Renungan #Gita: Menimbun Harta dengan Segala Cara, Hanya Membebani Perjalanan Hidup?

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Bhagavad Gita 16:12

“Terbudakkan oleh berbagai macam harapan; dan, terbawa aleh nafsu birahi dan amarah, mereka menghabiskan seluruh hidup untuk menimbun harta benda dengan menghalalkan segala cara demi kenikmatan indra.” Bhagavad Gita 16:12

 

“Segala sesuatu dalam alam benda ini berguna adanya. Dari rumput hingga super komputer tercanggih. Tidak ada yang salah dengan teknologi. Tidak ada yang salah dengan harta benda. Namun, semuanya mesti digunakan sesuai dengan fungsinya.

“BERJALAN DI ATAS RUMPUT ADALAH SEHAT. Namun, dari waktu ke waktu, rumput di pekarangan rumah pun mesti disisir, dipotong, dirapikan. Untuk itu, kita membutuhkan alat pemotong rumput. Kita tidak bisa menggunakan super komputer. Tidak perlu.

“Demikian pula dengan harta benda. Berguna, bahkan sangat berguna. Tetapi menimbun harta benda dengan ‘menghalalkan segala cara’ – ini jelas-jelas salah. Silakan menjadi kaya raya, tetapi janganlah di atas penderitaan orang lain.

Selain itu, camkan bahwa harta-benda tidak bisa rnemuaskan Jiwa. Tidak dapat memberinya pengalaman yang sedang dicarinya. Jiwa tidak dapat mengenal hakikat dirinya dengan harta benda.

“IBARAT PENGEMUDI MOBIL – Jiwa sedang menuju suatu tempat tertentu. Harta-benda adalah bekal, ibarat bensin dan keperluan-keperluan lain, yang dibutuhkan selama kita masih dalam perjalanan.

“Sang Pengemudi tidak pernah puas sebelum ia mencapai tujuannya. Ia menggunakan, memanfaatkan segala bekal yang tersedia. Tetapi semata penggunaan bekal bukanlah tujuannya.

“Mereka yang menimbun harta-benda secara berlebihan dan merasa bahwa semua itu dapat membahagiakan diri — ibarat seorang pengemudi mobil yang mengisi seluruh mobilnya dengan jerigen-jerigen bensin. Ada bensin di tangki, sudah full — namun ia tetap tidak puas.

Ia memenuhi bagasinya dengan beberapa jerigen bensin. Ia memenuhi kabin dalam dalam mobil setiap jengkal, dengan jerigen bensin. Betapa bodohnya dia! Ia tidak membuluhkan sekian banyak bensin. Malah jerigen-jerigen tersebut bisa membahayakan!

UNTUK APA MENAMBAH BEBAN? Untuk apa membebani perjalanan hidup dengan segala sesuatu yang sesungguhnya tidak dibutuhkan?” (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

“Ketika kita sampai di tujuan, jerigen-jerigen bensin yang masih penuh itu tidak berguna lagi. Ketika kita menyadari hakikat diri, selesai sudah perjalanan hidup kita. Goal, Finito! Bahkan kehidupan pun tidak dibutuhkan.

“KENDARAAN BADAN HANYA DIBUTUHKAN DALAM PERJALANAN selama kita belum mencapai tujuan. Ketika tujuan sudah tercapai, maka adalah ‘diri’ kita saja yang dapat berternu dengan Sang Raja di dalam Istana Kebahagiaan Sejati, yang menjadi tujuan setiap Jiwa. Adalah Jiwa saja yang bisa mengalami kemanunggalan. Badan tidak bisa. Materi, harta-benda tidak bisa.

“Jangankan harta-benda, relasi, kawan, dan kerabat; bahkan, rambu-rambu Ialu lintas yang selama dalam perjalanan kita taati — semua tidak dibutuhkan lagi. Saat Pertemuan Agung dengan Sang Pangeran, Sang Raja, ‘diri’ kita sudah cukup.

“Sebab itu, kumpulkan harta-benda dan manfaatkan sebagai sarana, sebagai bekal hidup, untuk menjalani hidup. Janganlah menjalani hidup demi mengumpulkannya.” (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma) Link: http://www.booksindonesia.com

Advertisements

2 thoughts on “Renungan #Gita: Menimbun Harta dengan Segala Cara, Hanya Membebani Perjalanan Hidup?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s