Renungan Diri: Terjadinya Bencana, Musibah Disebabkan oleh Kebajikan Abadi, Dharma?

buku Sai_Anand_Gita

Cover Buku Sai Anand Gita

HUKUM ALAM INILAH RTA ATAU DHARMA

“Rta atau Dharma berarti Kebajikan Abadi. Peraturan yang tepat dan baik, tidak membebani siapa-siapa. Ada kalanya peraturan ini juga membiarkan terjadinya bencana, musibah dan lain sebagainya. Kenapa? Untuk melindungi Kebajikan itu sendiri. Sayang, kita tidak memahami maksudnya — dan selalu mengeluh.

“Dharma berarti Hukum yang Tepat, Tindakan yang Tepat. Ketepatan itulah Dharma! Keberadaan tidak hanya mencipta, tetapi juga memelihara, dan mendaur ulang. Hukum di balik proses ini adalah Dharma.

“Dharma sering diterjemahkan sebagai tugas, kewajiban, karenanya cenderung terjadi salah pengertian dan salah tafsir. Bisa saja diterjemahkan sebagai kewajiban, asal kita memahami bahwa ‘kewajiban’ yang dimaksud adalah ‘Kewajiban terhadap sang Keberadaan, Hyang Maha Ada’ — Kewajiban terhadap Ia yang Bersemayam di dalam diri setiap makhluk. Kewajiban terhadap dunia, terhadap alam semesta. Ketika kita menunaikan kewajiban itu — maka kewajiban terhadap keluarga terdekat, kawan dan kerabat, terhadap desa dan kota, terhadap flora dan fauna, terhadap lingkungan, laut, angin, dan bumi, semuanya ikut terpenuhi.

“Ketika kita hanya menyadari kewajiban terhadap sekelompok manusia tertentu, kita menjadi fanatik, fasis. Kesadaran semacam itu mengerdilkan jiwa kita. Tidak aneh bila para resi di masa Ialu tidak pernah berdoa bagi sekelompok umat. Mereka berdoa bagi seluruhjagat, bagi semua makhluk:

 

SARVE BHAVANTU SUKHINAH, Semoga semua makhluk bersukacita!

“Dharma bukanlah tugas biasa dalam pengertian tugas/kewajiban seorang pekerja pada pemberi kerja. Tugas seperti itu murni berdasar pada pertukaran materi — pada perolehan keuntungan. Baik pekerja maupun pemberi kerja harus sama-sama mendapatkan keuntungan dari satu sama lain; bila tidak, pekerjaan tidak akan ada.

“Dharma adalah ‘tugas yang tepat’ untuk ‘tujuan yang benar’ dan dilakukan dengan ‘cara yang tepat’. Dharma bukanlah tugas/kewajiban demi tugas itu sendiri, pemberian upah, ataupun pembayaran. Dharma bukanlah tugas/kewajiban demi keluarga, atau sekelompok orang saja. Dharma adalah tugas/kewajiban terhadap kebajikan dan demi kebajikan. Dharma adalah tindakan tepat pada waktu yang tepat pula.

“Dharma selalu mempersatukan. Sesuatu yang menjadi alasan bagi perpecahan, sesuatu yang memisahkan manusia dari sesama manusia — bukanlah Dharma.

 

ANDA TIDAK BISA MENYENANGKAN SEMUA ORANG!

“Bertindak atas nama Dharma tidak selalu menyenangkan. Tetapi selalu tepat dan benar. Tindakan ini tidak ada hubungannya dengan masalah mayoritas-minoritas. Tindakan ini melampaui sistem demokrasi yang berdasar ada suara mayoritas. Tindakan Dharma selalu berfokus pada ‘kesejahteraan sebanyak mungkin orang dengan sebaik mungkin’.

