Renungan #Gita: Melupakan Peran sebagai Saksi menganggap sebagai Pelaku membuat Jiwa mengalami Suka dan Duka

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Bhagavad Gita 14:22

“Wahai Pandava (Arjuna, Putra Pandu), ia tidak menolak cahaya kebijaksanaan yang muncul ketika Sattva dominan; gairah untuk berkegiatan ketika Rajas dominan; dan keterikatan ketika Tamas dominan. Ia pun tidak mendambakan salah satu di antaranya ketika sifat-sifat tersebut tidak dominan lagi.” Bhagavad Gita 14:22

 

“Penjelasan Krsna ini perlu dicerna. Berarti, seorang yang telah melampaui ketiga sifat tersebut —masih juga mengalami dominasi sifat-sifat tersebut secara silih berganti. Tiada seorang pun yang setiap saat, 24/7, sepanjang hidup berada dalam alam Sattva, Rajas, atau Tamas saja. Setiap orang, siapa pun dia, mesti mengalami kekuasaan sifat-sifat yang berbeda tersebut. Namun, seseorang yang telah melampauinya,

“TIDAK TERKENDALI” OLEH SIFAT-SIFAT TERSEBUT – Sementara itu, kita tidak sekadar ‘mengalami’, tetapi juga ‘terkendali’ oleh sifat-sifat tersebut ketika mereka berkuasa.

“Seseorang yang telah melampaui ketiga sifat tersebut, hanyalah melewati pengalaman-pengalaman yang beda, tanpa dikuasai oleh salah satu sifat mana pun juga.

“Melampaui ketiga sifat tersebut adalah sinonim dengan, sama dengan “tidak terkendali” olehnya. Sebab itu, ia pun tidak mengejar pengalaman-pengalaman yang muncul dari ketiga sifat tersebut, termasuk pengalaman indah, penuh pencerahan, yang muncul dari sifat sattva.

“INI PENTING UNTUK DIPAHAMI – Banyak meditator mengejar ‘pengalaman pertama’; ‘Dulu, ketika baru mulai meditasi, pengalamanku indah sekali. Sekarang aku Inencari kembali pengalaman yang sama, tapi tidak berhasil.’

“Seindah dan se-sattvika apa pun suatu pengalaman, jika dikejar kembali — maka menarik Jiwa ke bawah, ke alam rajas, alam keterikatan.

“Seseorang yang telah melampaui ketiga sifat tersebut, tahu persis bila setiap pengalaman adalah hasil interaksi badan, pancaindra, dan gugusan pikiran sena perasaan dengan alam benda. Tidak ada satu pun pengalaman yang permanen. Termasuk pengalaman “pencerahan”. Pencerahan sejati, pencerahan Jiwa “terjadi” ketika ia menyadari hakikat dirinya sebagai pemantau, penonton, saksi. Ia menikmati seluruh pertunjukan dengan beragam adegannya tanpa keterikatan apa pun dengan adegan mana pun.

“PENGALAMAN SATTVA PUN SEKADAR ADEGAN dalam pertunjukan hidup ini. Semuanya adalah bagian dari kehidupan. Pengalaman yang sudah berlalu, mesti dibiarkan berlalu. Tidak disesali, dan tidak dikejar kembali.

Seorang meditator yang sedang mengejar kembali “pengalaman pertama” sudah pasti kecewa. Pengalaman meditasi tidak selalu sama. Tidak ada aturan atau ketentuan tentang pengulangan.

“Tanggal dan hari yang berlalu pun tidak pernah terulang lagi. Segala sesuatu di dalam hidup ini sedang berlalu. Mengejar masa lalu adalah tindakan bodoh. Seorang bijak tidak pernah mengejar masa lalu maupun masa depan.

“LALU SEBAGAI “SAKSI” – Apakah Jiwa sama sekali tidak terlibat dalam tindakan mana pun juga? Apakah dia bermalas-malasan dan duduk diam saja? Bukankah itu sifat tamas?” (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

 

“Tunggu dulu!

“Siapa yang bertindak? Apakah Jiwa bertindak? Sesungguhnya Jiwa tidak pernah bertindak. Adalah badan, indra, pikiran, perasaan dengan seluruh komponen dan anak-pinaknya yang selalu bertindak. Jiwa mengalami suka dan duka ketika ia melupakan perannya sebagai saksi dan menganggap dirinya sebagai pelaku. Padahal, itu bukanlah perannya.

“Badan tetap bertindak, pancaindra tetap giat bekerja. Gugusan Pikiran dan Perasaan pun tetap berfungsi. Jiwa menjadi saksi terhadap segala tindakan tersebut. Demikianlah seseorang yang telah mengenal hakikat dirinya sebagai Jiwa, yang sesungguhnya, kita mesti selalu ingat, tak pernah berpisah dari Sang Jiwa Agung.” (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

Banner utk di web

oec3elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s