Renungan Diri: Yang Lahir Kembali adalah Ego kita, Keinginan, Obsesi yang Belum Terpenuhi

buku reinkarnasi-500x500

Cover Buku Reinkarnasi

BAYANGKAN seperangkat Komputer. Ada hardware: CPU, monitor dan lain sebagainya. Ada pula software: disket, CD-Rom dan sebagainya. Kecuali kedua unsur tersebut, masih ada satu unsur lain yang dibutuhkan, untuk mengakrifkan komputer ini, yaitu aliran listrik: energi.

Yang mengaktifkan komputer manusia ini adalah juga tiga unsur utarna. Saya mengatakan tiga unsur utama, karena sebenarnya masih banyak unsur lain, tetapi yang utama adalah tiga. Pertama, badan kasat kita. Ini bagaikan hardware. Kedua, ego kita. Ini bagaikan software dan tentu saja, ketiga, kesadaran yang merupakan aliran listriknya.

Badan kita sewaktu-waktu bisa rusak, bisa berhenti bekerja. Namun software-nya tidak ikut rusak. Ego kita masih utuh, masih dapat berfungsi. Software yang sama dapat digunakan, dengan menggunakan hardware baru. Tidak ada memori yang hilang, tidak ada program yang terhapus. Ego kita, yang merupakan software, masih dapat digunakan.

Ada satu hal yang jangan sampai terlupakan: Kesadaran atau “aliran listrik”. Kesadaran ini tidak pernah terganggu. Apakah software-nya yang dipindahkan, atau hardware-nya yang rusak, Kesadaran kita tidak pernah mengalami gangguan apa pun. Kehadirannya ibarat katalisator. Keberadaan akan Kesadaran ini yang menentukan berfungsinya komputer kehidupan, namun Ia sendiri tak pernah mengalami gangguan, kerusakan dan lain sebagainya.

Badan kasat ini terdiri dari begitu banyak unsur, daging, darah, tulang, otot, sumsum. Semuanya pada suatu hari ditinggalkan oleh Ego yang harus menempati badan kasat baru. Badan kasat ini ada kadaluwarsanya.

Ego adalah mekanisme yang sangat kompleks, yang terdiri dari pikiran, memori, keinginan-keinginan, impian-impian, harapan, perasaan dan lain sebagainya. Selama ini kita mengidentitaskan diri kita dengan Ego ini. Setiap kali Ego menghuni badan kasat, manusia menjadi nyata. Setiap kali ia meninggalkannya, badan kasat menjadi jasad.

Yang lahir kembali itu siapa? Bukan badan kita, karena badan sudah menjadi bangkai, sudah dikubur atau dibakar. Badan sudah musnah. Badan tidak mengalami kelahiran kembali. Badan mengalami proses daur ulang dalam bentuk lain. Dari tanah datangnya, ia kembali ke tanah, untuk selanjutnya datang lagi dan kembali lagi—demikian seterusnya. Kotoran yang dibuang oleh badan kita setiap hari—dalam bentuk air besar, air kecil dan lainnya menyatu dengan tanah, menjadi pupuk alami untuk memberikan kehidupan pada tumbuh-tumbuhan, sayuran yang akan kita konsumsi lagi. Segala sesuatu dalam alam ini mengalami proses daur ulang.

Kesadaran kita bagaikan katalisator. Ia tidak pernah mengalami kematian ataupun kelahiran. Ia kekal, abadi. Kesadaran ini ibarat bayangan Keberadaan. Apabila Keberadaan itu adalah Bulan, Kesadaran adalah rembulannya. Perpisahan antara mereka hanya terjadi dalam bahasa saja. Pada dasarnya, mereka tidak pernah berpisah. Di mana ada bulan, di situ pula ada rembulan. Di mana ada Keberadaan, di situ pula ada Kesadaran.

Mungkin Anda lebih suka menggunakan istilah Tuhan atau Allah bagi Keberadaan. Silahkan, gunakan istilah apa saja—Ia satu ada-Nya. Kehadiran Tuhan bagaikan katalisator, yang menyebabkan terjadinya penciptaan ini. Tuhan tidak secara langsung menciptakan dunia ini. Namun tanpa Kehadiran-Nya tidak akan terjadi pencipcaan. Seperti H20, air. Kita semua tahu ada 2 unsur hydrogen dan 1 unsur oxygen dalam air—namun apabila Anda diberikan kedua-duanya dan diminta menciptakan air, Anda tidak akan dapat menciptakannya. Kehadiran Listrik sebagai katalisator menjadi mutlak. Tanpa itu, tidak akan ada Air. Begitu pula dengan Tuhan atau apa yang saya sebut Keberadaan: kehadirannya saja sudah cukup dan proses penciptaan pun terjadi dengan sendirinya.

Demikian, penciptaan itu terjadi di mana saja, tidak perlu dipermasalahkan lagi. Apakah seorang bayi lahir secara alami, lewat inseminasi buatan, test-tube ataupun cloning – kelahirannya tetap membuktikan Kehadiran Allah. Jangan takut Tuhan Anda akan menganggur.

Yang berulang kali mengalami kelahiran dan kematian adalah Ego kita yang begitu kompleks. Keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi, obsesi-obsesi terpendam. Semuanya itu yang menyebabkan terjadinya kelahiran kembali.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (1998). Reinkarnasi, Hidup Tak Pernah Berakhir. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2Elearning-Banner-2

Advertisements

One thought on “Renungan Diri: Yang Lahir Kembali adalah Ego kita, Keinginan, Obsesi yang Belum Terpenuhi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s