Renungan Diri: Kelahiran di Dunia Ibarat Belajar di Sekolah, Tidak Naik Kelas berarti Mengulang Mata Pelajaran Lama?

buku reinkarnasi-500x500

Cover Buku Reinkarnasi

Yang lahir kembali itu siapa? Bukan badan kita, karena badan sudah menjadi bangkai, sudah dikubur atau dibakar. Badan sudah musnah. Badan tidak mengalami kelahiran kembali. Badan mengalami proses daur ulang dalam bentuk lain. Dari tanah datangnya, ia kembali ke tanah, untuk selanjutnya datang lagi dan kembali lagi………

Yang berulang kali mengalami kelahiran dan kematian adalah Ego kita yang begitu kompleks. Keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi, obsesi-obsesi terpendam. Semuanya itu yang menyebabkan terjadinya kelahiran kembali……….

……… dua alinea di atas dikutip dari Tautan https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2015/11/12/renungan-diri-yang-lahir-kembali-adalah-ego-kita-keinginan-obsesi-yang-belum-terpenuhi/

 

Berikut ini adalah penjelasan bahwa kelahiran seseorang di dunia ini bisa dipandang sebagai seseorang yang sedang mengikuti pendidikan Sekolah Kehidupan Dunia.

Seperti halnya pendidikan di sekolah, selama kita belum dinyatakan naik kelas, maka kita harus masuk kelas lama untuk mengikuti pelajaran sampai kita dinyatakan naik kelas. Setelah naik kelas pun kita akan di berikan mata pelajaran yang berbeda di kelas lanjutan sampai kita dinyatakan lulus dari sekolah tersebut.

Berikut ini adalah kutipan dari buku (Krishna, Anand. (1998). Reinkarnasi, Hidup Tak Pernah Berakhir. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

……..

Kelahiran dalam dunia ini ibarat belajar di sekolah. Alam Semesta ini ibarat lembaga pendidikan, universitas. Ada fakultas-fakultas lain pula, yang terdapat dalam dimensi lain. Masih ada begitu banyak bentuk kehidupan yang lain. Apabila seseorang mati dalam kesadaran, ia akan tahu persis mata pelajaran apa yang masih harus dipelajari.

………

Kehidupan Anda membuktikan bahwa masih ada sesuatu yang harus Anda pelajari. Masih ada keinginan-keinginan yang harus dipenuhi. Masih ada obsesi-obsesi yang harus dilampaui. Jujurlah dengan diri Anda sendiri. jangan membohongi diri. Anda berada di sini untuk mengurus diri sendiri. Perkawinan Anda, putra-putri Anda, hubungan kerja Anda, segala sesuatu yang sedang Anda lakukan, sedang Anda alami, semuanya demi perkembangan diri sendiri. jangan lupa hal ini.

Yang penting adalah kebebasan kita. Jangan terikat pada siapa dan apa pun. Begitu kita sadar bahwa dalam hidup ini kita harus belajar sesuatu, kita akan mempelajarinya dengan baik, namun kita tidak akan terikat pada sesuatu apa pun. Kita tidak akan terikat pada bangku yang kita duduki, kita tidak terikat pada bangunan sekolah. Kita tidak terikat pada guru yang mengajar kita. Kita pergi ke sekolah untuk belajar. Selesai belajar, kita pulang. Demikian pula dengan kehidupan ini: Selesai belajar kita pulang. Tetapi apa yang terjadi selama ini? Kita lupa pelajaran, kita malah terikat pada sarana-sarana penunjang yang disediakan oleh alam. Kita terikat pada rumah kita, pekerjaan kita, isteri kita, suami kita, keluarga kita, kepercayaan kita, ideologi-ideologi kita. Semuanya itu hanya sarana penunjang, sarana-sarana pendidikan.

Gunakan, tetapi jangan terikat pada mereka. Keterikatan kita membuat kita gagal mempelajari mata pelajaran yang harus kita pelajari. Itu menyebabkan kelahiran kita kembali. Kita lahir dan mati, dan lahir, dan mati berulang kali, kadang kala hanya untuk mempelajari satu mata pelajaran. Kita sedang lari di tempat. Hampir setiap kali kita mengalami kelahiran dalam lingkungan yang sama dan itu-itu juga. Kita lahir dalam keluarga yang sama. Yang dulu jadi isteri, sekarang jadi ibu. Yang dulu jadi anak, sekarang jadi isteri. Yang dulu jadi sahabat, sekarang jadi ayah. Yang sekarang jadi suami, dulunya kakak. Anda tidak pernah bebas dari lingkungan yang sempit ini. Perannya berbeda, tetapi tema sentralnya masih sama. Sesungguhnya, kita mengulangi cerita yang sama, dengan sedikit variasi di sana-sini.

Manfaatkan kelahiran ini untuk menyadarkan diri bahwa ada mata pelajaran yang harus Anda pelajari. Jangan buang waktu untuk mengagung-agungkan agama Anda, kepercayaan Anda. Semuanya itu hanyalah sarana pendidikan. Gunakan semuanya itu, tetapi jangan lupa yang harus bekerja adalah Anda sendiri. Perjalanan ini harus dimulai, dan langkah pertama harus diambil. Jangan lari di tempat. Lebih baik berjalan, walaupun pelahan, daripada lari di tempat.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (1998). Reinkarnasi, Hidup Tak Pernah Berakhir. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2Elearning-Banner-2

Advertisements

One thought on “Renungan Diri: Kelahiran di Dunia Ibarat Belajar di Sekolah, Tidak Naik Kelas berarti Mengulang Mata Pelajaran Lama?

  1. Walau belum membaca bukunya, namun dengan membaca sedikit yang tertuang dalam wall ini, hemat saya buku ini lumayan menarik untuk dibaca.

    Siapa saja yang pernah membaca buku The Journey of Soul, atau buku Many life many master, pasti akan menemukan kesamaan seperti yang dimaksud dalam tulisan wall di atas.

    Semoga semakin banyak yang tertarik membaca buku-buku semacam ini, syukur-syukur bisa menjadi penuntun dalam menapaki proses pembelajaran di semesta.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s