Renungan Diri: Kremasi Percepat Ego Tinggalkan Jasad Lanjutkan Perjalanan?

buku reinkarnasi-500x500

Cover Buku Reinkarnasi

Selama organ-organ tertentu dalam tubuh kita masih dapat berfungsi, kita dianggap masih hidup. Dalam keadaan pingsan atau koma, kita masih juga dinyatakan hidup, karena adanya jantung yang masih berdebar dan organ-organ lain yang juga masih berfungsi.

Apa yang sebenarnya terjadi pada saat kematian? Sang Ego meninggalkan badan kasat. Badan kasat ini tidak dapat berfungsi tanpa ego, dan ia dinyatakan mati. Tergantung pada tingkat kesadaran kita pada saat kita mati, ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi.

Dalam kasus mereka yang mati tanpa kesadaran, kematian memang membingungkan. Dan berhubung dalam alam itu jarak dan waktu sebagaimana kita ketahui di sini tidak ada lagi, maka ego kita bisa gentayangan selama beberapa jam, beberapa hari, beberapa bulan, beberapa tahun, atau bahkan beberapa abad. Ego yang bergentayangan ini memiliki badan yang bentuknya mirip dengan bentuk badan kasat terakhir. Badan halusnya itu disebut Etheric Body. Ia begitu terikat dengan keluarganya, usahanya, rumahnya, pekerjaannya, temannya, sehingga sampai dengan waktu yang cukup panjang, ia tak akan terbebaskan dari Etheric Body. Ia akan selalu berusaha untuk berdialog dengan mereka yang ia cintai semasa hidup.

Yang paling menderita adalah mereka yang mati tanpa kesadaran dan jasadnya diawetkan atau dikubur setelah dimasukkan dalam peti yang kokoh. Selama badan kasatnya tidak musnah sama sekali, ia pun akan gentayangan dan berada di sekitar jasadnya, rumah yang pernah dihuninya, para sahabat yang dicintainya. Keterikatan-keterikatannya semasa hidup masih membelenggu dia. Ia akan selalu berada di lingkungan yang sama. Roh-roh seperti ini yang biasa menampakkan diri. Yang selama ini Anda anggap jin adalah roh-roh manusia yang sedang gentayangan ini.

Ada semacam tali penghubung yang mengikat badan kasat dengan badan halus. Dalam alam tidur, badan halus bisa keluar dari badan kasat dan bepergian ke mana saja, bertemu dengan siapa saja. Jarak dan waktu sudah tidak menjadi masalah lagi. Setelah bangun tidur, kita kadang-kadang masih bisa ingat tentang perialanan astral kita. Biasanya kita menganggapnya sebagai mimpi, padahal bukan mimpi.

Mimpi adalah produk pikiran kita sendiri. Segala sesuatu yang ingin kita peroleh, ingin kita lakukan—dan tidak dapat kita peroleh atau kita lakukan dalam keadaan jaga—menjadi mimpi sewaktu kita tidur.

Perjalanan Astral bukan mimpi, walaupun masih juga merupakan proyeksi pikiran klta. Tanpa adanya pikiran, sernuanya itu tidak mungkin terjadi. Mimpi dan Perjalanan Astral dan Imajinasi—semuanya adalah produk pikiran. Dan masih banyak lagi produk pikiran yang lain: harapan, khayalan, ingatan dan lain-lain.

Kembali ke tema sentral kita: tali pengikat yang sering disebut Silver Cord atau Tali Perak, karena bercahaya keperak-perakan. Tali itu menghubungkan badan kasat dengan badan halus. Tali ini tidak akan putus, kecuali sudah tiba saatnya bagi Sang Ego untuk meninggalkan badan kasat. Dalam alam tidur, tali penghubung ini tidak pernah putus.

Setelah apa yang disebut “kematian” secara medis, tali ini pun tidak langsung putus, walaupun sudah tidak berguna lagi. Sebenarnya tali ini seperti pipa dengan garis tengah yang  sangat kecil, tetapi panjang tak terbatas, sehingga dalam alam tidur bisa mengantar badan halus ke mana saja. Nah, lewat pipa ini, badan halus bepergian dan datang kembali. Setelah apa yang disebut “kematian”, pipa ini tertutup tetapi belum terputus. Proses pemutusan akan segera terjadi, apabila seseorang mati dengan penuh kesadaran. Ia tidak terikat pada sesuatu apa pun. Ia sadar bahwa kematian merupakan bagian dari proses daur ulang alami dan karena itu akan memutuskan hubungan emosional dengan kehidupan sebelumnya. Demikian, tali pengikat ini terputus dan ia bebas untuk memilih kehidupan dalam bentuk-bentuk lain.

Apabila seseorang mati tanpa kesadaran—masih sangat terikat dengan benda-benda duniawi, dengan keluarga, dengan rumah dan lain sebagainya, tali pengikat tadi tidak akan segera putus. Biasanya, tali tersebut akan putus setelah musnahnya badan kasat. Di sini letaknya masalah. Apabila jasad kita dikubur, apalagi diawetkan atau ditutup dalam peti mati yang sangat kuat, proses pemusnahan mayat akan memakan waktu yang sangat lama, sehingga tali pengikat tidak putus-putus, dan badan halus kita masih terus gentayangan sekitar jasadnya. Ia ingin masuk kembali, tetapi tidak mungkin lagi. Ia sangat menderita. Ia merasa begitu kesepian. Ia akan berupaya untuk menghubungi mereka yang ia cintai semasa hidupnya. Kadang kita mendengar suara mereka, kadang kita melihat mereka dalam mimpi. Mereka gentayangan, sampai pada saat jasad mulai musnah dan tali pengikat itu putus. Proses ini bisa makan waktu sebentar, bisa juga sangat lama.

Sebaliknya, apabila seseorang mati, dan jasadnya dilarutkan dalam sungai, dikremasi ataupun dikubur tanpa peti, tanpa bahan pengawet dan lain sebagainya, maka tali penghubung antara badan kasat dan badan halus akan segera putus. Api merupakan salah satu elemen alami yang dapat memutuskan hubungan antara badan kasat dan badan halus, dengan cepat sekali.

Walaupun seseorang mati tanpa kesadaran, apabila badannya dikremasi atau diperabukan, tali penghubung ini akan langsung putus dan membuat Sang Ego sadar akan kefanaan dunia ini. Demikian ia langsung terbebaskan dari belenggu-belenggu keterikatan dengan keluarga, harta dan lain sebagainya, dan dapat melanjutkan perjalanannya.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (1998). Reinkarnasi, Hidup Tak Pernah Berakhir. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2Elearning-Banner-2

Advertisements

One thought on “Renungan Diri: Kremasi Percepat Ego Tinggalkan Jasad Lanjutkan Perjalanan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s