Pemandu Perjalanan dan Pemandu kehidupan

Cover Buku Kehidupan

buku kehidupan

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

 

“Tak ada yang salah dengan kitab-kitabmu. Tetapi, peta hanya dibutuhkan bila kau tidak memiliki pemandu. Lihat, aku siap melayanimu. Aku pemandumu. Ikutilah aku.………… Peta memang baik untuk dipelajari, tetapi mempelajari peta saja tak dapat mengantar kita sampai ke tujuan. Berhentilah kalian mempelajari peta. Ikutilah aku. Aku Pemandumu. Berjalanlah bersamaku. Seungguhnya akulah jalan.” Kata Rano. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2005). Ishq Allah, Terlampauinya Batas Kewarasan Duniawi & Lahirnya Cinta Ilahi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Mengapa ke Boston?

Kami berdua diberi kesempatan untuk bepergian ke Boston menengok anak yang sedang tugas belajar di Boston University, Massachusetts, USA dari tanggal 16 – 23 Februari 2016.

Istrinya sudah menemaninya sejak bulan November 2015, akan tetapi pada bulan Oktober 2015, dia mengalami usus buntu yang sudah pecah. Saya sudah yakin bahwa anak saya akan selamat, saat Pemandu saya mengatakan kepada istri saya, untuk tidak menangis karena semua akan baik-baik saja.

Bukan suatu kebetulan bila Pemandu saya mengatakan pada suatu kesempatan bahwa salah seorang sahabat saya, Pak Marhento Wintolo diberkati kekuatan penyembuh. Dan pada waktu itu saya minta tolong kepadanya untuk menyembuhkan dari jarak jauh dan selanjutnya saya minta anak saya kontak WA (whatsapp) dengan dia. Anak saya mengatakan setelah diminta mengelus-elus perutnya dengan penuh kasih, dia merasa ada rasa panas di perutnya dan kemudian tidur nyenyak. Dan, kemudian dia mengirim berita bahwa walau usus buntunya pecah, akan tetapi dalam keadaan kering dan tidak ada cairan yang bisa keluar kemana-mana serta membahayakan dirinya.Setelah sebulan, usus buntunya diambil tanpa operasi hanya dibuat 3 lobang, untuk mengambilnya. Katanya selesai diambil, lubang tersebut dilem dan sudah bisa pulang, makan mulai yang lembut dan saat ini sudah sembuh. Bagaimana pun sebagai orangtua saya dan istri berketetapan menengoknya dan memberi semangat kepada dia dan istrinya. Itulah alasan kami berdua menengoknya.

Tidak jujur juga kalau hanya untuk menengoknya saja, kami berdua memang ingin melihat Boston, kota pelajar di US, karena ada Massachusetts Institute of Technology, Harvard University dan Boston University.

1 pemandu 1

Foto 1 Berangkat dari Soekarno Hatta Airport

 

Taksi Uber

“Uber adalah perusahaan rintisan dan perusahaan jaringan transportasi asal San Francisco, California, yang menciptakan aplikasi bergerak yang menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan sewaan serta layanan tumpangan. Perusahaan ini mengatur layanan penjemputan di berbagai kota di seluruh dunia. Mobil dapat dipesan dengan mengirim pesan teks atau memakai aplikasi bergerak khusus—pilihan terakhir juga bisa digunakan untuk melacak lokasi mobil pesanan pengguna.” Dikutip dari Sumber Wikipedia.

