Renungan Diri: Menjadi Pembicara yang Baik dan Pengaruh Jaringan Syaraf terhadap Pikiran serta Emosi

buku sehat seimbang sufi

Cover Buku Hidup Sehat Seimbang Cara Sufi

“Most of the cases of physical and mental illness come from exhaustion of the nerves.”

 

Demikian pendapat Hazrat Inayat Khan. Jadi, hampir setiap kasus ketidakselarasan atau apa yang biasanya kita sebut  “penyakit”—fisik maupun mental—disebabkan oleh syaraf-syaraf yang capai, yang kehabisan tenaga.

Hazrat Inayat Khan meneruskan,

Didorong oleh rasa kasih yang tulus, oleh keinginan untuk membantu orang lain, kadang kala kita memenuhi setiap panggilan. Kita memakai energi diri terus-menerus, sampai pada suatu ketika syaraf-syaraf kita terganggu dan melemah. Dengan melemahnya syaraf-syaraf, kita akan kehilangan pertahanan fisik, daya tahan tubuh, bahkan kesabaran, sehingga emosi kita lepas kendali. Kita tidak berdaya lagi. Kita menjadi cemas dan gelisah.

Ambil saja contoh seorang rohaniawan. Ia senang bicara. Tujuannya mungkin mulia. Ia ingin membantu orang lain. Sebenarnya, ia sudah kehabisan energi. Ia pun sadar bahwa ia sudah terlalu capai. Namun, ia tidak pernah berhenti. Tidak pernah beristirahat untuk memulihkan energinya. Hasilnya apa? Para pendengar tidak akan memperoleh manfaat apa pun.

Kurangnya energi dalam diri seorang pembicara akan mengganggu syaraf-syarafnya. Dan syaraf-syarafnya yang terganggu itu akan mempengaruhi ritme dalam diri para pendengarnya. Syaraf-syaraf mereka pun terganggu. Mereka merasa kehabisan tenaga pula. Mereka jadi malas mendengarkan pembicaraannya.

Pada situasi ekstrem, gangguan pada syaraf-syaraf kita dapat menyebabkan ketidak-warasan. Kita bisa kehilangan keseimbangan diri.

Minuman keras, atau minuman berakohol dengan kadar tinggi, juga dapat mengganggu syaraf-syaraf kita. Untuk sementara memang syaraf-syaraf kita yang sudah mulai tegang akan terangsang dan merasakan rileksasi. Namun, rileksasi yang diciptakan oleh alkohol itu bersifat sesaat saja, sangat temporer. Celakanya, mengkonsumsi alkohol menjadi kebiasaan—dan semakin lama dosis kita akan bertambah. Persis sama seperti kebiasaan kita merokok atau minum obat. Ketergantungan kita pada faktor-faktor luar untuk memperoleh rileksasi sesaat membuat kita semakin lemah, semakin tidak berdaya mengendalikan diri sendiri.

Sebenarnya, obat-obatan ataupun alkohol tidak akan pernah berhasil menenangkan syaraf-syaraf kita:

Karena syaraf-syaraf merupakan bagian yang sangat alami dalam diri kita, pengobatannya pun harus alami. Rileksasi, latihan-latihan pernafasan dan makanan yang teratur, ditambah dengan perhatian dari seorang “praktisi ilmu kesehatan” yang bijak, yang penuh dengan pemahaman dan kasih-sayang, dapat membantu, akan membantu.

Syaraf-syaraf kita juga membutuhkan energi. Dan energi ini dapat diperoleh dari diri kita sendiri. Pikiran yang tenang, emosi yang tidak bergejolak dan pola hidup yang sederhana dan selaras dengan alam akan menciptakan energi yang dapat rnenenangkan syaraf-syaraf kita.

Pendek kata, kita harus memberdayakan diri sendiri. Lepaskan ketergantungan Anda pada obat-obatan, pada alkohol, pada guru kodian yang mengaku bisa memberikan pencerahan dan penyembuhan lewat “internet”. Jadilah “pelita” bagi diri Anda sendiri. Terangilah jalan hidup Anda dengan pelita pencerahan yang berasal dari diri Anda sendiri.

Jaringan syaraf merupakan bagian terpenting dalam mekanisme tubuh kita. Walaupun bersifat fisik, jaringan syaraf sebenarnya lebih peka terhadap pikiran serta emosi. Pikiran yang kacau dan emosi yang bergejolak tidak akan langsung mempengaruhi badan kita. Yang dipengaruhinya pertama-tama adalah syaraf-syaraf kita. Hazrat Inayat Khan menegaskan:

Demikian pekanya jaringan syaraf. Apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda rasakan dapat langsung mempengaruhi jaringan syaraf. Apabila Anda selalu berpikir, “Saya sakit” maka syaraf-syaraf Anda menjadi tegang dan terganggu. Dan pada akhirnya penyakit itu menjadi kenyataan pada tingkat fisik.

Sebaliknya, pikiran yang jernih dan emosi yang terkendali dapat pula menenangkan jaringan syaraf, sehingga fisik menjadi sehat.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2001). Hidup Sehat Dan Seimbang Cara Sufi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s