Renungan Diri: Menyadari Ego Gemuk Berpenyakitan dan Buddhi Kurus Memprihatinkan

buku neo spiritual hypnotherapy

Neo Spiritual Hypnotherapy

Ahamkaara atuu Ke-aku-an (Ego)

Mind selalu menemukan ego dalam keadaan gemuk tidak keruan dan berpenyakitan. Ia mengidap penyakit dendam, iri, amarah, keserakahan, dan sebagainya. Sementara itu, bagian lain:

 

Buddhi atau lnteligen (lntelligence)

Ditemukannya dalam keadaan yang sangat memprihatinkan, kurus, lemas, tak berdaya.

Kesadaran atau pengetahuan ini muncul dalam keadaan turiya ketika terjadi meditasi. Saat itu gelombang otak hampir tidak terdeteksi—ini adalah keadaan delta yang paling dalam. Alat perekam menunjukkan garis yang hampir datar; hanya sesekali tampak gelombang kecil dan halus yang menunjukkan bahwa otak masih berfungsi.

Banyak perubahan yang dapat terjadi dalam keadaan ini, antara lain .

  1. Ahamkaara atau Ego Goes on Diet!

Diet bagi ke-aku-an atau ego memang sangat penting, karena ia sudah mengidap berbagai penyakit. Jika dibiarkan menjadi lebih gemuk, jiwa kita, keseluruhan antahkarana, bisa mengalami guncangan.

Guncangan inilah yang menyebabkan berbagai macam penyakit jiwa. Dan, sesungguhnya sebelum memasuki alam meditasi, kita semua sudah menderita sakit jiwa. Tingkat gangguan yang kita alami memang berbeda-beda. Barangkali penyakit kita belum terdeteksi oleh para ahli jiwa dan kita belum dinyatakan gila. Tapi, kita tidak terlalu jauh dari keadaan itu. Tinggal beberapa langkah lagi, kita jadi gila!

Meditasi adalah antidot bagi sakit jiwa. Peran hypnotherapy yang sesungguhnya adalah untuk mencegah kita menjadi gila dengan mengantar kita ke alam meditasi.

Setiap hypnotherapist wajib mengantar kliennya ke alam buddhi (inteligen) agar klien dapat mengobati penyakit-penyakit yang dideritanya, dapat memaafkan dirinya dan orang lain, dapat memandang dengan lebih jernih, dam tidak menyalahkan orang lain atas penderitaan yang disebabkan oleh ulahnya sendiri.

Ego selalu mencari kesalahan orang Iain.

Jika setelah mengunjungi seorang yang mengaku dirinya hypnotherapist, seorang klien malah menjadi ganas, panas, dan kehilangan kendali atas dirinya, berarti ia telah berkonsultasi dengan orang yang salah. Jelas orang itu bukan seorang terapis, apalagi hypnotherapist. Ia berbahaya bagi masyarakat karena berkedok sebagai terapis jiwa, padahal ia adalah pengacau jiwa.

Dalam keadaan diterapi atau meditasi, terjadilah pengikisan ahamkaara, secara alami dan ..

 

  1. Buddhi atau Inteligen Berkembang

Manusia mulai memberdayakan dirinya. Ia mulai bebas dari segala macam ketergantungan.” (Krishna, Anand. (2012). Neo Spiritual HYPNOTHERAPY, Seni Pemusatan Diri Untuk Bebas Dari Pengaruh Hipnosis Massal. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Jika seorang anak muda mendatangi seorang hypnotherapist dan, setelah menjalani terapi berulangkali, ketergantungannya pada orangtuanya malah bertambah dan dia makin tidak mandiri, berarti jelas ada yang salah dengan sang terapis dan terapinya. Karena setiap terapi mesti memberdayakan diri, tidak menciptakan ketergantungan.

Seorang pasien dinyatakan sembuh jika ia tidak tergantung pada obat-obatan, pada sang dokter, atau pada keadaan di luar. Seorang yang hanya merasa sehat dalam keadaan tertentu saja, jelas bukan orang yang sehat.

 

  1. Maanas atau Gugusan Pikiran/Perasaan Mengalami Transformasi

Inteligen mulai menyerap gugusan pikiran/perasaan. Keliaran pikiran berubah menjadi kejinakan inteligen.

Keberadaan mind tergantung pada paham dualisme. Dualitas adalah Iandasan mind. Tidak ada mind tanpa dualitas. Mind selalu membedakan antara kepentingan diri dan kepentingan orang lain. Ia akan menugaskan pancaindera dan badan untuk berbuat apa saja yang menguntungkan bagi dirinya.

Mind menciptakan konfiik. Mind tidak pernah tenang, tidak bisa tenang. Ia selalu bergejolak. Gejolak mind berkurang ketika ia mulai terserap oleh inteligen. Demikian, secara pelahan tetapi pasti mind seolah mengalami kematian dan inteligen makin berkembang.

Ketika mind mengalami kematian sempurna, maka terjadilah keadaan yang disebut the state of no-mind – keadaan di mana mind sudah tidak eksis lagi. Saat itu, manusia seolah lahir kembali sebagai

 

  1. Buddha atau The Awakened One!

Inilah keadaan yang secara metaforis disebut Kerajaan Allah oleh Yesus:

“… jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak daat  melihat Kerajaan Allah.” Perjanjian Baru, Yohanes 3:3

Buddha bukanlah nama orang, tetapi nama keadaan. Buddha adalah pcncapaian jiwa tertinggi, yang dapat dicapai ketika ia masih berbadan. Hendaknya istilah “Buddha” tidak selalu dikaitkan dengan agama tertentu. Istilah ini bersifat sangat generik, segenerik istilah “manusia”, “air”, atau “dunia”.

Seorang disebut Buddha karena ia telah terjaga dari tidur panjang yang disebabkan oleh hypnosis massal. Ia sudah tidak lagi terpengaruh oleh pendapat-pendapat orang tentang dirinya, karena ia telah mengenal dirinya. Ia telah menemukan potensi dirinya, jadi ia tidak bingung. Ia tidak ragu. Ia menjalani hidupnya tanpa kebimbangan.” (Krishna, Anand. (2012). Neo Spiritual HYPNOTHERAPY, Seni Pemusatan Diri Untuk Bebas Dari Pengaruh Hipnosis Massal. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s