Renungan #Gita: Menjadwalkan Saat Kematian! Tanggal dan Jam Kematian bisa Diatur?

buku bhagavad gita Bhisma

Ilustrasi Bhisma menunggu saat yang baik meninggalkan tubuhnya

Kita pernah mendengar tentang segelintir orang yang bisa menjadwalkan kapan saat kematian bagi dirinya. Kita juga mendengar kisah Bhisma dalam perang Bharatayuda yang sudah luka parah tetapi belum meninggal, menunggu saat yang baik bagi kematiannya. Tentu ada prasyaratnya. Bagaimana pun petunjuk tentang hal itu disebutkan dalam Bhagavad Gita.

Bhagavad Gita 8:24

“Elemen Api dan Cahaya?Terang, menguasai waktu siang, purnama, dan masa 6 bulan saat matahari berada di utara khatulistiwa. Seorang Yogi yang telah mengetahui hakikat Brahman, dan meninggalkan raganya saat itu – menuju dan menyatu dengan Brahman!” Bhagavad Gita 8:24

Krsna menjelaskan hubungan erat antara waktu dan ruang. Dua-duanya saling terkait. Namun, waktu dan ruang ideal saja tidak cukup untuk menjamin kemanunggalan Jiwa dengan Jiwa Agung. Tetap ada prasyarat, yaitu “pengetahuan tentang Brahman”. Yang dimaksud di sini bukanlah pengetahuan “kitabi” – pengetahuan buku, pengetahuan tekstual. Tapi, sesuatu yang telah kita hayati, sadari, insafi, dan lakoni.

MENGINSAFI BRAHMAN BERARTI menyadari kehadiran Tuhan di mana-mana. Prasyarat ini mesti terpenuhi. Setelah itu, dan barulah setelah itu, waktu dan ruang memfasilitasi kemanunggalan kita.

Persis seperti seorang pelayar, seorang nakhoda, kita mesti tahu segala sesuatu tentang kapal kita. Kita juga mesti tahu tentang tujuan kita, apa yang sedang kita tuju. Kemudian, baru memeriksa arah angin, menggunakan kompas, memanfaatkan peta, dan sebagainya.

buku bhagavad gita

Masa 6 bulan yang dimaksud bermula dari….

TANGGAL 14 JANUARI SETIAP TAHUN – ini sesuai perhitungan mistis, psikis. Jadi bukan sekadar perhitungan hari sesuai kalender. Namun, kemudian berdasarkan perhitungan mistis dan psikis itulah kalender lunar dan solar dipertemukan, diselaraskan. Nah, berdasarkan penanggalan Gregorian, tanggal 14 Januari adalah hari pertama dari masa 6 bulan yang dimaksud.

Konon, Bhisma dalam cerita Mahabharata, menunggu Uttarayana atau hari pertama dari masa enam bulan ini untuk menghembuskan napas terakhir. Ia dalam keadaan luka berat, badannya berdarah-darah, namun tetap bertahan selama belasan hari untuk memulai perjalanannya menuju Brahman.

Terlepas dari inti ayat ini, adalah penting untuk kita catat bahwa sesungguhnya kematian bisa di-‘jadwal’-kan! Kita bisa mengatur hari, tanggal dan jam kematian kita. Tentunya, untuk itu kita mesti qualified. Orang tidak meraih gelar doktor begitu saja. Ia mesti bekerja keras, dan melewati tahapan-tahapan yang ada.

Nah, tahapannya adalah seperti yang dijelaskan dalam ayat ini,

API, CAHAYA, SIANG HARI, BULAN PURNAMA

  • Pertama : Api, Membakar ego dalam api kerendahan hati, kesahajaan;
  • Kedua : Cahaya, Menjadi terang dan berbagi terang;
  • Ketiga : Siang Hari, Aktif sepanjang hidup untuk melayani sesama;
  • Keempat : Bulan Purnama, Ini terkait dengan sifat ‘cahaya’ kita yaitu lembut.

Semua ini adalah anak tangga menuju pengetahuan sejati, pengetahuan tentang hakikat diri – tentang Jiwa Individu dan Jiwa Agung. Kemudian pengetahuan sejati itu pula mengantar kita pada peleburan-diri, kemanunggalan. Ia yang mengenal Brahman, manunggal dengan-Nya menjadi Brahman.

Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

oec3Elearning-Banner-2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s