Renungan Diri: Free Healing, Terapi Sentuhan Penuh Kasih Layaknya Sentuhan Ibu terhadap Anak

buku sehat seimbang free healing 15 feb 15

Free Healing

Hazrat Inayat Khan memberikan metode penyembuhan yang paling mujarab. Tidak ada metode yang lebih baik dari yang satu ini. Ia mengajak kita belajar dari anak kecil, dari ibu, dari hubungan antara anak dan ibu. Sentuhan ibu, pelukan ibu, kehangatan kasihnya memang tak tertandingi. Apabila seorang anak jatuh sakit, sang ibu sepertinya terdorong untuk menepuk-nepuk dia, untuk memeluk dia, untuk mencium dia. Mungkin, ia juga akan menyanyikan lagu untuk anaknya. Seorang ibu bahkan tidak sadar bahwa apa yang ia lakukan itu tak lain adalah mengobati anaknya. Demikian, ia mengembalikan nada dan irama—ia mengembalikan ritme dalam diri anaknya.

Setelah membaca tulisan Hazrat Inayat Khan, saya pernah menanyakan kepada seorang ibu, apa yang ia rasakan apabila anaknya jatuh sakit, dan apa pula yang ia lakukan. Jawaban dia membenarkan pandangan Hazrat Inayat Khan,

“Saya cuma merasa kasihan saja, ingin memeluk dia, ingin mencium dia.”

“Sambil menyentuh anak Ibu, apakah Ibu memikirkan penyembuhan? Apakah Ibu mengharapkan penyembuhan?”—saya bertanya lagi.

Ia diam sejenak, lantas menjawab, “Sepertinya pada saat-saat seperti itu, yang ada hanyalah rasa kasih—mungkin juga kasihan. Penyembuhan sepertinya malah tidak terpikir.”

Wanita itu jujur. Saya menanyakan kepada beberapa wanita dan jawaban mereka hampir sama. Pada saat mereka memeluk anak mereka yang sakit, menyayangi rnereka, menepuk-nepuk mereka, yang muncul hanyalah rasa kasih. Lautan emosi yang meluap dahsyat sekali—antara kasih dan kasihan, itu saja yang mereka rasakan.

Neo Zen Reiki—cara penyembuhan dengan sentuhan sebagaimana kami berikan di Ashram—bekerja dengan prinsip yang persis sama. Tanpa kasih, aliran energi dari semesta akan terasa mandeg, tidak akan mengalir lancar.

Apabila pada saat mempraktekkan terapi-sentuhan itu Anda menggunakan pikiran, visualisasi dan lain sebagainya, maka yang bekerja sepenuhnya adalah mind Anda. Penyembuhan dengan cara demikian sudah bukan Reiki lagi. Tidak menggunakan energi-alarm lagi, tetapi menggunakan energi dari dalam diri Anda sendiri.

Itu sebabnya, saya berupaya mengembalikan Reiki pada prinsip dasarnya, yaitu prinsip Zen, prinsip no-mind—tidak menggunakan pikiran. Dan, itu pula sebabnya saya menamakan metode yang kami berikan di Ashram sebagai Neo Zen Reiki. Pemberian nama ini dimaksudkan untuk membedakan metode yang kita berikan dari metode-metode lain yang juga menggunakan istilah “Reiki”, padahal—menurut saya—bukan “Reiki” Iagi.

Apabila Anda menggunakan visualisasi, konsentrasi dan lain sebagainya, sebenarnya Anda sedang “melakukan’ penyembuhan. Dan “melakukan” penyembuhan membutuhkan energi. Untuk itu, Anda menggunakan energi dari dalam diri Anda sendiri.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2001). Hidup Sehat Dan Seimbang Cara Sufi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

buku sehat seimbang sufi

Dalam Reiki—dalam Neo Zen Reiki—Anda tidak “melakukan” penyembuhan. Anda bukanlah seorang pelaku, dan oleh karena itu Anda juga tidak menggunakan energi sendiri. Anda hanya menjadi fasilitator, Anda hanya menjadi wahana, corong, perantara atau saluran. Yang bekerja sepenuhnya adalah energi Kasih, energi Allah, energi Semesta, energi Keberadaan. Anda tidak menggunakan mind—pikiran yang digunakan sebatas thought, cukup untuk menggerakkan tangan dan menggeserkannya dari satu postur -ke postur yang lain (baca jugs. Seni Memberdaya Diri: Meditasi & Reiki oleh penulis yang sarna — Ed.).

Neo Zen Reiki sepenuhnya bekerja dengan prinsip Sufi, sebagaimana dijelaskan oleh Hazrat Inayat Khan.

Saya katakan tadi bahwa metode-metode penyembuhan yang menggunakan visualisasi, konsentrasi dan lain sebagainya itu “sudah bukan Reiki lagi”. Dengan itu saya tidak ingin merendahkannya, bahkan sebaliknya: saya juga menghargainya. Saya harus menegaskan bahwa metode-metode itu juga bisa membawakan hasil yang memuaskan. Kendati demikian, semuanya itu tergantung pada “daya konsentrasi” dan “kemampuan visualisasi” si penyembuh.

Selain itu—dan lebih penting lagi—metode-metode tersebut juga sangat tergantung pada tingkat energi (energy-level) seorang penyembuh. Apabila Anda sendiri sakit-sakitan, Anda tidak bisa menyembuhkan orang lain. Lagi pula, setelah “melakukan” penyembuhan terhadap 2-3 orang saja, Anda bisa capai, kehabisan energi. Bahkan pada situasi ekstrem, apabila tidak berhati-hati, Anda bisa ketularan penyakit orang yang ingin Anda sembuhkan.

Demikian hebatnya “daya-pikir” kita. Apabila kita menganggap diri kita sebagai “penyembuh””, maka seperti seorang dokter atau seorang perawat kemungkinan “ketularan” penyakit itu selalu ada, karena pada dasamya energi kita berinteraksi dengan energi orang yang ingin kita sembuhkan.

Sebaliknya, apabila kita hanya menjadi “fasilitator” bagi Energi Ilahi, kemungkinan “ketularan” tidak ada lagi. “Energi Ilahi” tidak bisa ketularan penyakit.

Sungguh, semua ini permainan pikiran belaka—permainan ego atau ke-“aku”-an kita. Apabila “aku” adalah pelaku, ”aku” itu juga harus menanggung risiko sebagai seorang pelaku. Setiap aksi menimbulkan reaksi.

Dalam terapi-sentuhan yang bekerja pada prinsip kasih, “aku” bukanlah seorang pelaku. Bahkan “aku” tidak ada lagi—yang ada hanyalah Energi Kasih, Energi Ilahi.

Inilah metode utama untuk mengembalikan keselarasan dalarn diri kita. Mctode utarna ini tidak ada penggantinya. Anjuran-anjuran Hazrat Inayat Khan, sebagaimana akan kita pelajari bersama sesaat lagi, hanyalah menunjang rnetode utama penyembuhan dengan terapi-sentuhan.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2001). Hidup Sehat Dan Seimbang Cara Sufi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s