Renungan Diri: Otak Alat Sempurna Evolusi Mental Guna Peningkatan Kesadaran Spiritual

buku neo spirituality

Cover Buku Neospirituality Neuroscience

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

 

Otak Munusia dan Evolusi Kesadaran

Sesungguhnya otak manusia adalah alat yang paling sempurna di dunia dan dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran manusia atau membantunya dalam berevolusi lebih lanjut karena jalur evolusi yang mesti ditempuh atau diupayakan oleh manusia adalah evolusi mental, bukan lagi evolusi fisik. Evolusi mental inilah yang kemudian dapat mengantar manusia pada tingkat Kesadaran Spiritual.

Bila menggunakan bahasa umum maka otak manusia terdiri atas dua bagian utama. Masing-masing bagian ini terdiri dari sekian banyak sub-bagian yang kita sebut saja dua sistem utama:

  1. Sistem Limbic disebut juga sebagai otak hewani, karena kita mewarisinya dari evolusi panjang organisme bersel tunggal. Bagian otak ini pula yang dimiliki oleh hewan-hewan lainnya. Kadang bagian ini juga disebut reptile brain, karena reptil pun memilikinya.
  2. Sistem Neo-Cortex disebut juga mammal atau human brain, karena jenis kehidupan reptil tidak memilikinya. Bagian ini dimiliki oleh mamalia dan manusia (yang juga merupakan bagian dari mamalia).

 

Sistem Limbic

Biasanya dikaitkan dengan Fungsi Insting yang juga disebut Insting Hewani. Oleh karena itu seringkali sistem ini tidak diperhatikan padahal sistem ini memiliki peran yang sangat penting untuk mempertahankan tubuh manusia, termasuk organ otak itu sendiri.

Fungsi insting melibatkan Sistem Saraf Otonom (SSO) yang memungkinkannya bekerja tanpa henti. Ia berjalan sendiri (secara otonom) sejak hari pertama kelahiran manusia hingga kematiannya. Ketika kita dalam keadaan tidur lelap pun, ia tidak ikut tidur. Sesungguhnya, sistem ini bisa berjalan terus, nyaris langgeng dan abadi, bila kita memenuhi kebutuhannya secara teratur dan tidak berlebihan atau berkurangan.

Apa yang menjadi kebutuhan dasar insting manusia? Makan, minum, tidur, seks, dan sebagainya yang berkecukupan. Tidak melampaui batas juga tidak berada jauh di bawah kebutuhannya. Bila melampaui batas atau kekurangan, tubuh manusia akan jatuh sakit, organ-organnya mengalami kerusakan dan akhirnya tubuh pun mati (tidak dapat berfungsi lagi).

 

Saraf Otonom

Dengan bantuan saraf otonom, Limbic System juga melakukan koordinasi antarsel dalam tubuh manusia dan antara otak dengan tubuh. Koordinasi ini berjalan rapi dan harmonis sesuai dengan muatan informasi dalam DNA masing-masing. Keharmonisan ini hanya terganggu bila pikiran manusia (mind atau konstitusi mental) menyebabkannya.

Apa saja yang dapat mengganggu kesempurnaan kerja Limbic System lewat saraf-saraf otonom? Segala macam pikiran, ide, konsep, gagasan, imajinasi dan sebagainya yang tidak harmonis, tidak selaras, dan tidak serasi dengan semesta.

Bagaimana kita mengetahui bahwa apa yang saya pikirkan itu harmonis, selaras, dan serasi dengan semesta? Mudah sekali. Segala macam pikiran, ide, konsep, gagasan, imajinasi dan lain sebagainya yang bersifat luas dan membebaskan adalah pikiran yang selaras dengan semesta. Karena alam semesta Maha Luas dan Maha Bebas adanya. Ia tak terkurung, tak terbingkai dan tak terbatas. Sebaliknya, pikiran-pikiran yang kerdil, sempit, membatasi, dan memenjarakan seperti dogma-dogma dan doktrin-doktrin yang membuat  kita berpikiran picik sudah jelas tidak harmonis, selaras dan serasi dengan semesta.

