah sungai di Amerika dari West Coast sampai East Coast, kalau tidak salah sekitar 9 orang. Saat Tim sampai Washington para istri anggota Tim menyusul dan saya bersama istri sempat beberapa hari di Washington dan pergi ke New York lihat patung Liberty. Akan tetapi saat diminta melengkapi data passport waktu itu dan data keimigrasian, jelas tidak ada, karena saat itu kondisinya jauh berbeda. Oleh karena itu saya menulis belum pernah ke Amerika.

1994 studi banding water resources di US

Foto bersama dua teman saat di Amerika 20 th lalu, yang satu menjadi Menteri PU, yang lainnya mantan Dirjen di Dep Pertanian, sedangkan yang di tengah orang biasa. Hehehe.

Selama pengisian saya selalu konsultasi kepada anak saya yang berada di Boston via WA. Akhirnya pengisian selesai dan menulis kapan waktunya datang ke Kedubes AS. Saya memilih waktu 2 hari kemudian dan kemudian mencari tiket kereta agar bisa datang ke kedubes pada waktunya.

DSC_0007

Foto membeli tongsis, tongkat selfie, agar tidak merepotkan minta orang mem-foto kita

 

Datang di waktu pagi dan saya bersama istri ikut baris antrian (kali ini in-line bukan on-line)yang panjang masuk ke kedutaan. Setelah pembuatan sidik jari dan antri untuk tanya jawab, kami berdua melihat ada 2 orang perempuan di depan saya ditolak dan tidak diberikan visa. Pada waktu saya menunjukkan alamat anak di Boston serta berkas visa dia, maka petugasnya langsung acc dan dua hari kemudian paspor kami berdua sudah dikirim ke biro ekspedisi pengiriman surat di Solo.

Ternyata mengisi form aplikasi visa via online pun perlu pemandu, dalam hal ini pemandunya adalah US Visa Service Desk, entah 7 atau 8 kali saya berkonsultasi, dan asisten pemandunya anak saya yang berada di Boston. Bagaimana pun yang penting akhirnya memperoleh Visa masuk US.

Pengalaman tersebut membuat saya menulis di twitter:

Visa USA. Isi form online ckp sulit. Brkali kl tanya pemandu ol us embassy desk service. Dmk jg ngisi khdpn dunia maya. Namaste #PemanduHidup

2 bangkok 18

Foto diwawancarai Oprah Winfrey di Museum Madame Tussaud Bangkok

 

Kedekatan Arjuna dengan Krisna, Sang Pemandu di dunia maya yang ilusif

“Ketika seorang bijak menyadari segala sesuatu sebagai perwujudan-Ku, perwujudan Tuhan; kemudian dengan kesadaran demikian, ia memuja-Ku – maka ketahuilah bahwa ia telah mencapai ujung kelahiran dan kematiannya. Inilah kehidupannya yang terakhir. Seorang seperti itu sungguh sukar ditemukan.” Bhagavad Gita 7:19

Para Bijak – sebijak apa pun mereka – masih tetap berada dalam siklus kelahiran dan kematian. Mereka belum bebas. Banyak sekali pemikir hebat dan para filsuf spiritual – bukan sekadar berfilsafat memamerkan pengetahuan – semuanya masih terperangkap dalam dan oleh alam-benda. Semuanya masih belum dapat melihat apa yang sesungguhnya ada di balik tirai ilusif maya yang membingungkan.

Maya – Kekuatan yang bersifat ilusif memberi kesan “ada” padahal “tidak ada”. Maya memang diciptakan untuk memfasilitasi pertunjukan-Nya di atas panggung dunia ini. Seperti halnya para penyelenggara pertunjukan modern menggunakan sound system, lighting, dan berbagai peralatan mutakhir lainnya untuk memeriahkan pertunjukan – pun demikian Tuhan menggunakan maya untuk menciptakan berbagai ilusi!

Bayangkan kejadian ini – seorang penyelenggara atau stage director didatangi seorang sahabat lama. Ia ikut menyaksikan pertunjukan, yang dihebohkan sebagai sulap terbesar sepanjang masa. Kemudian, seusai show ia menyalami sang stradara dan mengucapkan selamat, “Wah, hebat sekali tadi – khususnya bagian…..”

Sang Sutradara tersenyum, “Bagian sulap yang kau saksikan itu, sungguhnya bukan sulap – hanya ilusi mata. Datanglah ke belakang panggung. Lihatlah peralatan yang canggih ini, semuanya digunakan untuk menciptakan ilusi sesaat, sehingga penonton terkesima, terperangah, menganggap sulap!”

