Renungan #Gita: Nilailah Relasi Bisnis Dengan Menggunakan Standar Bisnis Bukan Timbangan Religi

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Bhagavad Gita 18:30

“Wahai Partha (Putra Prtha — sebutan lain bagi Kunti Ibu Arjuna), Inteligensia yang secara tepat dapat menentukan saat untuk bertindak dan saat untuk tidak bertindak; apa yang mesti diperbuat, dan apa yang tidak; apa yang mesti ditakuti dan dihindari, dan apa yan tidak; apa yang mengikat dan apa yang membebask diri adalah Inteligensia yang disebut Sattvika.” Bhagavad Gita 18:30

 

“Intelegensia yang tidak hanya mampu membedakan, tetapi membedakan secara tepat – ini penting. Jika sekadar membedakan, tapi tidak tepat, maka belum bisa disebut Intelegensia Sattvika.

“MENERJEMAHKAN AYAT INI DALAM KESEHARIAN HIDUP – Ketika kita berhubungan bisnis dengan seseorang, kita tidak bisa mengharapkan setiap relasi bisnis kita berkesadaran spiritual, jujur, baik — tidak ada jaminan seperti itu. Maka, kita mesti menggunakan norma-norma, kaedah-kaedah dunia luar, kebendaan untuk menilai rekan kita, dan menentukan sikap kita berdasarkan itu.

“Kita sering mendengar, “Saya memercayai dia karena dia rajin sernbahyang, penampilannya halus. Sering membantu tetangga.” Memercayai orang karena tindakan-tindakan luaran itu adalah kesalahan kita sendiri. Maka, jika ditipu, ya jangan rnenyalahkan siapa-siapa.

“Orang yang rnenipu kita, baru rajin sembahyang dan ke tempat ibadah. Tukang parkir di luarpagar tempat ibadah itu bukan rajin lagi, setiap hari di sana. Apakah itu membuktikan kesalehannya?

“NILAILAH “RELASI BISNIS” dengan menggunakan standar bisnis, tidak perlu rnenggunakan timbangan religi segala. Urusan kita adalah bisnis bukan religi, kita mau membina hubungan bisnis, bukan? Ya, gunakan timbangan bisnis, jangan menggunakan seringnya dia ke tempat ibadah sebagai tolok ukur.

“Sementara itu untuk meniti jalan ke dalam diri, untuk menentukan sikap kita menghadapi hidup sendiri, gunakan standar spiritual yang tertinggi, nilai-nilai yang mulia dan rnemuliakan.

“Untuk menilai seorang rekan bisnis, gunakan penilaian bisnis. Sementara itu, jika seorang spiritualis menggunakan standar komersil untuk menilai orang yang datang kepadanya — tidak tepat. Inilah Inteligensia Sattvika.

“Kemudian, berdasarkan penilaian itu, tentukan tindakan kita, apa yang mesti diperbuat, apa yang dihindari. Apa yang mesti dikerjakan, apa yang tidak.

“DEMIKIAN, KITA AKAN TERBEBASKAN DARI KEBIMBANGAN – Kita dapat bertindak tanpa keraguan, bahkan tanpa rasa-takut, tanpa kekhawatiran.

“Seorang berinteligensia sattvika selalu memperhatikan bila perbuatannya membebaskan dia atau justru membelenggunya. Ini penting. Hubungan bisnis tidak perlu diteruskan setelah jam bisnis. Jika urusan bisnis juga dibawa ke rumah, ke atas ranjang segala — maka celakalah kita!

“Sebagai seorang pengusaha, jika kita memiliki hubungan “khusus” dengan salah seorang staf, maka kita akan menciptakan suasana yang sangat tidak enak dan tidak kondusif bagi usaha kita sendiri. Staf yang merasa memiliki hubungan “khusus” im akan menempatkan dirinya sebagai boss, bukan sebagai staf lagi. Hubungan yang demikian itu adalah hasil dari tindakan yang tidak inteligen, tidak Sattvika.

“JANGANLAH MEMBELENGGU JIWA – Biarlah Jiwa tetap bebas. Batasi hubungan bisnis. Kita bukanlah pemain sinetron. Jadilah pebisnis sejati. Hubungan-hubungan yang tidak inteligen itu bisa menjadi kisah menarik untuk dibuat sinetron, tetapi sama sekali tidak menguntungkan dalam kehidupan pribadi.

“Lagi-lagi anjuran ini pun bukanlah bagi mereka yang memang menjalankan usaha keluarga, di mana setiap anggota keluarga juga menjadi staf. Itu cerita lain lagi. Namun, dalam situasi seperti itu pun, seorang saudara, adik, atau pendamping bos mesti “tunduk” dan menghonnati bos sebagai bos, bukan sebagai keluarga.”  (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s