Renungan Diri: Rasa Bersalah Membebani, Cara Efektif Menghilangkan Rasa Bersalah?

buku satcharita

Cover Buku Shri Sai Satcharita

(Catatan: Mimpi adalah proyeksi dari alam bawah sadar kita. Banyak keinginan-keinginan yang tak terpenuhi, obsesi, dan lain sebagainya bersarang di dalam alam bawah sadar. Pun rasa bersalah, dan perasaan-perasaan lain yang membebani jiwa, mempengaruhi pikiran dan rasa.

Kiranya, kedua mimpi Bhimaji adalah untuk membersihkan alam bawah sadarnya. Mimpi pertama tentang pelajaran “Syair Swami” adakah syair seperti itu? Belum tentu ada. Namun, makna di balik “Syair Swami” itu sangat penting.

“Syair” mengisyaratkan seni, irama, lagu… Demikianlah semestinya hidup kita. Demikianlah semestinya hidup setiap orang. Bagaimana mengubah hidup kita yang serba prosa menjadi puisi yang indah?

Prosa dan puisi menggunakan kosa kata yang sama. Kendati demikian, lain prosa, dan lain pula puisi. Prosa mesti patuh pada banyak peraturan tata bahasa. Puisi patuh pada unsur keindahan. Demi keindahan itu, puisi memiliki kebebasan untuk melanggar peraturan tata bahasa.

Melanggar peraturan tata bahasa tidak berarti menjadi tidak sopan, atau asusila. Sama sekali tidak. Karena puisi mesti indah, syair mesti enak untuk dilagukan. Dalam hal ini “peraturan tata bahasa” mewakili kebakuan, kebekuan, status-quo. Hidup yang berjalan di tempat. Dan, puisi, lagu, syair adalah proklamasi kemerdekaan dari semua itu.

Pertanyaan kita: Bagaimana melakukan hal itu? Bagaimana membuat hidup menjadi syair? Dengan cara menjadi “Swami” the Master, the Lord, Penguasa, Pengendali.

Kendalikan diri sendiri! Bertanggungjawablah terhadap setiap perbuatanmu. Jangan mencari kesalahan orang lain, kejarlah kelemahan dan kekurangan dirimu. Bukan untuk menangisi kelemahan dan kekurangan itu, bahkan untuk menyesalinya saja, tetapi untuk memperbaiki. Kelemahan dan kekurangan bisa diubah menjadi kekurangan.

Anggaplah setiap kelemahan dan kekurangan sebagai tantangan untuk memperbaiki diri. Jadikan hal itu sebagai batu loncatan untuk menuju tahap berikut dalam hidupmu!

Jai Sai Ram – Sai das)

 

RASA SAKIT DALAM MIMPI

(Catatan: Rasa bersalah, rasa berdosa, dan segala macam perasaan lainnya membuat jiwa kita terbebani. Sesungguhnya perasaan-perasaan seperti itu sangat berguna jika kita dapat menggunakan energi yang muncul darinya untuk menjadi “semangat” baru.

Semangat membutuhkan energi “rasa”, Semangat bukanlah urusan pikiran.

Setelah mengikuti sekian banyak program, sekian banyak lokakarya dan pelatihan — ada kalanya kita tetap saja tidak memiliki semangat yang cukup untuk menghadapi segala tantangan hidup. Kenapa? Karena, program-program yang kita ikuti itu hanyalah menyentuh Iapisan pikiran kita, Belum menyentuh lapisan rasa.

Lalu, bagaimana mengolah rasa? Rasa tidak perlu diolah. Rasa mesti diungkapkan, dan dibiarkan berkembang sendiri. Saat ini, lapisan rasa kita yang penuh semangat itu tertimbun di bawah bebannya sendiri. Adalah perasaan berdosa, bersalah, dan perasaan-perasaan serupa lainnya yang membuat kita terbebani.  Dikutip dari buku (Das, Sai. (2010). Shri Sai Satcharita. Anand Krishna Global Co-Operation Indonesia).

 

Nah, perasaan-perasaan yang membebani itu mesti ditransformasi menjadi semangat. Dengan cara apa? Setiap perasaan yang membebani adalah “rasa yang padat”. Ia bisa membebani karena kepadatannya itu. Kemudian ia mengendap. Hilanglah kemampuannya untuk terbang bebas di alam raya.

Setiap rasa yang padat ibarat batu besar yang menindas perasaan-perasaan halus lainnya. Makin banyak rasa yang padat, makin banyak batu, maka makin tertimbun pula perasaan-perasaan halus.

Batu-batu ini mesti dikeluarkan, digelindingkan… Dengan cara apa ? Memang menyakitkan, tapi tidak ada cara lain, satu-satunya cara adalah: Menggunakan viveka, the faculty of discrimination, kemampuan kita untuk memilah dan menimbang. Okay, fine, aku pernah melakukan kesalahan. Saat itu aku khilaf, tapi sekarang tidak lagi. Maka, aku dapat memperbaiki kesalahanku.

Bagaimana jika aku merasa bersalah karena perlakuanku terhadap kedua orang tuaku, dan sekarang ketika aku sadar, kedua orang tuaku sudah meninggal? Bagaimana memerbaiki kesalahanku? Apakah cukup dengan minta maaf dalam hati? Cukup, bila permintaan maaf itu sunggul-sungguh, niatmu kuat, dan kau percaya bahwa dengan maaf itu, kau akan lepas dari rasa bersalah.

Namun, bila tidak cukup percaya, atau niatmu kurang kuat — maka ada cara Iain yang jauh lebih mudah, Ya, jauh lebih mudah, karena menyangkut materi — ada bobotnya. Sehingga kita lebih merasakan proses pemaafan diri, atau pembebasan diri dari rasa bersalah. Yaitu, dengan melayani orangtua lain barangkali di panti jompo, atau orangtua temanmu, pamanmu, tantemu, mertuamu, atau siapa saja. Perlakukan mereka sebagaimana semestinya kau memperlakukan kedua orangtuamu. Ini adalah cara yang paling mudah.

Cara lain yang sedikit Iebih sulit, namun menurutku adalah cara yang terbaik – dengan mewujudkan cita-cita kedua orangtuamu. Adakah sesuatu yang ingin mereka Iakukan, tetapi tidak sempat, tidak mampu, atau tidak terjadi karena alasan lain — wujudkan cira-cita itu.

Rasa sakit dalam mimpi — menggunakan viveka untuk memahami perasaan padat yang membuat kita merasa bersalah memang menyakitkan. Ada kalanya kita malah tenggelam dalam rasa sakit itu. Tidak membantu. Sia-sia saja penggunaan yiveka kita. Jangan berhenti,jangan tenggelam dalam rasa sakit itu. Biarlah rasa sakit itu menggelinding keluar!

Sai Maha Melindungi dan Maha Membantu – Sai das)

Dikutip dari buku (Das, Sai. (2010). Shri Sai Satcharita. Anand Krishna Global Co-Operation Indonesia). Link: http://www.booksindonesia.com

 

Catatan terkait: silakan baca Catatan Sebelumnya tentang Penyembuhan Bhimaji lewat mimpi pada Tautan di bawah ini:

https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2015/08/04/renungan-diri-tobat-dan-mohon-perlindungan-nya-membebaskan-kejahatan-masa-lalu/

 

Advertisements

3 thoughts on “Renungan Diri: Rasa Bersalah Membebani, Cara Efektif Menghilangkan Rasa Bersalah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s