SANG SUTRADARA MENJELASKAN HAL ITU kepada seorang sohib, seorang yang dipercayainya, dicintainya, disayanginya. Ia tidak akan membuka semua kartunya di depan siapa saja. Tidak.

Demikian pula dengan Krsna dalam Gita. Ia menjelaskan hal-hal yang terjadi di belakang pangung. Ia menjelaskan cara kerja alam semesta kepada Arjuna yang memang layak untuk mendengarkannya.

Sekarang renungkan pula apa kelayakan Arjuna?

SEPERTI APAKAH KELAYAKAN SEORANG ARJUNA? Apakah ia mesti mengetahui segala sesuatu tentang show bussiness, tentang sound system, tentang lighting, tentang panggung? Apakah dia mesti menguasai semuanya itu, kemudian baru dianggap layak oleh seorang dalang, seorang sutradara?

Jawabannya: Tidak.

Jika seorang Arjuna sudah menguasai, sudah mengetahui semua itu, maka untuk apa lagi diajak ke belakang panggung dan diberitahu oleh Krsna? Krsna tidak perlu menjelaskan apa-apa. Dia sudah tahu semuanya.

Ternyata tidak demikian. Seorang Arjuna yang adalah dari keturunan para raja; berdarah biru, berpendidikan – masih saja, masih tetap, masih bisa tertipu, oleh adegan-adegan ilusif di atas panggung.

Seorang bijak – sebijak apa pun – masih tetap bisa tertipu oleh ilusi baik-buruk, lahir-mati, dan sebagainya.

UNTUK KELUAR DARI ILUSI ITU. Untuk mengetahui ihwal di balik panggung, kelayakan Arjuna hanyalah satu. Yaitu, “kedekatan”nya dengan Krsna. Hubungannya dengan Krsna. Inilah kelayakan Arjuna.

Dekatilah Sang Sutradara – dan Ia akan membuka, mengungkapkan segala rahasia, sebagaimana yang terjadi antara Krsna dan Arjuna.

Dengan memuja-muji pertunjukan-Nya, dengan mengagumi ilusi-Nya – kita menjadi penonton yang baik. Namun hanyalah dengan cara bersahabat dengan-Nya – maka, Ia akan mengajak kita ke ruang rahasia-Nya.

Bersahabatlah dengan-Nya! Dan, landasan bagi persahabatan adalah cinta-kasih, cinta-kasih yang tulus. Inilah kelayakan Arjuna yang mana mesti menjadi kelayakan diri kita juga. Lima huruf dalam kata “Cinta” atau “Kasih” mengandung semua huruf dari semua kata.

Ketika kita mengagumi seseorang, kita bisa berkata-kata, kita bisa berpuisi dan bersyair, kita bisa mencintai seseorang, maka tiga kata “I love you” sudah cukup. Tidak perlu ber-“kata-kata” banyak cukup tiga kata.

Jadi bukan sekadar menjadi bijak, tapi juga mencintai – inilah rahasia kedekataan Arjuna dengan Krsna, rahasia kedekatan seorang siswa dengan Sadguru, Sang Pemandu Rohani!

 

KOMBINASI KETULUSAN DAN KEBIJAKSANAAN melahirkan seorang Arjuna. Memang sulit menemukan orang seperti itu. Sama sulitnya seperti menemukan seorang sahabat lama di antara para kerumunan para penonton, yang dapat diajak untuk melihat apa yang terjadi di balik panggung.

Lagi-lagi, soalnya bukan kelayakan intelektual, tapi kelayakan cinta kasih, kedekatan rohani! Kemudian dari pertemuan antara kebijaksanaan dan ketulusan hati – lahirlah semangat manembah yang sesungguhnya. Saat itu seorang siswa, murid, Arjuna melihat kehadiran-Nya di mana-mana. Ketahuilah bahwa seorang yang telah mencapai keadaan itu sudah selesai dengan dunia benda ini. Ia berada di ujung siklus kelahiran dan kematiannya.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

May all be prosperous and happy. May all be free from illness. May all see what is spiritually uplifting. May no one suffer. Om peace, peace, peace

Silakan ikuti kisah sebelumnya

https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2016/02/26/pemandu-perjalanan-dan-pemandu-kehidupan/

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

2 thoughts on “Sulitnya Mengisi Aplikasi Visa US Online dan Mengisi Kehidupan di Dunia “Nyata”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s