Pada saat saya di imigrasi Boston, dengan ramah petugas menanyai saya siapa yang akan menjemput kami berdua? Dan saya jawab anak saya. Keluar dari imigrasi anak dan menantu sudah menunggu di ruang kedatangan penumpang. Ternyata suhu di luar 4 derajat Celcius, akan tetapi karena ada angin  bisa terasa 0 derajat bahkan minus. Airport sepi dan tidak ada taksi meter seperti bayangan saya sebelumnya. Saya melihat anak saya pencet-pencet hp dan berkata 10 menit lagi akan ada taksi datang. Disebutkan mobilnya Toyota Camry. Ternyata taksi meter sudah banyak berkurang karena masyarakat senang menggunakan Uber Taxy, di sebelah pengemudi, anak saya dan pengemudi taksi menyesuaikan alamat yang dituju. Ternyata Gordon Street ada beberapa dan setelah diberitahu Gordon Street di Brighton lebih kurang membutuhkan waktu 45 menit sampai di apartemen dan pengemudi pamitan. Ternyata membayarnya pakai transfer ke perusahaan dan tidak tunai ke pengemudi. Saat itu saya baru sadar medan di Boston lain dengan medan di Jakarta dan tanpa pemandu bahkan datang ke alamat anak saya saja sulit dan akan membuat kekhawatiran dan masalah yang menguras energi. Itulah pentingnya Pemandu.

Sebagai seorang pensiunan yang relatif punya banyak waktu, tentu saja saya telah membaca ramalan temperatur di Boston setiap hari di bulan Februari 2016. Dan, saya sudah memilih hari-hari yang cuacanya baik temperaturnya sekitar 7 derajat Celcius. Juga sudah mengetahui kondisi kota Boston secara umum. Bagaimana pun tanpa pemandu, bahkan pergi dari airport ke apartemen anak saja sulit. Uang dollar bisa membuat tenang tetapi belum menyelesaikan masalah. Pemandu sangat penting walau sudah ada kitab-kitab panduan dan juga peta yang sekarang sudah bisa dilihat di hp android. Hp saya juga belum jalan karena walau ada wifi di airport tetapi belum bisa menggunakannya.

1 pemandu 2

Foto 2 kedatangan di Airport Boston

 

Pemandu (Guide)

Kehadiran seorang Sadguru – Walau semuanya dapat dipelajari secara otodidak – istilah yang sedang trend dan trendy, padahal seringkali memberi angin pada ego – sesungguhnya tidak ada, saya ulangi, tidak ada pengganti bagi belajar di bawah bimbingan seorang Pemandu Rohani. Bukan sekadar guru, tetapi Sadguru – Guru Sejati yang tidak berfungsi sebagai guru di sekolah atau ahli kitab – tapi sebagai guide, pemandu. Dikutip dari penjelasan Bhagavad Gita 8:8, (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Pengalaman yang saya renungkan tersebut membuat saya menulis di Twitter:

1 Boston,beda cuaca n sist transport. Tnp pemandu sgt sulit prgi ke tujuan. Dmk hdp di dunia perlu pemandu. Namaste #PemanduHidup

2 di negri asing, wkt trbts skdr jln2 perlu pemandu. Dmk hdp di dunia materi wkt singkt. Namaste #PemanduHidup

 

Sore hari anak ke kampus, dan kami berdua diantar menantu jalan-jalan di taman dekat apartemen yang kamarnya disewa mereka dan juga pergi ke toko orang Pakistan membeli sesuatu agar mempunyai pecahan dollar untuk keperluan bepergian dalam kota. Cuaca cukup dingin dan kita melihat tempat pemberhentian kereta di dekat toko tersebut. Kereta dua gerbong tersebut setelah Boston university masuk ke dalam tanah menjadi kereta subway dan dengan banyak cabang menuju seluruh kota Boston. Jadwal kereta sudah tertata dengan baik dan dengan melihat jam, orang bisa memperkirakan kereta datang sehingga tidak terlalu lama menunggu di tempat yang cukup dingin tersebut.

1 pemandu 3

 

Foto 3 di Park dekat apartemen

 

Dalam hal ini anak saya menjadi pemandu di hari berikutnya dan kita pergi ke MIT dan Harvard serta tempat-tempat lainnya. Ikut pemandu lebih nyaman dan banyak hal yang tidak saya ketahui dimudahkan oleh pemandu. Yang penting hanya ikuti nasehatnya. Itu saja.

Bukan hanya Boston yang beda cuaca dan sistem tranportasi, dunia kita pun sebenarnya juga sulit dilalui tanpa bantuan pemandu. Boleh saja tukang baca seperti saya mempelajari cara bepergian, tetapi tanpa pemandu saya akan tetap stress, khawatir dan gelisah. Hidup itu bukan hanya di kepala tetapi di kehidupan nyata.

