Renungan Zen: Melihat Ekor Sapi, Pencerahan Sepintas Pemicu Langkah Menuju Kebebasan Sejati

buku zen 3 melihat ekor sapi

Ilustrasi Melihat Ekor Sapi

“Dalam gambar ketiga ini, sang gembala akhirnya melihat ekor sapi. Ia sudah melihat ekornya, melihatnya dari jauh. Ia mengenalinya. Itu adalah sapinya. Sudah tidak salah lagi.

“Ini adalah gambar Pencerahan. ‘Pencerahan Sepintas’, belum ‘Pencerahan Sernpurna’, tetapi bagaimanapun juga adalah suatu pengalaman yang sangat berharga. Pencerahan Sepintas atau yang disebut Satori clalam bahasa Jepang ini, merupakan suatu keadaan yang amat sangat menyenangkan, membahagiakan. Bahkan kata-kata tidak dapat menjelaskan pengalaman ini.

“Bayangkan: seandainya Anda kehilangan sesuatu yang sangat berharga, lantas tiba-tiba Anda menemukannya kembali. Atau, Anda ditinggal seseorang yang amat sangat Anda cintai, lantas setelah beberapa tahun, tiba-tiba dia datang kembali. Apa yang terjadi? Betapa bahagianya Anda! jantung Anda berdebar lebih cepat; begitu banyak rasa yang muncul pada saat yang sama dan Anda merasa berada dalam suatu alam yang berbeda.

“Begitu Anda menerima kesalahan Anda, tiba-tiba Anda merasa lega. Kita semua pernah mengalami kejadian seperti ini. Terjadi kesalahpahaman dengan seorang teman lama, terjadi perang mulut, lantas kita sendiri merasa gelisah. Rasa gelisah ini bisa berlangsung selama beberapa hari, beberapa bulan, bahkan beberapa tahun. Sekarang terserah Anda—ingin hidup dengan rasa gelisah, atau ingin keluar dari kegelisahan. Apabila Anda ingin keluar dari kegelisahan, gampang sekali: clatangilah teman Anda. Jangan banyak bicara, jangan bertele-tele. Jangan membela diri. Just say sorry. Minta maaf dan selesailah masalahnya.

“Untuk sementara, pada saat itu, masalah Anda selesai. Dada Anda langsung rnenjadi lega. Namun rasa lega ini harus dipertahankan untuk selamanya, bukan hanya untuk saat itu saja. Bukan hanya dengan seorang teman saja – berdamailah dengan setiap orang.

“Saya mengajak Anda untuk meniti jalan ke dalam diri dan mengaitkan gambar ini dengan perjalanan hidup kita:

“Dalam alam meditasi, pada saat-saat certentu, Anda dapat mengalami ‘Pencerahan Sepintas’. Tiba-tiba saja Anda merasa begitu bahagia, begitu tenang. Sebenarnya kebahagiaan yang satu ini, ketenangan yang satu ini, tidak dapat dijelaskan lewat kata-kata. Rasa yang satu ini memiliki keindahan tersendiri. Pengalaman yang indah ini bisa terjadi berulang kali, tetapi berusia sangat pendek. Itu sebabnya disebut ‘Pencerahan Sepinras’. Karena memang sifamya sepintas, pencerahan semacam ini tidak bisa dipertahankan untuk selamanya.

“Pencerahan Sepintas juga bisa terjadi karena suatu kejadian. Misalnya saat Anda pergi melayat. Pada saat itu, tiba-tiba Anda sadar betapa tidak langgengnya kehidupan ini. Betapa fananya jasad ini. Tiba-tiba segala sesuatu di luar terasa begitu hambar. Selama beberapa jam, atau beberapa hari, Anda merasa begitu muak terhadap dunia luar.” (Krishna, Anand. (1998). Zen Bagi Orang Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

buku zen

Cover Buku Zen Bagi Orang Modern

“Saya pernah menjadikan krematorium, tempat perabuan mayat, sebagai sarana penunjang latihan meditasi. Sesekali waktu, Anda perlu menghadiri upacara perabuan warga keturunan India, di Krematoriurn Cilincing Jakarta. Biasanya, mereka masih menggunakan cara-cara yang sangat tradisional dan dapat mernbancu terjadinya peningkatan kesadaran dalam diri mereka yang sedang menghadiri upacara itu. Jasad diletakkan di atas tumpukan kayu, tanpa peti, Iantas dibakar. Berapa saat kemudian, para pengantar mulai pulang. Anda jangan pulang dulu. Duduklah di situ, menghadapi mayat yang sedang diperabukan. Duduk selama beberapa jam. Mungkin Anda akan melihat salah satu lengan yang sudah terbakar keluar dari tumpukan itu. Daging mulai meleleh. Jangan memejamkan mata. Lihat dan sadari. Itu pula yang akan terjadi pada badan Anda. Apabila jasad Anda dikubur, jasad itu akan menjadi makanan cacing-cacing di bawah tanah. Dimakan api atau cacing, jasad itu akan musnah. Sadarilah hal ini. Jangan cepat-cepat meninggalkan tempat itu. Renungkan dan Anda akan menyadari terjadinya peningkatan kesadaran dalam diri Anda.

“Tetapi janganlah puas dengan pengalaman-pengalaman yang dapat rnengantar Anda ke Pencerahan Sepintas. Berjalanlah terus. Jangan berhenti. Pengalaman sepintas ini hendaknya menjadi pemicu dan membuat kita semakin tekun dalam perjalanan dari ‘diri’ ke ‘Diri’. Ya, perjalanan ini dimulai dari ‘diri’ yang kecil, ke ‘Diri’ yang besar. Dari identitas diri yang tidak berharga, ke identitas diri yang sangat berharga. Dari kesadaran gelombang, ke kesadaran lautan. Dari kesadaran fisik ke kesadaran roh. Genggaman kita harus dibuka. Gundu-gundu yang selama ini kita simpan harus dibuang. Bukalah genggaman Anda clan ambillah permata-permata yang tak terhingga nilainya.

“Satu hal yang sangat penting dalam etape ini adalah bahwa sang gembala tidak akan pernah menemukan ekor sapi, atau melihat ekor sapi itu, apabila pada etape sebelumnya ia memilih duduk diam. Apabila ia sudah merasa puas dengan penemuan jejak sapi dan berhenti di situ, maka minim sekali kemungkinan ia akan melihat ekor sapi. jadi ada kesadaran dan ada upaya untuk mencari sapi yang hilang.

“Hanya mengulangi ‘sapi-sapi-sapi’ ratusan, ribuan ataupun jutaan kali tidak akan membantu. Anda harus berupaya. Lakukan apa saja yang dapat meningkatkan kesadaran Anda. Bukalah mata Anda, apakah yang selama ini Anda lakukan telah berhasil meningkatkan kesadaran Anda?” (Krishna, Anand. (1998). Zen Bagi Orang Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s