Renungan Diri: Dibesarkan dengan Uang Perolehan Cara Tidak Bajik, Anak Tumbuh Mengikuti Jalan Ketidakbajikan?

buku dvipantara yoga sastra

Cover Buku Dvipantara Yoga Sastra

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

 

|| 30 ||

kartā kārayitā bhoktā nirdeṣṭā sthānadeśakaḥ

trātā gñātā ca goptā ca aṣṭacaurvidyāḥ smṛtāḥ

 

Following are the Eight Thieves:

  1. Kartā or One who Commits Theft;
  2. Kārayitā or One who Commissions a Thief or Theft, one who induces and encourages someone to steal;
  3. Bhoktā or One who Enjoys the Stolen Goods as also one who gives food to a thief;
  4. Nirdeṣṭā or One who Directly or Indirectly Supports a Thief or Theft;
  5. Sthānadeśaka or One who Helps a Thief by Showing him/her the Way; also by giving Shelter;
  6. Trātā or One who is an Accomplice;
  7. Jñātā or One who Provides a Thief with Information, which can help him commit the act, in other words, acting as an informant; and,
  8. Guptā or One who Hides a Thief;

 

One should always refrain from committing any such act,

which can make one break the vow of Asteya or Non-Stealing.

 

 

Berikut adalah Delapan jenis Pencuri:

  1. Kartā atau Ia yang Melakukan Pencurian;
  2. Kārayitā atau Ia yang Memerintahkan Pencurian, ia yang memberi gagasan dan menyemangati seseorang untuk mencuri;
  3. Bhoktā atau Ia yang Menikmati Barang Curian serta ia yang memberi makanan pada pencuri;
  4. Nirdeṣṭā atau Ia yang secara Langsung atau Tidak Langsung Mendukung Pencuri atau Pencurian;
  5. Sthānadeśaka atau Ia yang Membantu Pencuri dengan Menunjukkan Jalan, serta memberikan Tempat Bernaung;
  6. Trātā atau Ia yang menjadi Rekan Pencuri;
  7. Jñātā atau Ia yang Menyediakan Informasi kepada Pencuri, yang dapat membantu si pencuri beraksi atau dengan kata lain, informan bagi si pencuri; dan,
  8. Guptā atau Ia yang Menyembunyikan Pencuri;

 

Seseorang hendaknya senantiasa menghindari tindakan-tindakan tersebut,

yang bisa membuatnya melanggar sumpah Asteya atau Tidak Mencuri.

 

KEDUA KRITERIA PERTAMA CUKUP JELAS, namun kriteria ketiga patut direnungkan…..

Bhokta, ia yang menikmati hasil dari pencurian, tidak peduli siapa pun yang mencuri. Ini adalah arti pertama dari Bhokta. Dengan kata lain, mengetahui bahwa seseorang mendapatkan penghasilan dengan cara-cara yang tidak bajik dan menikmati bahkan secuil dari penghasilan tersebut yang diberikan sebagai hadiah atau sumbangan, membuat kita menerima “penghargaan untuk disebut sebagai seorang pencuri”. Apakah kita menghargai penghargaan, pengakuan semacam itu?

Anak-anak yang dibesarkan dengan uang yang diperoleh dengan cara-cara yang tidak bajik, akan tumbuh untuk mengikuti jalan ketidakbajikan. Uang, harta adalah energi; dan keadaan mental dari ia yang menghasilkannya memengaruhi kualitas harta tersebut. Oleh karena itu, seseorang haruslah senantiasa berhati-hati saat menerima hadiah dan sumbangan yang mungkin terlihat “tidak berbahaya”.

ARTI LAIN DARI BHOKTA adalah “Ia yang memberikan makanan kepada seorang pencuri”. Dengan MELAKUKAN HAL TERSEBUT, sesungguhnya kita memelihara orang tersebut, pencuri tersebut, termasuk sifat-sifat negatifnya, kualitas-kualitas jahat dalam dirinya.

Secara ringkas, nasihat sang resi adalah untuk menghindari pencuri dan pencurian dalam segala bentuk. Ini adalah anjuran untuk senantiasa berpegang teguh pada prinsip Asteya atau Tidak Mencuri.

Di sini tidak akan keluar konteks jika kita menyebut tentang salah satu bentuk pencurian,yang hendaknya tidak pernah dilakukan siapa pun. Sri Krsna bersabda dalam Bhagavad Gita bahwa, “Ia yang hanya peduli dengan dirinya sendiri, ia yang mencari uang untuk dirinya dan tidak berbagi penghasilannya dengan mereka yang kurang beruntung — sesungguhnya adalah seorang pencuri.”

 

DENGAN KATA LAIN, TIDAK BERBAGI BERKAH adalah suatu tindakan pencurian. Menjadi kikir adalah sama saja  dengan menjadi seorang pencuri. Menumpuk harta demi keuntungan pribadi adalah sama saja dengan mencuri.

Apa yang engkau dapat, kau mendapatkannya dari dunia ini. Apa pun yang engkau peroleh, engkau memperolehnya dari sesama manusia. Oleh karena itu, adalah wajib bahwa kau menyisihkan penghasilanmu demi kesejahteraan sesama manusia, demi kemajuan masyarakat,” demikian Master saya senantiasa mengingatkan kita.

Dikutip dari (Krishna, Anand. (2015). Dvipantara Yoga Sastra, Jakarta: Centre for Vedic and Dharmic Studies)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

May all be prosperous and happy. May all be free from illness. May all see what is spiritually uplifting. May no one suffer. Om peace, peace, peace.

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s