Renungan #Gita: Jalur Terang dan Gelap, Kebebasan dan Kelahiran Kembali Abadi Adanya, Apa Mau Kita?

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

 

“Dua jalur ini – jalur terang dan jalur gelap – abadi adanya; demikianlah yang selalu terjadi di dunia ini. Yang satu mengantar pada kebebasan dari kelahiran dan kematian; yang lain mengembalikan ke lingkaran yang sama.” Bhagavad Gita 8:26

 

Ayat ini saya pahami sebagai falsafah pilihan yang tidak hanya berlaku dalam kematian, tapi terlebih lagi— selagi kita masih “hidup” — masih ada di dunia ini.

SEBAB PERSIAPAN MESTI SEJAK SEKARANG ketika kita masih bernapas lega. Ketika ajal tiba, dan dalam hitungan detik napas berhenti, maka tidak bisa lagi menggunakan otak untuk berpikir dan menentukan pilihan.

Jalan terang adalah jalur kebijaksanaan.

Inilah jalur kesadaran. Walau berada di tengahnya, Jiwa memahami sifat alam benda dan bahkan “tampak” menikmatinya. Namun, ia sesungguhnya tidak terikat dengannya. Ia melewati setiap pengalaman sebagai Jiwa Bebas.

Jalur gelap adalah jalur yang ditempuh oleh Jiwa yang belum sepenuhnya bebas. Masih ada sedikit keterikatan dengan dunia benda. Namun, bagaimanapun juga, keterikatan adalah keterikatan. Sehalus atau sesedikit apa pun, ia berkekuatan untuk mengembalikan Jiwa ke dalam lingkaran kelahiran dan kematian.

TERANG-GELAP, TIDAK TERIKAT-TERIKAT; Bebas-Tidak Bebas; Merdeka-Tidak Merdeka. Pilihan sepenuhnya di tangan kita. Keberadaan memberi kesempatan yang sama kepada setiap orang. Potensi kita untuk mencapal kebebasan mutlak adalah sama. Tinggal bagaimana kita menggali dan mengembangkan potensi itu. Benih sudah diberikan, tinggal bagaimana dan di mana kita menaburkannya. Karena kesuburan lahan juga sangat menentukan. Bercocok-tanam di lahan kering, tidak subur—tidak akan membawakan hasil.

Hampir 2.500 tahun yang lalu, seorang pemikir, ekonom, ahli ilmu politik, sastra, dan agama,Chanakya,mengatakan bahwa setiap negara, setiap bangsa memiliki laju evolusi yang berlainan. Ada bangsa-bangsa yang kering. Kekayaan bangsa dinikmati para pejabatnya yang korup, raja atau pemimpinnya tidak cukup cakap dalam hal memimpin; warganya tidak saling peduli, dan sebagainya. ltulah yang disebutnya sebagai negeri kering. Nasihat Chanakya, “Carilah negeri yang berlembab, sehingga Jiwa dapat berkembang”.

Bayangkan 2.500 tahun yang lalu, seorang pemikir sudah bisa berpendapat seperti itu, yang hingga hari ini pun belum tentu akan diapresiasi oleh mereka yang berpandangan nasionalis sempit.

“RIGHT OR WRONG MY Cou/VTRY” – Benar atau salah, negeriku! Chanakya mengajak manusia untuk melihat dan menempatkan dirinya sebagai warga dunia, penduduk dunia, bagian dari umat manusia — keluarga besar jagad raya.

Setelah memilih negara yang berlembab, dimana Jiwa dapat berekspresi, bereksperimen bebas — barulah berikutnya ia sadar bila sebebas-bebasnya di mana pun di pelosok dunia ini – masih ada kebebasan lain, kebebasan yang lebih tinggi, lebih luas.

Demikian, langkah berikutnya adalah menjadi warga-jagad, cosmopolitan dalam arti kata yang sesungguhnya. Istilah cosmopolitan saat ini masih disalahgunakan sebagai kata lain bagi metropolitan — orang kota, orang kota besar, orang dunia. Bukan sebagai orang kosmos, orang jagad raya.

Setelah itu, kebebasan sebagai Warga jagad raya pun terasa hambar. Dan, Jiwa kembali ke asalnya – Jiwa Agung!

Namun, tahapan-tahapan ini bukanlah harga mati. Tanpa mengalami tahapan-tahapan tersebut, kita bisa menggapai kebebasan mutlak dalam satu lompatan kuantum. Sekarang juga!

Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

May all be prosperous and happy. May all be free from illness. May all see what is spiritually uplifting. May no one suffer. Om peace, peace, peace

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

One thought on “Renungan #Gita: Jalur Terang dan Gelap, Kebebasan dan Kelahiran Kembali Abadi Adanya, Apa Mau Kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s