Renungan #Yoga Patanjali: Asmita-Keakuan dan Vasana-Obsesi Menghubungkan Masa Lalu dan Kelahiran Kini

buku yoga sutra patanjali

Cover Buku Yoga Sutra Patanjali

 

Yoga Sutra Patanjali IV.9

“Samskara atau kesan-kesan, dan smrti, memori, atau ingatan tentang kesan-kesan tersebut sesungguhnya adalah satu dan sama. Bersama-sama mereka menghubungkan masa kelahiran sekarang dengan masa kelahiran sebelumnya; termasuk menentukan tempat dan waktu kelahiran, walau hal itu tidak terasa atau tampak secara jelas.” Yoga Sutra Patanjali IV.9 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Berarti, kelahiran kita sekarang ini adalah buah vasana masa lalu. Segala urusan masa kini disebabkan oleh pasangan asmita atau ke-aku-an dan vasana, obsesi, atau sisa-sisa keinginan dari masa lalu yang belum terpenuhi.

Asmita dan Vasana – janganlah sekali-kali memberi nama Asmita atau Vasana kepada anak Anda. Kelahirannya sudah karena pasangan tersebut, tidak perlu membebaninya lagi dengan pemberian nama seperti itu. Hahaha!

 

PATANJALI BUKANLAH SEPERTI DOKTER “MASA KINI”DI NEGERI KITA, yang umumnya tidak punya waktu untuk menjelaskan ataupun mencari iahu, mempelajari sebab suatu penyakit. Lagi-lagi “umumnya” mereka hanya meneliti simtom, apa yang dirasakan oleh seorang pasien—itu pun berdasarkan diagnosis diri yang dilakukun sendiri oleh pasien—kemudian menulis resep. Itu saja.

Patanjali adalah seorang dokter berjiwa saintis tulen. Ia membedah penyakit, kemudian ia menjelaskan semua itu. Secara terperinci.

Solusi yang diberikannya pun dibagi dalam paket-paket kecil sehingga kita dapat menyesuaikan diri secara bertahap. Dan akhirnya, bisa mencabut akarnya, supaya tidak kumat kembali,

 

AKAR DARI SEGALA PENYAKIT ADALAH ASMITA’—KE-AKU-AN, identitas-diri yang salah. Menganggap diri sebagai badan; manah, mind, dan gugusan pikiran serta perasaan; intelek; dan sebagainya—inilah akar segala penyakit, inilah sebab kelahiran kembali di alam-benda.

Dari asmita atau ke-aku-an inilah timbul vasana, obsesi-obsesi yang menjadi samskara, atau kesan dan smrti atau memori. Demikian, terkumpullah bahan-bahan untuk kelahiran ulang. Muncul citta, benih pikiran dan perasaan.

Ribet, ya?

Ya, proses kelahiran ulang memang seribet itu. Anehnya, kok masih mau juga!

Lebih aneh lagi, solusinya justru tidak ribet. Sama sekali tidak ribet, tapi tetap saja kita enggan menerapkannya. Solusinya justru sangat mudah, gampang—salibkan ke-aku-anmu! Cut the ego, cross the ego—dan raihlah kebebasan yang adalah hakmu, takdirmu, wahai, Yogi!

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Catatan terkait: https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2015/11/24/renungan-yoga-patanjali-sifat-bawaan-kita-saat-ini-diperoleh-dari-kehidupan-masa-lalu/

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2Elearning-Banner-2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s