Renungan Diri: Untuk Meniti ke dalam Diri Ritual Belaka Tidak Membantu! Lakukan dengan Penuh Cinta!

buku kearifan mistisisme

Cover Buku Kearifan Mistisisme

Simak Puisi yang ditembangkan oleh Mira dalam kutipan buku Kearifan Mistisisme ini:

“Jika mandi di pancuran suci mendekatkan diri dengan Tuhan, maka beruntunglah ikan-ikan di sungai;

“Jika kau dapat mencapai-Nya dengan memakan buah-buahan saja, maka sungguh beruntunglah monyet-monyet di hutan;

“Jika Ia dapat ditemukan oleh mereka yang makan sayuran mentah sepanjang usia, maka beruntunglah kawanan domba;

“Dengan memuja patung yang terbuat dari batu, jika aku dapat menemukan-Nya, maka gunung dan bukit akan kupuja;

“Tidak, wahai kawan, hanyalah dengan hati penuh cinta kau dapat bertemu dengan-Nya,

demikian kata Mira…”

 

Tidak berarti para mistik mengabaikan ritus. Namun, mereka sadar bahwa ritus saja tidak membantu mereka dalam penitian jalan ke dalam diri. Dan ritus bukanlah sekadar sembahyang beberapa kali sehari atau beberapa kali setiap minggu. Ritus bukanlah sekadar mandi di sungai Ganga atau bepergian ke tempat-tempat yang disucikan.

Ritus juga adalah kebiasaan-kebiasaan makan dan sebagainya. Bahkan, pelatihan Yoga dan meditasi pun bisa berubah menjadi ritus jika tidak dilakukan dengan…….

 

Hati Penuh Cinta. Dan, cinta berarti aku memikirkan dirimu sebagaimana aku memikirkan diriku sendiri. Tanpa cinta, ritus menjadi beban. Jika dilakukan secara rutin tanpa pemahaman yang benar, tanpa kasih, maka meditasi dan Yoga, yang awalnya terasa sangat menarik, bisa menjadi beban.

Saya kenal dengan beberapa pasang suami istri, yang masing-masing, secara terpisah, mengatakan kepada saya bahwa senggama pun sudah rnenjadi sebuah ritus bagi mereka, dan oleh karenanya terasa membebani, “Kecuali saat menstruasi, ketika saya tidak perlu melayani dia, hari-hari lain sungguh penuh penderitaan,” demikian keluhan seorang istri.

Lucunya, sang suami pun mengeluh, “Kalau tidak melakukan hubungan badan, dia bisa berpikir aku memenuhi kebutuhanku di luar, maka mau-tak-mau, setidaknya 2-3 kali seminggu aku mesti melayani dia, padahal aku sudah tidak merasakan apa-apa. Sudah tidak ada gairah.”

 

Tanpa Cinta, Ajaran Kamasutra pun Menjadi Ritus, sehingga tidak memuaskan siapa-siapa. Sebab itu, silakan melaksanakan ritus sesuai dengan kepercayaan Anda, tapi bukan sebagai kewajiban kering,lakukanlah dengan hati penuh cinta. Tetapi, itu menurut saya.

Jika Anda memiliki pandangan yang berbeda, Anda tidak perlu mengubahnya untuk mengikuti saya. Anda ingin menempuh jalur mistisme yang basah atau ingin meneruskan perjalanan kering, sepenuhnya menjadi pilihan Anda sendiri. Saya pun sadar betul bahwa dalam kekeringan pun ada rasa nikmat tersendiri.

Bagi saya, pilihan saya adalah jalur mistisme yang basah. Memang Licin, Anda mesti berhati-hati sekali. Jika kaki Anda terpeleset, kemungkinan jatuh selalu ada. Kemungkinan badan Anda lecet, luka, atau bahkan berdarah-darah selalu ada. Jika Anda menganggap hal itu sebagai risiko dan tidak ingin mengambilnya, maka pilihan adalah di tangan Anda.

Dikutip dari (Krishna, Anand. (2015). Kearifan Mistisisme, Panduan untuk Menyelaraskan Diri dengan Semesta dan Menyerap Suara Yang Maha Ada, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2Elearning-Banner-2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s