Renungan Diri: Elemen Alami Tidak Seimbang Penyebab Keterikatan, Ketergantungan pada Materi?

buku rahasia-alam-500x500

Cover Buku Rahasia Alam Alam Rahasia

Temukan tanda-tanda kehadiran Allah yang bertebar di Alam Luar, atau gunakan Pintu Badan untuk memasuki Ruang Batin di dalam diri… it is one and same thing. Yang ada di luar, dan yang ada di dalam bukanlah dua entitas yang berbeda. Tanda-tanda kehadiran-Nya di luar dapat anda ternukan juga di dalam diri anda.

Badan anda itu scndiri sudah merupakan salah satu tanda kehadiran-Nya. Walau berukuran sangat kecil jika dibanding dengan maha luas alam sekitarmu, badan dan alam satu dan sama adanya. Lalu untuk apa mencari-Nya di luar? Carilah di dalam diri anda.

Apa yang anda temukan di dalam diri? Jangan cepat-ccpat menjawab: “Jiwa”, atau “Roh”, atau “Atma”. Janganlah anda rnelangkah begitu jauh. Awali perjalanan anda dengan hal—hal sederhana. Sepotong kue kesadaran sebagai bekal perjalanan jauh lebih berarti daripada setumpuk buku resep pencerahan.

Perhatikan dulu, apa yang anda sebut badan atau apa yang disebut “Lapisan Luar Arman” oleh Atmopanishad.

Pertama Unsur Tanah

Ya, ada unsur tanah di dalam diri anda. Badan anda berasal dari tanah, dari bumi ini badan anda terbuat dari tanah. Apa saja yang anda makan berasal dari tanah, dari bumi, termasuk daging hewan, karena hewan pun berasal dari bumi yang sama. Makanan menjadi sperma, telur, dan scnantiasa menciptakan badan-badan baru untuk mempertahankan kehidupan di atas muka bumi.

Kedua: Unsur Air

Hampir 70% isi badan anda berupa cairan, air. Persis sama seperti isi bumi, tujuhpuluh persen laut, sungai, kali, air… sisanya daratan.

Ketiga: Unsur Api

Bukan hanya energi seks, tetapi zat-zat di dalam badan yang anda butuhkan untuk pencernahan dan lain sebagainya, termasuk “semangat hidup” anda semua merupakan unsur api yang anda miliki. Api ada di luar, ada juga di dalam diri anda.

Keempat: Unsur Angin

Udara yang anda hirup, napas anda, mewakili unsur angin di dalam diri anda. Angin di luar, angin di dalam.

Kelima: Unsur Ruang

Selain menampung badan anda. Badan anda menampung sekian banyak organ, darah, daging dan sebagainya. Daya tampung menjadi saksi bagi unsur ruang.

Salah satu tradisi kuno lain pun mengenal elemen-elemen alami, dengan jumlah sama yaitu lima. Namun, pembagiannya agak berbeda. Lima elemen yang meereka kenal adalah tanah, metal, kayu, air dan api. Pembagian seperti ini jelas tidak seimbang, karena elemen kayu dan metal sesungguhnya merupakan penjabaran elemen tanah. Dua—duanya berasal dari tanah. Oleh karena itu, berkembanglah ilmu Hong Shui di sana. Banyaknya unsur tanah yang diwakili oleh tanah sendiri, metal, dan kayu, harus diimbangi dengan memperbesar porsi Air atau Shui dan memperhatikan peran Hong atau Angin. Namun demikian, mereka tetap tidak mengenai elemen kelima yang penting sekali, sang penopang keempat elemen lainnya, yaitu Eiemen Ruang.

Ketidakseimbangan pun terjadi, dan tercipta ketergantungan yang berlebihan pada materi. Kultur amplop atau angpauw, hingga situs perabuan rnayat bersama rumah, kendaraan dan uang kertas—semuanya lahir dari kepincangan tadi.

