Renungan I Ching: Meng (Ketidakmatangan), Belajarlah dari Kesalahan dan Benahi Diri!

buku iching-500x500

Cover Buku I Ching

“MENG – Ketidakmatangan……  “Kau baru saja memulai perjalananmu. Kesalahan-kesalahan bisa saja terjadi. Bekali dirimu dengan rasa percaya-diri, serta kesungguhan dan ketulusan hati…” I Ching no 4 sumber:  (Krishna, Anand. (2002). Menemukan Jati Diri I Ching Bagi Orang Moderen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama) halaman 10

Interpretasi:

“Belajarlah dari kesalahan-kesalahanmu selama ini. Benahi dirimu dan dengan penuh keyakinan, teruskan perjalananmu, maka kau akan berhasil!

“Selama Anda masih bekerja, Anda bisa berbuat salah. Selama Anda masih berjalan, Anda bisa jatuh. Risiko untuk berbuat salah, untuk jatuh, selalu ada. Anda tidak bisa menghindarinya, kecuali Anda berhenti kerja, berhenti jalan.

“Ia yang was-was, cemas dan takut berbuat salah atau takut jatuh akan berhenti di tempat. Dan, karena berhenti di tempat, karena tidak berbuat apa pun juga, ia tidak akan salah, tidak akan jatuh. Tetapi, tidak akan maju pula.

“Jangan takut berbuat salah. Jangan takut jatuh. Yang penting, yang harus Anda hindari adalah membuat kesalahan yang sama berulang kali.

“Boss saya di Jepang dulu, selalu mengingatkan, ‘Jangan jatuh ke dalam lubang yang sama.’ Maksud dia, ‘Jangan membuat kesalahan yang sama.’ Ia yang berulang kali membuat kesalahan yang sama sungguh goblok. Ia tidak pernah belajar dari kesalahannya, dari pengalamannya.

“Salah seorang teman saya tahu persis bahwa kelemahannya adalah wanita. Ia juga sadar bahwa ‘tipe’ wanita yang bisa melumpuhkan dirinya hanya satu. Ia sadar akan kelemahan dirinya, tetapi tidak bisa mengatasinya. Demikianlah sosok orang ‘goblok’. Jangan jadi goblok. Kalau sudah menyadari kelemahan diri, ya berusahalah untuk mengatasinya.

“Mengulangi kesalahan yang sama, ‘jatuh ke dalam lubang yang sama’, membuktikan bahwa jiwa Anda belum matang. Anda belum  dewasa. Seperti seorang anak kecil yang baru belajar jalan. Ia akan jatuh-bangun, jatuh-bangun berulang kali. Dan, sesungguhnya ‘fase’ ini, keadaan ini, juga merupakan bagian dari hidup kita. Sesuatu yang tidak bisa dihindari. Selama tulang-tulang kita belum menjadi kuat, langkah kita tidak akan pernah mantap.” (Krishna, Anand. (2002). Menemukan Jati Diri I Ching Bagi Orang Moderen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

“Lalu, dalam keadaan seperti itu, jika ada yang menawarkan bantuan, terimalah tawarannya. Jangan menolaknya. Seorang anak kecil akan selalu membutuhkan tuntunan ibunya.

“Jangan sok pintar! Jangan sok mapan! Jangan sok dewasa! Kesalahan-kesalahan yang sama yang Anda ulang membuktikan bahwa jiwa Anda masih belum matang. Mintalah bantuan para bijak, bantuan mereka yang sudah mapan dan dewasa. Ikutilah petunjuk mereka. Biarkan diri Anda dituntun dulu. Jangan sombong, jangan angkuh – dan Anda akan berhasil.” (Krishna, Anand. (2002). Menemukan Jati Diri I Ching Bagi Orang Moderen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s