Renungan Diri: Dampak Pemanis Pengganti Gula dan Penyedap terhadap Pineal dan Kesadaran Diri

buku kearifan mistisisme

Cover Buku Kearifan Mistisisme

Bahaya Perbudakan Baru

Sahabat kita menjelaskan: “Bahaya perbudakan dengan modus operandi baru dengan menggunakan kimia, periklanan, dan berbagai cara lain untuk memanipulasi pikiran manusia ini jauh lebih berbahaya dari perbudakan yang terjadi di masa lalu.

“Seorang yang sudah teracuni oleh fluoride, protein hewani, dan sebagainya—kemudian, jaringan syaraf  dan daya pikirnya pun sudah terpengaruh oleh berbagai metode manipulasi pikiran—akan mengalami perubahan nyata dalam building blocks of life, yakni DNA.

“Keturunan yang dimilikinya dalam keadaan itu akan mewarisi ketumpulan otak, kelemahan daya pikir, dan kepengecutannya. Berarti, secara turun-temurun kita akan melahirkan masyarakat yang tidak sadar bahwa dirinya sedang diperbudak. Mereka lahir, hidup, dan mati dalam perbudakan.”

Sesungguhnya masih banyak lagi yang Beliau ceritakan. Yang telah dan akan saya sampaikan lewat coretan-coretan dalam buku ini tidak lebih dari 1O persen saja.

Setelah mendengar penjelasan-penjelasan Beliau, saya sempat depresi berat selama berhari-hari.

 

Dampak Pemanis Pengganti Gula dan Penyedap

Siapa yang tidak menggunakannya? Sulit menemukan makanan jadi tanpa penyedap atau pemanis tiruan. Bukan hanya MSG atau pemanis pengganti gula, sesungguhnya kecap dan garam pun sudah termasuk dalam kategori pemanis dan penyedap.

“Pada dasarnya,” sahabat kita menjelaskan, “setiap pemanis, penyedap, dan lain sebagainya membohongi otak kita. Ini supaya masyarakat umum bisa memahami cara kerjanya dengan mudah. Ya, semuanya itu membohongi otak kita.

“Sesuatu yang tidak sedap terasa sedap karena tambahan penyedap. Sesuatu yang tidak manis terasa manis karena ditambahkan pemanis pengganti gula.

“Yang merasakan itu adalah otak. jadi, otak dibohongi, diberi bahan  kimia yang terasa manis, terasa sedap. Dan, dia mempercayainya.

“Dalam hal itu, penyedap organik dan alami seperti kecap dan garam hanya menipu-nipu sedikit, sedangkan MSG dan pemanis pengganti gula betul-betul membohongi otak.

“Celakanya, sekarang banyak produsen kecap pun menambahkan penyedap sejenis MSG dan pemanis buatan. Berarti kita mesti jeli untuk membeli produk yang masih  relatif ‘jujur’.

“Otak yang bisa dibohongi oleh penyedap dan pemanis tiruan akhirnya mengalami kerusakan. Kerusakan ini terjadi secara bertahap, sehingga sulit dideteksi. Seorang yang berlebihan menggunakan MSG, dalam 4Oan tahun setelah pertama kali menggunakannya sudah akan menjadi pikun. Awalnya tidak terasa, ‘lupa menaruh kunci, lupa mobil sudah dikunci atau belum, lupa pintu gerbang sudah digembok atau belum.’

“Lama-lama, ia menderita alzheimer, amnesia, dementia, dan berbagai macam penyakit lainnya. Itu physically, secara fisik. Mentally dan emotionally lebih-lebih lagi. Otak yang mudah dibohongi, ditipu, dapat ditaklukkan dengan sangat mudah. Otak seperti itu adalah otak budak. Tidak memiliki kekuatan apa-apa kecuali mengurusi badannya saja.

 

Apapun yang Terjadi pada Otak mempengaruhi kelenjar pineal. Otak yang lemah, jaringan syaraf yang mulai mengeras dan kehilangan fleksibilitasnya mengeraskan kelenjar Pineal.

“Dengan kelenjar pineal yang keras, manusia tidak lebih baik dari hewan. Sepanjang hari memikirkan makan, minum, tidur, seks, dan keselamatan dirinya saja. Dia bisa saja menjadi dokter, pengacara, pejabat tinggi negara, pengusaha, insinyur—menjadi apa saja, setinggi apapun pendidikan, dan gelarnya diperoleh dari mana saja — namun dia tidak dapat memikirkan sesuatu yang lain di luar makan, minum, tidur, seks, dan keselamatan diri. Persis seperti hewan, yang kelenjar pinealnya memang keras sejak lahir.

“Tak ada rasa empati dalam orang-orang seperti itu. Mereka menjadi pembunuh berdarah dingin. Banyak pemilik perusahaan-perusahaan besar saat ini memiliki kelenjar pineal sekeras batu. Para pejabat pun sama. Kekacauan yang terjadi di dunia ini karena hal itu.”

Dikutip dari (Krishna, Anand. (2015). Kearifan Mistisisme, Panduan untuk Menyelaraskan Diri dengan Semesta dan Menyerap Suara Yang Maha Ada, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Tautan terkait: https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2015/12/01/renungan-vegetarian-protein-hewani-penyebab-pengerasan-kelenjar-pineal-dan-ketidakpekaan-diri/

Tautan terkait:

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner 4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s