Dikutip dari (Krishna, Anand. (2003). Rahasia Alam Alam Rahasia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Sebenarnya, Guru Besar Lao Tze memahami hal itu dan semasa hidupnya berupaya memperbaiki keadaan, tetapi awam di jaman itu tidak memahami maksudnya. Banyak yang malah menolaknya dan berpihak pada Kung Fu Tze yang tidak mau mengganggu tradisi lama.

Materi memang panting, dan dibutuhkan selama anda masih hidup, tetapi tidak perlu menjadi materialis. Seorang materialis menempatkan materi di atas segalanya. Terlupakan banyak hal lain yang tidak kalah penting.

Ketertarikan pada materi pun sungguhnya alami, disebabkan oleh gravitasi bumi. Yang tidak alami dan dapat dicegah adalah keterikatan dan ketergantungan pada materi. Itu terjadi bila kita menyalahpahami fungsi elemen-elemen alami. Atau, karena menempatkan fungsi salah satu elemen di atas elemen-elemen lain—seperti yang terjadi dalam tradisi kuno yang saya sebut tadi, dan masih berlanjut hingga hari ini.

Hingga tingkat evolusi tertentu, kita tidak perlu tahu kinerja alam dan fungsi elemen-elemen alami, seperti halnya dengan seorang anak kecil yang tidak perlu tahu dari mana orangtuanya memperoleh uang untuk menyediakan makanan. Berada pada tingkat lebih tinggi, ia mulai diberi pemahaman tentang  uang dan cara untuk mcnghasilkannya. Di tingkat lebih tinggi lagi, ia harus mencari uang sendiri.

Saat ini, tanpa kecuali, kita semua sudah terlanjur menjadi materialis, bahkan sangat materialis. Apa-apa kita kaitkan dengan materi. Keberhasilan, kebahagiaan, kenyamanan, bahkan keamanan negara pun kita kaitkan dengan  materi. Seolah bila berkecukupan materi dunia ini akan bebas dari segala macam persoalan

Apakah negara-negara Scandinavia yang sudah berkecukupan dan paling makmur di seluruh dunia itu bebas dari persoalan? Tidak juga. Persoalan tetap ada. Celakanya, jawaban kita kurang tepat. Cara kita menjawab pun keliru.

Boddhidharma seorang pengembara rohani dari India, menemukan Cina dalam keadaan sama saat ia mengunjungi negeri itu belasan abad yang lalu. Materi dianggap segala-galanya. Agama pun dikaitkan dengan materi. .. Berdoa untuk rejeki, berpusasa untuk keberuntungan, berziarah supaya keinginan terpenuhi. Tak ada lagi yang melakukan ritus keagamaan untuk bersyukur. Meditasi pun dilakukan untuk memastikan kapling di surga. Dan, surga dalam bayangan  mereka hanya menjanjikan kemewahan dan kenyamanan. Seperti resor jaman sekarang saja.

Tempat ibadah berada di mana-mana, tetapi jiwa yang beribadah tak ditemukan. Boddhidharma sedih, dan keluarlah latihan-latihan berlkut dari kepedihan hatinya. Latihan-latihan ini diberikannya kcpada mereka yang sudah kenal meditasi. Ada juga latihan-latihan yang diberikan kepada awam. Dasar dari kedua kelompok latihan ini adalah Yoga. Di kemudian hari, beberapa latihan yang saya berikan lewat buku ini justru lebih diminati oleh para rahib di Tibet. Sementara itu, latihan-latihan yang diberikannya kcpada awam, yang sama sekali belum mengenal meditasi berubah sifat dan fungsi scbagai latihan bela diri atau Kung-Fu. Sempalannya, Tai Chi justru lebih mirip dengan latihan-latihan awal yang diberikan oleh Boddhidharma. Kung Pu dan Tai Chi cukup popular hingga hari ini. Latihan yang justru dimaksudkan bagi para meditator hampir hilang dari peredaran.

Dikutip dari (Krishna, Anand. (2003). Rahasia Alam Alam Rahasia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s