Renungan #Gita: Setelah Meninggal Bergabung dengan Dewa, Leluhur, Roh-Roh Lain atau dengan Dia?

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Semoga para pembaca kutipan buku ini diberkati dengan kelembaban jiwa, kebahagiaan, kesejahteraan dan keceriaan.

 

“(Setelah meninggalkan badan-fana) Mereka yang percaya pada dewa atau malaikat, bergabung dengan mereka; mereka yang percaya pada leluhur, bergabung dengan leluhur; dan mereka yang percaya pada roh-roh lain (bertabiat baik, maupun buruk), bergabung dengan roh-roh tersebut. Namun, mereka yang senantiasa memuja-Ku (sepanjang hidupnya) datang pada-Ku.” Bhagavad Gita 9:25

 

Sebab itulah, para panembah “tidak perlu” mengalami siklus kelahiran dan kematian lagi. Kecuali, atas kehendak-”Nya”. Kemudian, kelahiran seperti itu menjadi berkah bagi alam sernesta. Contohnya adalah kelahiran Krsna sendiri. Ia disebut Avatara atau Batara. Berarti, “Hyang Turun” dari Ketinggian-Nya untuk memberkati, untuk memandu, menunjukkan jalan kepada kita semua.

PARA DEWA ATAU MALAIKAT DALAM BAHASA KITA; pun para leluhur yang masih berada di alam surga untuk menikmati hasil perbuatan baik mereka sepanjang hidup; dan roh-roh lain, di antaranya ada yang sedang berada di alam surga untuk menikmati hasil perbuatan baik mereka, dan ada yang sedang menderita di alam pikiran neraka — semuanya masih berada dalam Lingkaran Samsara — kelahiran dan kematian berulang-ulang.

Persis seperti pekerjaan di dunia dengan berbagai pilihan dan beragam penghasilan – hasil pemujaan pun sama. Jika kita bekerja dengan seorang konglomerat, kita mendapatkan fasilitas dan gaji sesuai dengan ukuran perusahaannya, dan tentu juga sesuai dengan talenta dan performance kita. Mereka yang percaya pada leluhur dapat dianalogikan sebagai karyawan konglomerat.

Jika kita bekerja di lingkungan pemerintahan yang korup — nah, ini persis seperti deskripsi Krsna tentang alam roh. Ada jabatan-jabatan kering di sini, tersedia bagi orang-orang jujur, yang bisa-bisa sepanjang kariemya hanya mendapatkan promosi sekali atau dua kali saja — dan selalu di-“buang” ke tempat yang sekering sebelumnya. Ada juga lahan-lahan basah yang diperuntukkan bagi mereka yang berjiwa korup dan kalau perlu bisa menggadaikan apa saja demi promosi dan perpindahan ke lahan yang lebih basah.

JIKA PERUSAHAAN KONGLOMERAT DAPAT DIiBARATKAN seperti alam-leluhur; dan, lahan basah dan kering di pemerintahan dengan alam roh — baik yang bertabiat rnulia maupun yang tidak; maka alam dewa atau malaikat adalah alam yang dituju para cendekiawan, pendidik, dan mereka yang beljiwa besar.

Di dunia ini, setiap pekerjaan — semuanya, tanpa kecuali — masih tetap menjadi bagian dari siklus  kelahiran dan kematian. Pun demikian dengan persinggahan kita di alam para dewa atau malaikat, alam leluhur, dan alam-alam roh lainnya.

Satu-satunya pekerjaan yang dapat membebaskan kita dari siklus kelahiran dan kematian – dari samsara – adalah Bhakti, penembahan sepenuh hati tanpa mengharapkan imbalan, berkarya tanpa pamrih dengan semangat bhakti, dan menjalani hidup dengan penuh kesadaran.

HIDUP DENGAN PENUH KESADARAN adalah hidup seperi Krsna. Ia tidak punya urusan apa pun dengan siapa yang menang atau kalah di medan perang Kuruksetra. Tidak ada keuntungan pribadi bagi seorang Krsna. Raja Dvaraka atau Dvaravati, yang bagaimana pun akan tetap menjadi bagian  dari perserikatan negara-negara di bawah pengayoman Uni-Bharataa dengan ibukotanya Hastinapura.

Keberadaan Krsna di tengah medan perang itu semata karena urusan dharma. Untuk membela kebajikan, menegakkan kebenaran, dan mematahkan kekuatan-kekutanan yang telah menzalimi rakyat kecil; membuat peraturan-peraturan untuk menindas wong cilik; dan memperkaya diri dan kroni dengan mengabaikan kepentingan rakyat banyak.

KRSNA ADALAH SEORANG DIPLOMAT YANG HEBAT – Ia seorang diri tanpa senjata, berada di kubu Pandava; menjadi sais Arjuna, Sang Komandan Perang. Sementara itu, pasukannya berada di pihak Kaurava. Petinggi Kaurava, Dryodhana senang dengan pembagian kue seperti itu. Ia mendapatkan pasukan, bala tentara lengkap dengan persenjataannya, dan Pandava hanya mendapatkan seorang Krsna. Itu pun dengan syarat bahwa dirinya tidak akan mengangkat  atau mengunakan senjata. Duryodhana girang!

Padahal, dengan cara itu Krsna sudah menjalankan strategi perang yang luar biasa. Para petinggi di kubu Kaurava tidak sadar bila Krsna telah memberi Asuransi bagi Pandava. Asuransi Kemenangn. Sekarang, apa pun yang terjadi, Pandava pasti menang.

DAPATKAH KITA MEMBAYANGKAN KECERDIKAN KRSNA? Bhisma, sang Eyang Agung yang berada di pihak Kaurava mengetahui hal ini, dan dia menutup mulutnya. Dalam hati kecilnya, dia pun mengharapkan kemenangan Pandava. Ia memilih untuk tutup mulut, karena sesunguhnya dia melihat dirinya sebagai bagian dari pasukan Krsna, bagian dari masterplan-Nya Krsna!

Apa yang menjadi strategi Krsna? Apaa masterplan Krsna? Dapatkah kita membayangkan Krsna Super Cerdik. Bila Dia berada di kubu Anda, maka kemenangan adalah kata akhir tanpa tawar-menawar. Kejayaan adalah keniscayaan.

Pasukannya telah bergabung dengan pasukan Kaurava justru melemahkan kekuatan dan moril bala-tentara Kaurava. Mereka menjadi penyusup tanpa mereka sendiri sadari. Melihat Krsna sebagai sais Arjuna, mungkinkah mereka menyerang Arjuna?

Selain itu, setiap sore seusai perang, mereka berbagi pengalaman dan kenangan manis tentang Krsna, Dvaraka dan sebagainya, dengan prajurit-prajurit lain. Wah Krsna! Sungguh hebat Kau! percayalah jika Anda berlindung pada Hero kita, maka kemenangan di dunia ini dan Kebahagiaan Kekal di alam sana terjamin sepenuhnya. Yakinilah hal ini!

Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Semoga semua makhluk dalam keadaan sejahtera dan bahagia, bebas dari penyakit, mengalami peningkatan kesadaran, serta tidak ada penderitaan. Damai, damai, damai.

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s