Renungan #Gita: Keikaan, Oneness, Tiada Dia Lain Kecuali Dia, menurut Einstein dan Sri Krishna

buku bhagavad einstein krishna

Einstein dan Sri Krishna

Einstein dengan rumus kekekalan energi E=MC2, menyatakan bahwa materi dalam fungsi kecepatan tertentu adalah energi. E=Energi, M=Massa, C2 fungsi kecepatan. Pemahaman ini telah membuka cakrawala baru. Setiap materi mempunyai wujud dan sifat tertentu akan tetapi esensinya adalah sama yaitu energi. Semua materi di dunia ini terdiri dari kombinasi elemen alami, dan elemen alami tersebut memiliki esensi sebagai energi. “Keikaan”, Oneness adalah rahasia dari segala sesuatu.

Dalam buku  (Krishna, Anand. (2006). Sexual Quotient, Melampaui Kamasutra Memasuki Tantra. One Earth Media) disampaikan bahwa……. “Energi dengan kepadatan yang paling dense, paling kasar, paling ‘padat’ adalah Tanah. Dalam ‘keluarga besar tanah’ pun sesungguhnya masih banyak anggota lain dengan kepadatan yang beragam. Energi dengan kepadatan yang kurang dense, disebut Air. Dengan berkurangnya kepadatan energi dalam bentuk Air pun lebih mudah menyebar. … Jiwa manusia pun persis sama. Makin ringan, tak terbebani, makin meluas, makin mudah menerima perbedaan. Api lebih cepat lagi menyebar, karena kepadatannya berada di bawah Air. Ia lebih ringan, lebih menyerupai Induknya, Energi Murni. Sebab itu, ia pun lebih kuat, lebih dahsyat. Elemen Angin berada di atas Api. Ia jauh lebih ringan, lebih halus, oleh karenanya lebih cepat menyebar. Angin, Udara, berada di hampir setiap tempat, dan hampir dapat disebut maha ada. Di atas Angin pun masih ada satu lagi yang kurang dense, kurang padat, yaitu Ruang – The Space. Dengan bantuan teknologi mutakhir, kita dapat menciptakan keadaan hampa udara, namun kehampaan itu sendiri tetap ada. Kehampaan itulah Space, Ruang yang kumaksud. Dan Space itulah Keberadaan – Existence………”

Kalau Einstein memahami bahwa semua wujud materi pada hakikatnya adalah energi, maka Mpu Tantular mengatakan “Bhinneka Tunggal Ika”, “Appearing as many, essentially one”, nampaknya berbeda, esensinya satu jua.

Sri Krishna dalam Bhagavad Gita menyampaikan hal yang sama dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh awam.

Berikut adalah penjelasan Sri Krishna pada Bhagavad Gita 7:7

“Tiada sesuatu di luar-Ku, Dhananjaya (Arjuna, Penakluk Kebendaan). Seperti rangkaian manikam yang terbuat dari benang, dan terikat dengan benang itu sendiri — semuanya terikat pada-Ku, dengan-Ku.” Bhagavad Gita 7:7  (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

“Ayat ini sering disalahterjemahkan — kata manikam diterjemahkan sebagai mutiara, ‘seperti rangkaian mutiara yang terikat dengan benang’. Tidak, maksudnya bukanlah demikian.

“Mutiara dan benang yang digunakan untuk mengikatnya tetaplah…

“DUA HAL YANG BEDA – Benang adalah benang, dan bersifat beda dari mutiara yang diikatnya untuk menjadi tasbih, japa-mala, rosario, atau ganitri.

“Tidak demikian yang dimaksud Krsna. Manikam di sini bukanlah permata atau mutiara — tapi biji-bijian yang terbuat dari knots atau ikatan/simpul tali itu sendiri. Dengan mengikat seutas tali berulang-kali di satu tempat yang sama, kita membuat cluster, gumpalan tali yang memberi kesan seperti biji permata, seperti manikam.

“Jadi, alam semesta ini, tennasuk badan, indra, pikiran, perasaan, inteligensia — semuanya adalah seperti clusters tali yang terikat dengan tali — adalah bagian dari tali itu sendjri.

“CLUSTER INI TAK-TERPISAHKAN DARI TALI. Manikam ini terbuat dari tali yang sama. Dengan pengertian inilah semestinya kita memahami hubungan Gugusan Jiwa atau Purusa dan Prakrti — alam roh, alam energi, dan alam benda, alam materi. Sesungguhnya alam benda atau alam materi adalah ‘ikatan-ikatan berulang-ulang’ — sehingga kita memperoleh kesan seolah cluster yang terbuat dari ikatan-ikatan itu adalah permata, dan hanya dipersatukan oleh seutas tali pengikat.

“Tidak, tidak demikian. Kita sesungguhnya terbuat dari-Nya. Kita tidak terpisah. Saat ini berupa cluster atau gumpalan — maka memberi kesan biji permata. Tetapi, jika ikatan ini dibuka — maka tidak ada lagi kesan biji yang terpisah. Gumpalan tali yang terikat-ikat im, menyatu kembali dengan seutas tali yang mengikatnya.

“Semuanya adalah permainan Sang Jiwa Agung. Dialah awal, tengah, dan akhir segala sesuatu — baik yang terlihat, maupun yang tidak terlihat.” (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma) Link: http://www.booksindonesia.com

Karena semua terhubung dengan tali dan hakikat sejatinya adalah tali maka kita menghormati semua gumpalan simpul tali tersebut. Itulah dasar pemahaman Tat Tvam Asi, aku adalah kamu, kamu adalah aku, yang melahirkan ajaran ahimsa. “Tali” yang berada di dalam Yesus berada juga pada “Yudas”. Tali yang berada pada Sri Rama berada juga dalam diri Ravana.

Silakan baca Tautan terkait:

https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2015/08/26/renungan-diri-ia-berada-dalam-yesus-kok-bisa-dalam-yudas-ia-dalam-rama-juga-ravana/

Cover Buku Sexual Quotient

buku sexual quotient

Tautan terkait: https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2015/08/14/renungan-gita-jangan-bilang-itu-urusanku-apa-urusanmu-kita-semua-bagian-dari-semesta/

Advertisements

4 thoughts on “Renungan #Gita: Keikaan, Oneness, Tiada Dia Lain Kecuali Dia, menurut Einstein dan Sri Krishna

  1. Reblogged this on Ni Made Adnyani and commented:

    Kalau Einstein memahami bahwa semua wujud materi pada hakikatnya adalah energi, maka Mpu Tantular mengatakan “Bhinneka Tunggal Ika”, “Appearing as many, essentially one”, nampaknya berbeda, esensinya satu jua.

    Sri Krishna dalam Bhagavad Gita menyampaikan hal yang sama dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh awam.

    Berikut adalah penjelasan Sri Krishna pada Bhagavad Gita 7:7

    “Tiada sesuatu di luar-Ku, Dhananjaya (Arjuna, Penakluk Kebendaan). Seperti rangkaian manikam yang terbuat dari benang, dan terikat dengan benang itu sendiri — semuanya terikat pada-Ku, dengan-Ku.” Bhagavad Gita 7:7 (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s