Renungan #Yoga Patanjali: Tak Ingin Kelahiran Ulang? Jangan Tanam Baru, Biarkan Mind Mengurusi Aliran Kehidupan?

buku yoga sutra patanjali

Cover Buku Yoga Sutra Patanjali

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

jaty-antara-parinamah prakrty-apurat

 

“Kelebihan prakrti atau materi keberadaan (disebabkan oleh obsesi serta keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi—yang kemudian mewujud sebagai potensi dan kecenderungan-kecenderungan bawaan) menyebabkan terjadinya kelahiran-ulang.”

Yoga Sutra Patanjali IV.2

 

Makin banyak “saldo” materi yang kita miliki—berupa keinginan- keinginan yang tidak terpenuhi, obsesi, harapan, impian, dan sebagainya—, makin terikatlah Jiwa dengan dunia benda. Dengan demikian, setelah kematian badan, setelah kendaraan badan rusak, la—Jiwa Individu—mencari badan baru supaya tetap berada di alam benda.

 

BERARTI, ADALAH KITA SENDIRI YANG MENYEBABKAN TERJADINYA KELAHIRAN-ULANG. Reinkarnasi terjadi karena fatwa dari diri kita sendiri, dan untuk diri sendiri pula. Tiada kekuatan lain yang menentukannya.

Saya menggunakan istilah fatwa, yang sekarang sudah mengalami Indonesianisasi, walau maknanya terdistorsi. Pengertian fatwa adalah sebagai opini—bukan sebagai keputusan berkekuatan hukum negara, sebagaimana sering disalahartikan. Dalam pengertian itulah, saya gunakan istilah fatwa-karena dalam bahasa kita tiada istilah lain yang lebih tepat untuk menjelaskan alasan “terjadinya” reinkarnasi atau keberadaan-ulang.

Adalah opini kita sendiri, fatwa kita sendiri, yang menentukan kelahiran-ulang kita. Opini atau Fatwa ini terbentuk oleh, lahir dari segala keinginan dan obsesi yang membuat kita terperangkap dalam alam yang sama. Bahkan, di antara “orang-orang“ yang sama—tidak jarang dalam keluarga yang sama—lingkungan yang sama.

Keadaan “sama-sama” ini sungguh tidak membantu, dalam arti tidak memperkaya Jiwa. la seolah berjalan di tempat, tidak mengalami kemajuan.

 

UNTUK MENGHINDARI KEADAAN STATIS INI, tentu solusi yang paling tepat adalah menghabiskan segala obsesi dan keinginan dalam hidup ini. Sehingga tidak ada lagi materi, tidak ada lagi saldo yang tersisa, yang dapat menyebabkan kelahiran ulang.

Barangkali ada yang bertanya, “Mungkinkah menyelesaikan semua keinginan dan obsesi dalam satu masa kehidupan?”

Sangat mungkin.

Ya, menyelesaikan semua sangat mungkin. Memenuhi semua sangat tidak mungkin.

Menyelesaikan semua berarti kita tidak perlu memenuhi semua keinginan. Kita bisa belajar dari pengalaman-pengalaman orang lain. Cerita-cerita dalam kitab-kitab suci dimaksudkan untuk hal yang sama. Tujuannya supaya kita bisa belajar dari cerita-cerita itu, dan tidak melayani keinginan atau atau obsesi yang jelas-jelas tidak berguna; atau malah menyengsarakan.

Dengan demikian, tersisa sedikit sekali obsesi sehingga dapat diselesaikan dalam satu masa kehidupan. Ini yang dilakukan oleh para Yogi.

 

nimittam-aprayojakam prakrtinam-varana-bhedastu tatah ksetrikavat

“Sebagaimana seorangpetani (mengirigasi ladang dengan membiarkan air yang berlebihan mengalir; tidak melakukan sesuatu apa yang Iain; dan) membiarkan prakrti atau alam bertindak sesuai dengan kodratnya. demikian pula hendaknya seorang Yogi membiarkan kecenderungan-kecenderungan bawaan habis sendiri (tanpa melibatkan citta atau benih pikiran dan perasaan lebih Ianjut).”

Yoga Sutra Patanjali IV.3

Sutra ini, rumusan ini adalah salah satu yang paling sulit untuk didekodifikasi. Namun, sekali berhasil didekodifikasi, semua menjadi terang benderang, jelas sekali.

 

PETANI, DALAM PERUMPAMAAN INI, ADALAH MIND, MANAH, atau Gugusan Pikiran dan Perasaan. Keadaan yang dijelaskan dalam sutra ini adalah setelah terjadinya kelahiran ulang.

Berarti, sutra ini merujuk pada keadaan kita saat ini—sudah berbadan dengan segala potensi, sifat, dan kecenderungan-kecenderungan bawaan. Apa yang mesti kita lakukan supaya tiada lagi sisa obsesi dan sebagainya, yang dapat menyebabkan kelahiran ulang kembali?

Mudah.

Sudah ada ladang berupa badan. Sudah ada padi atau tanaman lain “bawaan” dan ada air-kehidupan yang sedang mengalir.

Jangan lagi menggunakan mind atau manah untuk menanam sesuatu yang baru. Biarlah ia mengurusi irigasi saja, pengaliran air saja.

Paham?

Hsssshh…inilah rahasia Patanjali, rahasia sutra ini. Mau memastikan tidak ada lagi kelahiran ulang, tidak ada lagi lahan baru, ladang baru, maka bergurulah pada seorang petani—belajarlah dari dia. Karena menguasai aliran air, sungguh mudah bagi seorang petani untuk……

Anda mesti belajar sendiri.

Tips: Air yang mengalir itu adalah prana, energi atau aliran kehidupan kita, yang bisa diatur lewat pernapasan. Cukup?!

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

May all be prosperous and happy. May all be free from illness. May all see what is spiritually uplifting. May no one suffer. Om peace, peace, peace.

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s