Renungan Diri: Yang Terlalu Cepat dan Terlalu Sering Tergoda adalah Yang Berkeinginan Banyak

buku bhaja-govindam-500x500

Cover Buku Bhaja Govindam

Matahari terbit dan terbenam, pagi menggantikan malam; musim demi musim berlalu, begitu pula usiamu; sedikit demi sedikit Sang Kala merampas nyawamu; tetap saja setinggi gunung keinginan-keinginanmu. Bhaja Govindam ayat 12 (Krishna, Anand. (2004). Bhaja Govindam Nyanyian Kebijaksanaan Sang Mahaguru Shankara. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama) Link: http://www.booksindonesia.com

 

Mau cari pembenaran atas ketidaksadaran diri? Gampang sekali. Ciptakan sosok setan yang senantiasa sibuk menggoda manusia—and you are alright, you are saved! Yang salah si jahat iblis itu—bukan aku. Kalau mau jujur yang bersalah justru ‘aku’ yang selalu sibuk mencari pembenaran. Yang bersalah justru ‘pikiranku’ yang mampu rnenciptakan sosok iblis.

Taruhlah setan memang ada dan tugasnya menggoda rnanusia… jika memang sudah menyadari hal itu, kenapa masih mau digoda? Kenapa masih bisa tergoda?

Daripada mencari pembenaran, lebih baik mencari kelemahan diri. Kenapa sih aku masih bisa tergoda? Ada yang rnenawarkan uang satu juta rupiah dan mengharapkan sesuatu dari kita sebagai imbalan, tetapi kita tidak tergoda, kenapa? Memang karcna we are not on sale, kita tidak bisa dibeli, atau karena dihargai terlalu rendah? Bagaimana kalau ditawari 1 miliar? Atau 10 miliar? Atau satu triliun, sepuluh triliun?

Orang yang terlalu cepat dan terlahir sering tergoda adalah orang yang berkeinginan banyak. Kadang ia tergoda oleh uang; kadang oleh janji ‘surga’ dan kenikmatan di sana. Kadang ia menginginkan ketenaran di dunia, kadang ia mengharapkan kedudukan di alam sana.

“Sedikit demi sedikit,” kata Shankara, “Sang Kala rnerampas nyawamu, tapi keinginanmu tetap saja setinggi gunung.” Bahkan ketinggiannya bertambah bersarna usia. Padahal usia yang bertarnbah seharusnya membuat kita sadar akan ‘sisa waktu’ yang kita miliki?

“Put a ceiling an your desires,” kata Sathya Sai Baba. Keinginanmu harus dibatasi, diberi plafon.

Dan,kita sendiri yang harus menentukan tingginya plafon itu. Ada yang menganggap pembatasan keinginan tidak praktis, bahkan mustahil; Ada yang malah menganggap keinginan sekecil apa pun sebagai penghalang bagi kehidupan spiritual, semacam momok yang harus dihindari. Kita perlu memahami mekanisme keinginan, dan tidak memusuhinya, karena mereka yang memusuhi keinginan sesungguhnya masih ber-‘keinginan’ juga. Permusuhan pun timbul dari keinginan… yaitu keinginan untuk bermusuhan. Janganlah berseberangan dengan keinginan, hadapi keinginan dengan kesadaran.” (Krishna, Anand. (2004). Bhaja Govindam Nyanyian Kebijaksanaan Sang Mahaguru Shankara. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Sadarkah kita bahwa roda Sang Kala tak pernah berhenti berputar? Sadarkah kita bahwa waktu berlalu terus? Apakah kita ikut berputar bersama Sang Kala? Adakah keinginan kita ikut ‘berlalu’ bersama waktu? Atau rnandeg di tempat?

Dulu Anda masih muda, dan senang makan gula. Pankreas Anda masih dalam keadaan prima, manisan berapa pun ia cerna. Sekarang Anda sudah berusia, tetapi masih tetap mempertahankan kebiasaan lama, padahal pankreas sudah caek bekerja, sudah sulit mencerna. Anda hanya mengundang masalah bila tidak ikut berubah bersama waktu.

Dulu bila nafsu Anda ‘gede’, tenaga pun menunjang. Anda masih bisa melaksanakan hubungan seks dua kali sehari. Sekarang tenaga tidak menunjang, tapi keinginan, nafsu masih sama ‘gede’-nya, terpaksa anda pun harus mengkonsumsi segala macam obat kuat dan minuman ber-‘energi’… akhirnya ginjal Anda jebol dan terpaksa cuci darah.

Terimalah perubahan, demikian anjuran Shankara. Terimalah perubahan, dan bertindaklah sesuai dengan tuntutan waktu yang berubah terus.” (Krishna, Anand. (2004). Bhaja Govindam Nyanyian Kebijaksanaan Sang Mahaguru Shankara. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s