‘Demokrasi berdasarkan pada suara terbanyak’ dan ‘kesejahteraan sebanyak mungkin orang dengan cara sebaik mungkin’ merupakan dua hal yang berbeda. Demokrasi dengan suara terbanyak hanya menjadikan kesejahteraan untuk semua sebagai slogan semata. Tak lebih dari itu. Ketika berbicara tentang ‘berdasarkan mayoritas’ Anda telah membuang minoritas.

“Kata ‘mayoritas’ itu sendiri adalah kata yang kotor dalam pengertian bahwa kata tersebut tidak bisa ada tanpa ‘menciptakan’ kelompok minoritas. Diskriminasi mayoritas-minoritas sangat, sangat jauh dari prinsip Jaya-Jaya, Win-Win, sebagaimana kita telah diskusikan sebelumnya.

“Lebih jauh lagi, kelompok mayoritas mungkin tidak punya pemikiran sama sekali di mana letak kesejahteraan mereka itu. Sesuatu yang menyenangkan tidak selalu baik. Sesuatu yang baik tidak selalu menyenangkan. Obat yang pahit sudah pasti tidak menyenangkan, namun baik untuk kesehatan.” (Das, Sai. (2012). Sai Anand Gita Kidung Mulia Kebahagiaan Sejati. Koperasi Global Anand Krishna Indonesia)

 

Satu pertanyaan yang selalu terlontar…

APAKAH DHARMA SELALU MENYENANGKAN?

“Jawabannya adalah: Dbarma selalu benar. Dharma, sekali lagi, bukanlah scsuatu yang ‘baik’ dalam pengertian sederhana kita. Ia tidak selalu ‘menyenangkan’ sebagaimana kita mengartikan kata ‘kesenangan’. Ia adalah ketepatan.

“Kita masih ingat tutur Sri Krishna dalam Bhagavad Gita, ‘Ada yang menyenangkan atau Preya, dan ada yang memuliakan, Shreya. Sesuatu yang menyenangkan tidak selalu memuliakan. Tetapi, sesuatu yang memuliakan sudah pasti menyenangkan pula, walau di awalnya tidak terasa demikian.

“Wahai Arjuna,” Krishna menjelaskan kepada muridnya, “sesuatu yang menyenangkan pada awalnya memang terasa manis, tetapi akhirnya terasa pahit. Sebaliknya, sesuatu yang memuliakan, awalnya barangkali terasa pahit — akhirnya manis.”

 

DHARMA ADALAH SESUATU YANG MEMULIAKAN

“Seorang anak bcrusia 6 tahun mengeluh karena tidak dibagi es krim oleh ibunya. Padahal kakaknya Dibagi. Hanya sang Ibu yang mengetahui alasannya. Ia tahu bahwa anaknya yang bungsu itu sedang batuk-batuk, flu, masuk angin, jika diberi es krim akan membuat sakitnya lebih parah. Sang Ibu telah menjalankan Dharma-nya. Ia telah bertindak sesuai dengan Dharma seorang ibu.

“Tetapi, anak yang belum memahami hal itu, mengeluh, menangis. Ia menuduh ibunya berbuat tidak adil. Anak itu sedang mencari kesenangan, keniknmran sesaat. Ia tidak sadar bahwa yang dibutuhkannya adalah obat yang pahit, bukan es krim yang manis.

“Tuhan adalah Bunda Alam Semesta. Ia adalah Hyang Maha Ada, Hyang Maha Hadir — Keberadaan sekaligus Kasunyatan. ‘Kasihnya,’ sebagaimana yang selalu dikatakan oleh Guru kita, Swami, ‘melebihi kasih seribu orang ibu’. Apa yang kadang kita keluhkan sebagai ketidakadilan pun sesungguhnya demi kemuliaan, demi Dharma, demi kebaikan kita sendiri.” (Das, Sai. (2012). Sai Anand Gita Kidung Mulia Kebahagiaan Sejati. Koperasi Global Anand Krishna Indonesia) Link: http://www.booksindonesia.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s