Renungan Diri: Hukum Reinkarnasi, Sebab-Akibat, Evolusi, ada di Mind? Bebaskan Dirimu dari Mind!

buku atmabodha

Cover Buku Atma Bodha

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

Apakah kita hidup menjalani takdir yang sudah ditentukan atau kita bisa mengubahnya? (Bagi orang yang percaya kelahiran ulang), apakah hidup yang kita jalani sekarang merupakan hasil akibat dari kehidupan masa lalu dan kita tidak dapat mengubahnya?

Dalam buku (Krishna, Anand. (2010). Spiritual Astrology, The Ancient Art of Self Empowerment, Bhakti Seva(The Blissful Prophet), Terjemahan Bebas, Re-editing, dan Catatan Oleh  Anand Krishna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama) hal tersebut diulas menurut ilmu astrologi. Ilmu Astrologi yang berkembang di wilayah peradaban Sindhu atau Hindia tidaklah berdasarkan takhayul. Tapi, berdasarkan pengetahuan para ahli mereka tentang ruang angkasa, sebagai hasil penelitian selama ribuan tahun. Dari penelitian-penelitian ilmiah itu pula mereka dapat menyimpulkan bila kehidupan di bumi sangat terpengaruh oleh keadaan di ruang angkasa. Konstelasi perbintangan saat kelahiran tidak hanya menentukan sifat dasar manusia, tetapi juga memengaruhinya sepanjang hidup. (Catatan: “Sifat dasar” di sini tidak berarti harga mati. Ia ibarat kain blacu yang biasa digunakan untuk batik tulis. Kita memang tidak bisa mengubah tenunan kain itu. Tapi, dengan mengetahui sifat kain, kita bisa menentukan bahan celup, dan tulis yang sesuai. Kita juga bisa menentukan corak sesuai dengan selera kita).

 

 

Berikut ini adalah ulasan versi Atma Bodha yang menitikberatkan pada mind.

 

Tanya: Mengenai mind-set atau cetak biru kehidupan, apakah sewaktu kita lahir mind sudah diatur akan hidup hingga umur sekian, berat badan sekian, jadi tak perlu usaha lagi? Jadi, sebenamya, kita punya free will atau segala sesuatunya sudah digariskan?

 

Jawab: Jawabannya, tergantung pada tingkat kesadaran kita. Kita berada di mana. Kalau saya mengidentitaskan diri dengan mind, jelas saya tidak punya free will. Semua sudah diatur. Saya tinggal menjalaninya saja.

Tetapi, kalau saya mengidentitaskan diri dengan Kesadaran Murni, maka mind pun dapat Saya ubah. Dapat saya “bunuh” (no-mind). Dapat saya daur ulang menjadi mind baru sesuai dengan kesadaran saya (created mind) sebagaimana saya bicarakan di buku Seni Memberdaya Diri 3: Atisha.

Sesungguhnya free will hanyalah satu aspek. Kesadaran Murni akan membebaskan diri anda dari segala macam belenggu, ikatan, dan perbudakan. Saat itu, kita baru sadar, “Wah, ternyata selama ini aku hidup dalam kegelapan. Yang kuanggap cinta dan kasih pun sesungguhnya sekadar keterikatan. Belum cinta, belum kasih. Yang kuanggap kesetiaan dan kepercayaan pun demikian.  wuah, wuah, wuah… Selama ini hidup dalam kegelapan dan tidak sadar.”

 

Tanya: Kalau begitu, takdir adanya di mind itu……

Jawab: Tidak hanya itu. Hukum reinkarnasi, sebab-akibat, evolusi, semua ada di mind. Oleh karenanya, bebaskan dirimu dari mind.

Memang tidak segampang dikatakan, tetapi tidak mustahil. Kalaupun hanya satu detik sebelum saat kematian kita bisa memisahkan diri sepenuhnya dari mind, itu sudah cukup. Selesai sudah permainan sandiwara yang tak berkesudahan ini.

Menjelang ajal tiba, kemungkinan ke sana besar sekali, karena seluruh fungsi organ tubuh, mulai berkurang. Mind sendirian, sulit mengekspresikan diri, sehingga relatif Iebih mudah untuk membcbaskan diri dari cengkeramannya.

Puji Tuhan, Alhamdulillah, bila pelatihan seumur hidup melahirkan secuil kesadaran pada saat ajal tiba. Karena, bila secuil kesadaran itu tidak ada, maka mind akan cepat-cepat mencari wadag baru untuk mengekspresikan diri.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2001). Atma Bodha Menggapai Kebenaran Sejati Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

May all be prosperous and happy. May all be free from illness. May all see what is spiritually uplifting. May no one suffer. Om peace, peace, peace

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s