Ketika istri saya ingin melihat pantai, untuk sekedar jalan-jalan saja, tanpa pemandu mustahil saya bisa mencapainya. Ganti kereta subway 4 kali dengan memilih persimpangan yang benar dan di mana letak lift atau eskalator, sehingga tidak naik turun lewat tangga. Apalagi dengan waktu yang terbatas sehingga target-target tujuan harus cepat tercapai.

Hidup di dunia ini pun terlalu singkat untuk menjalaninya dengan trial and error pribadi. Panduan Pemandu sangat membantu mempersingkat dan mempermudah kehidupan.

 

1 pemandu 4

Foto 4 Subway di Boston

 

Hidup di dunia kesulitannya sangat tinggi. Misalnya mengatasi nafsu. Mari kita perhatikan Nasehat dari Pemandu Kehidupan seperti yang dikutip dari buku Sara Samuccaya berikt:

Sara Samuccaya ayat 455: seekor kambing bisa dituntun ke mana saja; dengan cara diiming-imingi segenggam atau beberapa helai rumput yang sekadar diperlihatkannya saja — demikian pula diriku dipermainkan oleh trsna. Diiming-imingi kebahagiaan, yang temyata hanyalah; kenikmatan indra yang bersifat sesaat saja — aku dibuatnya pusing tujuh keliling. Pengertiannya, keinginan sekuat apa pun yang berasal dari nafsu atau trsna hanyalah menghasilkan kenikmatan indra yang bersifat sesaat, dan tidak pemah memuaskan. Trsna tidak pernah menghasilkan kebahagiaan sejati dan kepuasan batin. Kita tertipu olehnya, dalam arti kata lahir-mati lahir-mati berulang-ulang — itu saja.

 

Sara Samuccaya ayat 456: Usia tua menggusur usia muda; kesehatan tertaklukkan oleh penyakit; kematian mengakhiri kehidupan seseorang, namun trsna tampak tak tertaklukkan oleh siapapun juga (sebab itu, berhati-hatilah terhadap trsna atau kerinduan yang muncul dari nafsu).

 

Sara Samuccaya ayat 457: Dengan bertambahnya usia, rambut seseorang ikut beruban dan rontok; demikian dengan giginya, melemah — tidak kuat untuk mengunyah — bahkan rontok juga. Tetapi tidaklah demikian dengan trsna atau nafsu untuk tetap bertahan hidup, dan menimbun harta tidak pernah melemah, tidak pernah surut dengan bertambahnya usia.

 

Sara Samuccaya ayat 458: Tiada sesuatu pun di tiga alam, yang dapat memuaskan trsna — kerinduan kuat penuh nafsu untuk meraih sesuatu. Seseorang yang merindukan sesuatu dengan penuh nafsu seperti itu persis seperti laut, tidak pernah merasa cukup, dalam pengertian tidak pernah puas, walaupun banyak sungai, banyak kali yang telah menyatu, bergabung dengannya.

 

Sara Samuccaya ayat 459: Sebagaimana tanduk seekor sapi ikut bertumbuh bersama badannya — demikian pula kerinduan penuh nafsu seseorang makin bertambah dengan terpenuhinya keinginan-keinginan sebelumnya.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Dvipantara Dharma Sastra, Jakarta: Centre for Vedic and Dharmic Studies)

buku Dvipantara Dharma Sastra cover_ED

Cover Buku Dvipantara Dharma Sastra

 

Ini baru contoh pemandu perjalanan di kota Boston dan kaitannya dengan Pemandu Kehidupan. Pengalaman ketika kami berdua stop over di Bangkok akan semakin menguatkan pentingnya pemandu yang handal yang sudah menguasai lika-liku “tour kehidupan” untuk mempermudah perjalanan kita.

 

May all be prosperous and happy. May all be free from illness. May all see what is spiritually uplifting. May no one suffer. Om peace, peace, peace

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

3 thoughts on “Pemandu Perjalanan dan Pemandu kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s