Renungan #Gita: Menyaksikan Badan dan Indra Memainkan Peran di atas Panggung Kehidupan

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Bhagavad Gita 5:13

“Dengan memisahkan diri, dan secara mental melepaskan diri dari segala perbuatan jasmani, Jiwa yang bersemayam di dalam badan barulah meraja, menjadi penguasa diri, menikmati kekuasaannya atas Kota yang Bergerbang Sembilan ini (badan dengan 2 mata, 2 telinga, 2 lubang hidung, I mulut, I lubang anus, dan organ kelamin). Saat itu, Jiwa tidak melakukan sesuatu, dan tidak menyebabkan terjadinya sesuatu.”  Bhagavad Gita 5:13

 

“Keadaan Jiwa yang meraja, sudah menjadi penguasa diri, adalah sama seperti keadaan seorang penonton teater, film, atau pertunjukan lainnya.

“BADAN DAN INDRA SEDANG MEMAINKAN PERAN MEREKA DI ATAS PANGGUNG KEHIDUPAN – Jiwa menikmati pertunjukan mereka, tanpa melibatkan diri. Seorang penonton tidak terlibat dalam perbuatan film, pergantian adegan, dan sebagainya. Ia sedang menikmati tontonan — itu saja.

“Tiada sesuatu yang dilakukannya, tiada pula sesuatu yang terjadi karena dia. Pertunjukan berjalan sesuai dengan jalur cerita yang ditentukan oleh sutradara pertunjukan.

“YA, MEMANG ADA YANG MENYUTRADARAI PERTUNJUKAN – Siapakah gerangan Sang Sutradara itu? Apakah Gusti Pangeran? Jika ditarik ke belakang, ke sumber segala sesuatu – maka, ya, betul semuanya terjadi ‘karena’ Dia.

“Namun, dalam hal ini, kita mesti melihat fakta di depan mata. Karena, walau dalam Kesadaran Jiwa kita semua satu dan sama: dalam hal pertunjukan dan apa yang sedang kita saksikan adalah berbeda.

“Pertunjukan yang sedang disaksikan oleh Jiwa ‘lewat’ badan Anda berbeda dari pertunjukan yang sedang disaksikannya ‘lewat’ badan saya.

“Kita hidup di satu dunia yang sama, tetapi kehidupan yang kita jalani masing-masing adalah unik, beda, khas. Lewat sekian banyak badan, sekian banyak perangkat indra, sekian banyak gugusan pikiran serta perasaan, sekian banyak inteligensia — Sang Jiwa Agung menjadi Saksi Tunggal atas apa yang sedang ditonton oleh masing-masing percikan-Nya.

“Nah, dengan pemahaman ini,

“SUTRADARA PERTUNJUKAN YANG SEDANG KITA SAKSIKAN adalah Gugusan Pikiran dan Perasaan; para pemerannya adalah badan dan indra; dan, inteligensia adalah yang menentukan naskahnya.” (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

 

“Jika Jiwa terlibat dengan semua itu dan menganggap dirinya sebagai pemeran, maka sudah pasti gelisahlah dia. Satu-satunya cara untuk meraih ketenangan adalah dengan cara memisahkan diri dari pertunjukan, dan menjadi penonton.

“Jadilah Penguasa atas…

“KOTA BERGERBANG SEMBILAN INl… Berarti, menguasai peran setiap indra – tidak dikuasai mereka. Menguasai, dalam pengertian, apapun yang dilakukan oleh indra di atas panggung kehidupan adalah sesuai dengan perannya, ‘Aku — Jiwa tidak terlibat’.

“Dengan cara itulah kita baru bisa terbebaskan dari Samsara atau Lingkaran Kelahiran dan Kematian. Dengan cara itulah, kita baru bisa memastikan bahwa, this is the last show — inilah pertunjukan terakhir. Inilah kehidupan terakhir. Sebab, sebagai penonton pun, rnau menonton berapa pertunjukan? Tidak jenuh? Belum bosan?” (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Advertisements

2 thoughts on “Renungan #Gita: Menyaksikan Badan dan Indra Memainkan Peran di atas Panggung Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s