Renungan #Gita: Moderasi, Tali Senar Gitar Kehidupan Tak Terlalu Longgar Tak Terlalu Kencang

buku bhagavad gita sitar kehidupan

Ilustrasi memainkan Sitar, musik kehidupan

Bhagavad Gita 6:16

“Arjuna, Yoga bukanlah untuk mereka yang makan secara berlebihan, dan bukan juga bagi mereka yang memaksa diri untuk berpuasa; bukan untuk mereka yang tidur terlalu lama; dan bukan pula mereka yang memaksa diri untuk tetap berada dalam keadaan jaga.” Bhagavad Gita 6:16

 

“Intinya adaalah moderasi. Siddharta menjadi kering, kurus, karena memaksa diri untuk berpuasa – diingatkan oleh keberadaan bahwa alat musik sitar – semacam gitar – hanyalah mengeluarkan suara yang diinginkan, jika tali senarnya tidak terlalu ketat, dan tidak terlalu longgar.

“DISIPLIN DALAM YOGA BUKANLAH UNTUK DIPAKSAKAN. Bahkan, sesuatu yang dipaksakan menjadi peraturan, hukum, bukan disiplin lagi. Dalam pengertian Yoga, disiplin adalah bersifat swa-disiplin, self-discipline, mendisiplinkan diri (baca juga ulasan “Yoga Sutra Patanjali ” oleh penulis – Ed).

“Ketika kita memaksa diri – mengikuti tradisi, hukum adat, kepercayaan turun-temurun — untuk berpuasa atau melalukan ritus lainnya, maka pikiran kita bukannya terkendali, malah menjadi liar. Padahal, tujuan disiplin-diri adalah pengendalian pikiran.

“MEMAKSA DIRI UNTUK MELAKUKAN SESUATU membuat gugusan pikiran dan perasaan — mind – memberontak. Orang yang memaksa diri untuk berpuasa, walau tidak diakuinya, hanyalah memikirkan makan sepanjang hari. Orang yang dipaksa untuk melakukan zikir atau japa, hanyalah jari-jarinya yang sibuk dengan biji tasbih atau japamala, ganitri – hatinya entah di mana!” (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

“Disuruh, dipaksa, atau memaksa diri begadang dan melakukan latihan tertentu, tidak membantu pula. Apa pun yang kita lakukan, mestilah atas kemauan sendiri, atas keinginan diri, atas kehendak diri. Bukan karena disuruh, dipaksa. Puasa, japa, dan zikir – semuanya berguna dan bermanfaat, asal kita melakukannya atas kesadaran-diri, bukan sebagai kewajiban yang dipaksakan.

“KITA MESTI MENCINTAI APA YANG KITA LAKUKAN. Landasan bagi Yoga, bagi laku atau pelatihan apa pun persis sama. Kita mesti mencintainya. Dan untuk itu, jagalah moderasi. Jangan ekstrem-ekstreman.

“Hola mengikuti saran seorang motivator dan memaksa diri untuk mengucapkan ‘I love you’ kepada istrinya – secara teratur 3 kali sehari. Persis seperti makan obat. Pasalnya, ia ingin mempertahankan perkawinannya yang sudah mulai retak. Setelah beberapa hari demikian, Tante Holi, istri Hola, mulai curiga, ‘Ada. apa dengan suamiku? Dulu tidak seperti itu!’

Maka, ia pun menegurnya, ‘Hola kau sinting, I love you, I love you — tiga kali sehari — kau pikir kau dapat meracuniku dengan pembasmi virus perceraian?’

Intinya,

BE NATURAL! Jangan memaksa diri untuk melakukan sesuatu. Jangan mempertahankan suatu keadaan, jika perubahan sudah menjadi takdir!

Be moderate, be natural — itulah Yoga.” (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma) Link: http://www.booksindonesia.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s