Renungan #Gita: Materi Membuat Kita Bergelinding Antara Kutub Suka Dan Duka, Bhakti Cara Melampauinya?

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Kitab Kuno Nusantara yang masih Relevan sebagai Panduan hingga masa kini Sara Samuccaya ayat 455 menyatakan bahwa materi hanyalah mengakibatkan kenikmatan sesaat yang tidak abadi: Sebagaimana seekor kambing bisa dituntun ke mana saja dengan cara diiming-imingi segenggam atau beberapa helai rumput yang sekadar diperlihatkannya saja — demikian pula diriku dipermainkan oleh Trsna. Diiming-imingi kebahagiaan, yang temyata hanyalah kenikmatan indra yang bersifat sesaat saja — aku dibuatnya pusing tujuh keliling.

Pengertiannya, keinginan sekuat apa pun yang berasal dari nafsu atau trsna hanyalah menghasilkan kenikmatan indra yang bersifat sesaat, dan tidak pemah memuaskan. Trsna tidak pernah menghasilkan kebahagiaan sejati dan kepuasan batin. Kita tertipu olehnya, dalam arti kata lahir-mati lahir-mati berulang-ulang — itu saja.

Silakan baca ulang: https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2015/11/22/renungan-diri-usia-muda-kesehatan-bahkan-kehidupan-takluk-pada-kematian-hanya-trsna-nafsu-tak-pernah-takluk/

 

Yoga Sutra Patanjali menyatakan bahwa membiarkan diri terkendali materi dan menuruti kepuasan indra, kenikmatan sesaat bisa mencelakakan diri dan orang lain: Jika Yoga berarti disiplin diri, pengendalian diri, Bhoga berarti sebaliknya, yakni hidup tanpa disiplin, membiarkan diri terkendali alam benda dan kebendaan; membiarkan indra lepas kendali dan mencari mangsa, mencari kenikmatan sesaat yang tidak berarti (malah bisa membahayakan, mencelakakan diri dan orang lain).

Silakan baca ulang: https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2015/10/21/renungan-yoga-patanjali-nakal-nakal-sedikit-bolehkah-tidak-boleh-yoga-adalah-disiplin/

 

Menurut Bhagavad Gita jalan keluar dari kejatuhan diri akibat terpikat dengan materi hanyalah dengan cara Bhakti:

Bhagavad Gita 9:31

“Demikian, Sang Dharmatma atau wujud Kebajikan itu meraih segala kemuliaan serta kedamaian sejati. Ketahuilah Kaunteya (Arjuna, Putra Kunti), seseorang yang berbhakti seperti itu tidak pernah jatuh dan punah. Dan, niscayalah kesadarannya tak pernah merosot lagi.” Bhagavad Gita 9:31

 

Ini adalah sebuah janji. Janji yang luar biasa. Kepunahan adalah sifat materi. Naik-turun, jatuh-bangun, meningkat dan merosot –semuanya adalah sifat materi, terkait dengan kesadaran jasmani.

Ketika Jiwa individu masih mengidentifikasikan dirinya dengan materi, dengan benda, dengan indra, dengan alam benda, dengan suka dan duka yang diperolehnya dari hubungan dengan semua itu – maka tidak-bisa-tidak ia berjungkat-jungkit sepanjang usia. Tidak-bisa-tidak ia bergelinding antara dua kutub senang-susah, bahagia-gelisah, dan sebagainya.

Mereka yang tidak memahami hal ini, tidak berjiwa bhakti, senantiasa berupaya untuk mengubah keadaan. Padahal, perubahan sudah merupakan sifat dasar alam benda. Menceraikan satu pasangan dan mengawini orang lain bukan solusi. Bukan solusi meditatif. Mengharapkan cinta dari sesama manusia – setidaknya, bagi seorang bhakta, sebagaimana dikatakan oleh Paramhansa Yogananda adalah penghinaan terhadap Gusti Pangeran. Seolah ia tidak mendapatkan kasih dari-Nya.

Seorang anak meninggalkan masakan ibunya yang sudah disajikan di atas meja. Sudah dibuat, dimasak dengan penuh cinta. Kemudian mencari makanan di luar. Dengan cara itu, ia menghina ibu yang melahirkannya. Ia menghina masakannya.

Implikasinya sama saja seperti meninggalkan pasangan di rumah, dan mencari pasangan lain di luar rumah. Hati seorang bhakta yang seluruh kesadarannya terpusatkan pada Gusti Pangeran, sudah tidak bercabang lagi. Ia telah menghaturkannya pada Gusti Pangeran. Alam benda hanyalah ibarat kantor tempat ia bekerja, bukan rumahnya. Rumahnya adalah istana Gusti Pangeran. Ia tidak pernah lupa akan hal itu.

Ia tidak mencari rumah lain. Ia tidak mencari cinta dari dunia benda. Ia sudah mendapatkan segala-galanya dari Gusti Pangeran, Hyang adalah Wujud Cinta Kasih.

Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2Elearning-Banner-2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s