 

Dampak Pikiran Terhadap Otak dan Tubuh

Pikiran yang picik menimbulkan berbagai macam keadaan psikologis yang tidak menunjang peningkatan kesadaran. Keadaan psikologis yang dimaksud antara lain rasa takut, khawatir, kecewa, marah, iri, benci, dendam, sedih, dan depresi. Keadaan psikologis seperti ini pada awalnya merusak organ otak itu sendiri. Kemudian, otak yang rusak meneruskan kerusakan itu ke organ-organ lain. Efek berantai ini akan terlebih dahulu berdampak negatif terhadap organ-organ yang berada dalam keadaan lemah atau sudah mulai melemah. Inilah penyebab penyakit dari yang ringan hingga yang mematikan.

 

Sistem Neo-Cortex

Memang lazimnya sistem ini disebut Neo atau baru karena “baru” dalam diri manusialah sistem ini berkembang secara optimal. Bagian otak yang biasa disebut Front Lobe (Bagian Depan, atau Labus Frontal adalah bagian dari sistem Neo-Cortex. Front Lobe sendiri terdiri atas dua bagian utama, yaitu Right dan Left Hemisphere yang dalam bahasa awam disebut Otak Kanan dan Otak Kiri.

Kedua bagian inilah yang sesungguhnya menjadi pusat Spiritualitas dan Kecerdasan/Intelek. Bagian Kanan yang biasa disebut Intuitif adalah bagian yang terkait dengan Kesadaran Spiritual, Seni, dan sebagainya. Sementara itu, bagian kiri yang biasa disebut Logis/Matematis adalah bagian yang terkait dengan Kecerdasan, Intelek, dan sebagainya.

Oleh karena itu jelaslah bila mereka yang mengaitkan Spiritualitas dengan Kecerdasan telah melakukan kesalahan. Istiiah Kecerdasan Spiritual yang biasa digunakan untuk menerjemahkan istilah asing Spiritual Quotient, salah adanya. Semestinya Kemampuan atau Kesadaran Spiritual (Spiritual Quotient) dan Kemampuan atau Kecerdasan Otak/Kebolehan atau Kepintaran Intelek (Intellectual/Mental/Emotional Quotient). Kesadaran (Otak Kanan) dan Kecerdasan (Otak Kiri) berada pada dua wilayah yang berbeda.

 

Perlunya Mengembangkan Neo-Cortex Terlebih Dahulu

Tanpa perkembangan Neo-Cortex, manusia tidak sadar tentang hal-hal yang tepat dan tidak tepat, yang baik dan tidak baik bagi dirinya. Dalam keadaan seperti itu, ia tak akan mampu memahami kebutuhan insting yang diterimanya dari Bagian Limbic lewat Jaringan Saraf Otonom.

Bila insting mengirimkan pesan “lapar”, maka ia bisa saja makan berlebihan, sehingga merusak kesehatannya sendiri. Begitu pula dengan hal-hal lain yang sesungguhnya merupakan kebutuhan dasar dan harus dipenuhinya secara cerdas dan berimbang dengan penuh kesadaran, misalnya memilih makanan yang balk bagi kesehatannya sehingga tidak makan apa saja secara sembarangan. Dengan kata lain, mesti ada kerja sama yang baik antara Bagian Limbic dan Neo-Cortex. Tanpa kerja sama seperti itu, manusia akan mencelakakan dirinya. Hal ini tidak terkait dengan tubuh atau kesehatan raganya saja, tetapi juga dengan pikiran dan lapisan-lapisan kesadarannya yang lain. Jadi Limbic memberitahu kebutuhan, sedangkan Nco-Cortex menentukan bagaimana dan dengan cara apa memenuhi kebutuhan itu supaya menunjang kesehatan dan kehidupan, bukan merusak atau mematikannya.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2010). Neospirituality & Neuroscience, Puncak Evolusi Kemanusiaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

May all be prosperous and happy. May all be free from illness. May all see what is spiritually uplifting. May no one suffer. Om peace, peace, peace

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

2 thoughts on “Renungan Diri: Otak Alat Sempurna Evolusi Mental Guna Peningkatan Kesadaran Spiritual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s