Renungan Diri: Bagaimanapun Tindakan Kita, Baik atau Buruk, Bijak atau Tidak, Tak Mencemari Mind,

buku tantra yoga

Cover Buku Tantra Yoga

“Pure space has neither colour nor shape and it cannot be stained either black or white. So also, mind’s essence is beyond both colour and shape and it cannot be sullied by black or white deeds.” Mahamudra 5 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2001). Tantra Yoga. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama)

Semoga para pembaca kutipan buku ini diberkati dengan kelembaban jiwa, kebahagiaan, kesejahteraan dan keceriaan.

 

“Pure space has neither colour nor shape – space itu apa? Ruang kosong, kekosongan. Outer space diterjemahkan sebagai ruang angkasa, angkasa luar. Bagaimana dengan space sekitar kita? Bagaimana dengan space di dalam kita? Ruang ada di mana-mana. Badan saya dan badan anda tidak bisa berada di rnana-mana, at least, setidaknya pada saat yang sama. Tetapi space bisa berada dimana-mana. Setiap saat dan pada saat yang sama.

Dan ruang itu, kekosongan itu, langit itu tidak berwarna, juga tidak berbentuk; tidak memiliki warna, tidak memiliki bentuk.

Lihat saja langit, sepertinya berwarna biru kan? Bahkan ada ungkapan “langir biru”, “blue sky”. Tetapi bila anda menanyakan kepada seorang ilmuwan, dia akan menjawab, “Sesungguhnya langit, ruang, tidak berwarna.” Pantulan cahaya dan sebagainya rnemberi kesan seolah ada warna biru. Padahal tidak ada.

Dan bukan saja warna, space juga tidak memiliki bentuk. Space di dalam gelas kosong seolah mengambil bentuk gelas kosong. Saya katakan “seolah”, karena sesungguhnya space tidak bisa dibagi-bagi. Sebagian di dalam gelas, sebagian di luar gelas. Sebagian di atas gelas, sebagian di bawah gelas. Tidak bisa.

Keberadaan gelas memberi kesan seolah “ruang” telah terbagi. Adanya negara memberi kesan seolah bumi kita terbagi. Adanya pagar memberi kesan seolah tanah anda dan tanah saya terpisah. Padahal perpisahan itu hanyalah buatan kita. Tidak permanen, tidak bersubstansi. Tembok Berlin bisa runtuh. Tembok anda bisa runtuh kapan saja.

Rumah anda tak akan ada, tetapi ruang, space akan tetap ada. Badan anda dan saya yang seolah mengisi ruang ini, besok-besok tak akan ada. Tetapi space, ruang yang pernah kita isi akan selalu ada.

 

“And it cannot be stained either black or white. Dan ruang ini tidak pernah tercemar. Warna putih maupun hitam tak pernah mempengaruhi dia.

Seperti langit. Dibilang biru, bukan biru. Dibilang putih, bukan purih. Dia tak berwarna. Tidak adanya matahari memberi kcsan seolah langit rnenjadi hitam. Padahal tidak juga. Hanya terlihat hitam, terlihat gelap oleh kita. Itu pun karena mata kira membutuhkan pantulan cahaya untuk melihat sesuatu.

 

“So also, mind’s essence is beyond both colour and shape.”

Begitu pula inti mind kita – begitu pula mind kita sebenarnya. Melampaui warna dan bentuk.

 

“And it cannot be sullied by black or white deeds.”

Apa pun yang kita lakukan, bagaimanapun tindakan kita — baik atau buruk, bijak atau tidak —sesungguhnya tidak mempengaruhi mind, Tidak mencemarinya, tidak menodainya.

Kita bisa menerjemahkan mind’s essence atau pure mind sebagai kesadaran murni. Bisa saja.

Hanya untuk mempermudah pemahaman. Padahal terjemahan itu pun belum tepat, tidak tepat. Karena begitu saya mengatakan “murni”, saya membuka peluang bagi adanya yang “tidak murni”.

Tilopa menyebutnya “mind’s essence. Sesuatu yang menjadi intisari mind. Sifat hakiki… Oh no, kita akan terjebak lagi. Begitu kita menggunakan istilah “sifat”, kita akan membuka peluang bagi baik dan buruk. Tidak, kita tidak bisa menggunakan istilah sifat. Bagaimana kalau kita mengatakan “hakikat mind”. Ya? Mungkin “agak” lebih tepat. “Agak”, karena kita rnasih harus menggunakan bahasa. Kita masih berprosa. Kira belum menyanyi sepenuhnya. See, how difficult it is!

Sesungguhnya anda bisa menggunakan istilah yang mana pun juga. Mau menggunakan istilah “no mind”— monggo. Mau memakai istilah “kesadaran murni” – mangga. Mau menyebutnya “mind’s essence” — silakan. Istilah tidak menjadi masalah, karena sesungguhnya semua istilah-istilah itu tidak tepat. Tidak satu pun yang tepat. Kita harus merasakannya. Kita harus merasakan inner spacethe space within. Kita harus rnerasakan adanya ruang di dalam diri. Ruang kosong — tak berwarna, tak berbentuk.

Temukan ruang kosong itu.

Saat ini mungkin terlalu penuh. Anda memenuhinya dengan sekian banyak pikiran, pengalaman, memori, keinginan, impian dan lain sebagainya, sehingga ruang di dalam diri anda sudah sesak betul. Sudah tidak ada tempat untuk menginjakkan kaki. Make some space. Yang tidak perlu, dibuang. Jangan disimpan. Untuk apa?

Begitu banyak sampah di dalam diri. Baunya sampai menyebar ke mana—mana. Kita menjadi tong sampah berjalan. Tetapi jangan khawatir. Sesungguhnya sampah itu tidak mempengaruhi ruang di dalam diri anda. Kotoran itu tidak menodai ruang di dalam diri anda. Muntahkan sampahmu, keluarkan bangkai-bangkai memori dan pikiran yang ada di dalam cliri. Dan saat itu juga engkau terbebaskan dari bau tak scdap. Sesungguhnya engkau tidak bau. Tidak bisa bau.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2001). Tantra Yoga. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama)

Semoga semua makhluk dalam keadaan sejahtera dan bahagia, bebas dari penyakit, mengalami peningkatan kesadaran, serta tidak ada penderitaan. Damai, damai, damai.

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

2 thoughts on “Renungan Diri: Bagaimanapun Tindakan Kita, Baik atau Buruk, Bijak atau Tidak, Tak Mencemari Mind,

    • Terima kasih Brother Sifaldy, pada latihan Seni Memberdaya Diri 1, Stress Management, ada latihan voice culturing. Kita pancing sampah-sampah dalam diri dan kita keluarkan. Silakan baca buku Seni Memberdaya Diri 1, atau latihan-latihan di belakang setiap buku yang menyebutkan latihan voice culturing. Di Buku Dvipantara Yoga Sastra bagian belakang (hal 300) dijelaskan tentang Therapy to Free Anxiety. Bagi yang fokus pada kesehatan maka therapy itu untuk menghilangkan kecemasan. Akan tetapi therapy tersebut bisa membuang sampah-sampah dalam diri yang telah menumpuk. Salam __/\__

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s