Renungan #Gita: Password Tunggal Om, untuk Masuk maupun Keluar dari Alam Benda

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Bhagavad Gita 8:13

“Arjuna, meninggalkan badan dengan cara itu (sebagaimana dijelaskan dalam ayat sebelumnya), sambil mengulangi aksara Tunggal Om, Sabda Ilahi Hyang Tak-Terpunahkan, dengan segenap kesadarannya terpusatkan pada-Ku, niscayalah Hyang Teringgi tercapai dengan mudah.” Bhagavad Gita 8:13

 

Om adalah password tunggal; baik untuk memasuki alam benda, maupun keluar dari alam benda. Bahwasanya password ini dibuka bagi setiap orang – adalah merupakan kemurahan hati Gusti Pangeran. Ini adalah berkah-Nya. Ada password, tapi password ini tidak dirahasiakan – silakan memakainya! Siapa pun kita, dengan latar belakang tradisi apa pun – password ini tidak berkurang manfaatnya. Luar biasa!

Sekarang, tinggal keyakinan kita yang dibutuhkan. Karena, password ini mesti disertai keyakinan. Keyakinan adalah energi yang mengaktifkan password ini. Komputer-komputer pribadi sudah makin canggih, menggunakan cara-cara identifikasi dengan jari, wajah, suara, retina – tapi belum menggunakan pikiran, perasaan, apalagi niat!

Mungkin, pada suatu waktu nanti – komputer pun bisa diaktifkan dengan niat, dengan pikiran atau perasaan. ‘Aku mau pakai komputer’ – dan komputer pun mulai reload, start sendiri. Tanpa ucapan apa pun, hanya dengan niat saja. Mungkin di kemudian hari nanti, ini pun menjadi kenyataan.

Semesta sudah menggunakan teknologi ini sejak adanya planet kita. Bahkan, sebelum planet kita mulai mendingin dan menjadi layak untuk berbagai jenis kehidupan – passsword ini sudah berlaku.

OM… Kehidupan mayani atau supravirtual realita ini, adalah pengungkapan Om. Dari suara atau Sabda Ilahi inilah segalanya terjadi! Komputer Kolosal Keberadaan yang sudah terbuka oleh Om memiliki jumlah windows yang tak terhingga. Anda, saya – kita memiliki Window masing-masing. Setiap window memproses kehidupan kita sejak awal mulanya planet ini – bahkan ada yang sejak awal mula semesta. Banyak file masih terbuka, masih di-“kerja”-kan. Banyak yang sudah tertutup, tersimpan rapi.

Jika masih tetap mau berada di window, maka tidak perlu tergesa-gesa. Nanti, ketika Komputer Kolosal ini crash, atau ada bagian kecilnya yang sudah mesti istirahat — window kita akan tertutup sendiri dengan segala pekerjaan yang belum terselesaikan di-zip menjadi benih baru untuk masa-keberadaan berikutnya.

Tapi, jika kita berniat untuk segera menyelesaikan pekerjaan kita — maka,

JANGAN MENAMBAH FILE – Bukalah file lama, bersihkan, dan delete. Tidak perlu menambah beban pada jatah yang telah dialokasikan kepada kita. Demikian setelah jumlah file karma berkurang terus, pada suatu ketika kita sadar, “Wah selesai sudah!” Saat itu, Om plus niat, kehendak yang kuat, dan, bingo! Kita menyatu dengan-Nya. Window kita tertutup untuk selamanya. Sisa-sisa file terhapus dengan sendirinya. Tidak ada lagi hutang-piutang yang mesti diselesaikan. Beres semua.

Jadi, Om juga merupakan password untuk keluar dari window Keberadaan. Masuk-keluar dengan Om!

OM + NIAT YANG KUAT. Nah, untuk memunculkan niat yang kuat itu, kita mesti memiliki keyakinan yang luar biasa. Tanpa keyakinan tiada sesuatu yang dapat terjadi.

Saya pemah membaca bahwa saintis terkenal Newton pun memasang ikon Tapal Kuda (Horse Shoe) di atas pintu masuk rumahnya. Maka, seorang sahabat bertanya, “Kawan, kau seorang ilmuwan, sekaligus taat pada agama. Bukankah kau tidak percaya pada takhayul-takhayul seperti ini?”

Newton menjawab, “Memang saya tidak percaya — tapi seorang sahabat yang memberikan itu mengatakan bahwa tanpa kepercayaan pun tetap mujarab!”

Ha ha ha ha !!!

Barangkali saat Newton menjawab demikian, ia pun tidak sadar, tidak sepenuhnya sadar, bahwa apa yang dikatakannya itu sudah menunjukkan kepercayaannya, keyakinannya. Ia tidak percaya takhayul; tapi percaya pada apa yang dikatakan oleh temannya tentang sebuah takhayul! Luar biasa…

SEORANG ILMUWAN YANG MERASA DIRINYA SUDAH HEBAT, sudah bebas dari segala macam konsep; hanya percaya pada apa yang terbukti olehnya — masih tetap mesti berkarya di atas landasan keyakinan.

Keyakinan adalah energi.

Keyakinan memberi energi bagi kita untuk berkarya. Energi Newton datang dari keyakinannya pada landasan imannya yang kuat.

Pemikir modern Sartre tidak mau terjebak dalam sebuah konsep – setidaknya demikian yang dikatakannya. Ia mau bebas dari segala macam konsep tentang kemuliaan atau kebejatan manusia — lahir suci atau lahir dalam dosa. Lalu, ia berpandangan bahwa manusia adalah entitas yang mesti berkembang, mesti dibentuk, diimprovisasi. Ia belum final. Hidup ini adalah untuk membentuk diri sendiri.

Apakah Sartre — yang pendapatnya kita setujui itu – bebas dari landasan keyakinan? Tidak juga. Landasannya, boleh jadi beda dari landasan Socrates — mungkin – tapi tetap saja ia pun berlandasan.

PARA PEMIKIR LAlN BERKEYAKINAN bila manusia lahir dari dan dalam dosa. Maka, seumur hidup ia mesti berkarya, berupaya untuk membersihkan, menyucikan diri.

Ada pula kelompok pemikir yang menganggap rnanusia lahir sebagai makhluk yang mulia. Sepanjang usia, ia mesti menjaga, merawat, dan memelihara kemuliaannya. ‘

Sartre meyakini manusia lahir dengan membawa papan tulis yang masih kosong, tidak tertulis apa-apa. Maka, sepanjang usia ia mesti belajar untuk mengisi papan tulis itu dengan coretan-coretan indah sesuai dengan kesadarannya.

Lahir dalam dosa, lahir mulia, lahir polos — tiga-tiganya adalah konsep. Masing-rnasing pemikir memilih salah satu sebagai landasannya. Dan berpijak pada landasan itu, mereka membangun pemikiran mereka masing-masing.

Tapi, coba perhatikan —

INTINYA APA? Ketiga kelompok tersebut yakin bahwa “manusia mesti berkarya”. Hidup ini bukan untuk disia-siakan, atau duduk diam.

Berkaryalah! Entah untuk mencuci dosa, untuk mempertahankan kemuliaan, atau untuk mengembangkan kemuliaan, hasilnya sama saja.

Pandangan Krsna, sebab itu, adalah pandangan yang sangat holistik. Dari Socrates hingga Sartre – ia meliputi semuanya, dan merangkum seluruh karya mereka dalam beberapa ratus ayat, itu pun ribuan tahun sebelum mereka. Kita akan banyak mempelajari tentang hal ini dalam ayat-ayat berikutnya.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s