Renungan Hanuman Chalisa: Karena Anugrah Guru Aku Dapat Menemukan Tuhan?

buku the hanuman factor

Cover Buku The Hanuman Factor

“Jai Jai Jai Hanumana Gosaaee; Kripaa Karahu Gurudeva ke Naaee.”

Jai Jai Jai ­­— Jaya, Jaya, Jaya; Hanumaana Gosaaee—Sri Hanuman; Kripaa—Berkah/Rahmat; Karahu—Melakukan;  Gurudeva—Guru, Master; kee Naaee—sebagai/seperti

“Jaya, jaya, jayalah, Hanuman! Berkati aku, sebagaimana yang dilakukan oleh seorang Master (Guru).” Hanuman Chalisa 37, terjemahan bebas dari buku (Krishna, Anand. (2010). The Hanuman Factor, Life Lessons from the Most Successful Spiritual CEO. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Bagaimana seorang Guru atau seorang Master memberkati murid-muridnya?

Apa yang dapat diberikan seorang master kepada muridnya? Yang dapat diberikan adalah pengetahuan sejati. Dan ini adalah pemberian, karunia yang paling penting. Lantas, apa yang  kita lakukan sekarang? Yang sekarang kita lakukan adalah kita menemui seorang master dan memintanya untuk memenuhi keinginan-keinginan duniawi kita. Apakah kita membutuhkan seorang master untuk itu?

“Jaya, jaya, jayalah,” dekatilah seorang master dengan pekikan kejayaan. Semua kejayaan tertuju pada-Mu! Jangan meminta hal-hal remeh duniawi darinya. Bukankah kita sudah muak akan itu semua? Apakah kita bahagia dengan hal-hal seperti itu? Apakah kita puas dengannya? Jika iya, maka kita tidak membutuhkan seorang master. Jika tidak puas, maka janganlah mengharapkan hal yang sama dari seorang master:

“Berkati aku, sebagaimana yang dilakukan oleh seorang Master (Guru),” dengan kata lain adalah menyatakan bahwa, “Wahai Master, aku tidak tahu apa yang baik untukku, dan apa yang tidak baik untukku. Tunjukkanlah jalan yang benar kepadaku. Aku tahu bahwa aku harus berjalan sendiri dan tidak ada yang bisa berjalan untukku. Aku akan berjalan sendiri—maka dari itu tunjukkanlah jalan yang mesti aku tempuh, wahai Master.”

 

“Berkati aku, sebagaimana yang dilakukan oleh seorang Master (Guru),” adalah sebuah afirmasi kepasrahan total.

Sekarang, saya harus menyingkirkan semua pandangan, pendapat serta keputusan-keputusan hidup saya yang lama. Itu semua tidak penting lagi bagi saya. Kini perintah Master-lah yang penting.

Saya teringat sebuah lagi yang indah dari tradisi Sikh:

Guru Meri Pooja, Guru Gobinda, Guru Meraa Parabraham, Guru Bagavanta.

Guru adalah ibadahku, dan Guru adalah tujuan dari ibadahku, bagiku Guru adalah perwujudan dari Hyang Maha Tinggi, sesungguhnya Dialah Tuhan yang mewujud!

Mereka yang berpandangan sempit dan tidak mampu melihat apa yang ada di balik tubuh fisik sang Master pastilah tidak akan memahami kalimat-kalimat di atas. Kata-kata ini ditujukan bagi mereka yang memahami pernyataan Messianik, “Aku dan Bapa adalah satu.” Kata-kata ini hanya bisa dipahami oleh mereka, yang memahami sabda Kenabian, “Aku adalah ‘Arab tanpa ‘Ain’” Terjemahan bebas dari buku (Krishna, Anand. (2010). The Hanuman Factor, Life Lessons from the Most Successful Spiritual CEO. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Kata-kata ini diperuntukkan bagi para Boddhisatva,

mereka yang telah tercerahkan, yang dapat melihat Buddha di dalam diri setiap dan semua orang. Mereka yang menempatkan Tuhan di tempat yang sangat tinggi di langit sana tidak akan pernah bisa memahami baris-baris kalimat ini.

 

Aku akan berjalan, jika engkau memerintahkan aku berjalan.

Dan, duduk diam jika itu membuat engkau berkenan.

Aku akan memakai pakaian yang engkau pilihkan buatku,

dan aku akan tetap telanjang jika engkau menghendakinya.

Aku akan makan makanan yang engkau berikan kepadaku,

dan berpuasa jika engkau mengatakan bahwa itu yang terbaik bagiku.

Aku begitu jatuh hati padamu, Gusti

Kini, aku tak dapat bergerak sejengkal pun tanpamu.

Orang-orang dunia menertawakan aku,

Apa yang mereka tahu tentang cinta kita?

Hubungan kita bukanlah hubungan yang baru saja terjalin, Gusti

kita sudah jatuh cinta selama ribuan tahun.

Maka, aku tidak menyalahkan mereka, Gusti

aku meminum kata-kata beracun mereka dengan senyuman.

Engkau, tahu apa yang ada di hatiku,

sebagaimana aku pun tahu apa yang ada di hatimu.

Hubungan kita adalah hubungan yang sangat tua usianya, yang tak akan mereka pahami,

karena mereka baru saja lahir.

 

Orang-orang dunia mendebat,

“Bagaimana bisa kamu berserah diri kepada gurumu, dia kan manusia juga?” Sang panembah menjawab dengan perasaannya, “Jika seseorang tidak bisa berserah diri pada gurunya yang berdarah dan berdaging, bagaimana dia bisa berserah diri pada konsep abstrak tentang Tuhan?”

Orang-orang dunia pun mencemooh, “Bagaimana kamu bisa menempatkan Gurumu setara dengan Tuhan?”

Kabir, sang mistik sekaligus panembah, pun menjawab: “Jika Guru dan Tuhan, keduanya berdiri di hadapanku, siapa yang akan aku sujudi? Aku pasti akan bersujud kepada guruku, Karena atas anugrahnyalah aku dapat menemukan Tuhan..

 

Menemukan Tuhan di mana?

Di dalam diri. Tuhan tidaklah eksis, atau setidaknya tidak terlihat, selama “aku” masih ada. Tuhan dan “aku” tidak bisa eksis secara bersamaan. Mari kita simak Kabir kembali:

Selama “aku” ada, Tuhan pun tidak ada. Kini, “aku” lenyap, dan hanya Tuhan yang tersisa.

Jai Jai Jai Hanumaana Gosaaee, Kripaa Karahu Gurudeva kee Naaee

Jaya, jaya, jayalah, Hanuman!

Berkati aku, sebagaimana yang dilakukan olah seorang Master (Guru).

 

Seorang Guru esensinya adalah seorang pembunuh.

Ia membunuh ego Anda tanpa belas kasihan. Jika Anda belum siap untuk itu, maka jangan pernah mendekati seorang Guru. Carilah seorang penghibur untuk menghibur Anda. Carilah seorang terapis untuk menyembuhkan Anda. Cari apa saja atau siapa saja, asal jangan guru.

“Berkati aku, sebagaimana yang dilakukan oleh seorang Master (Guru)”—ini merupakan sebuah undangan yang berbahaya. Jangan meneruskan undangan terbuka semacam itu, jika Anda tidak siap dengan konsekuensinya. Jika Anda sudah siap, maka ketahuilah bahwa sekaranglah akhir riwayat bagi ego Anda, bagi “Anda”.

Terjemahan bebas dari buku (Krishna, Anand. (2010). The Hanuman Factor, Life Lessons from the Most Successful Spiritual CEO. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: Link: http://www.oneearthcollege.com/

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s